... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Amerika Serikat Mulai Tarik Pasukan dari Afghanistan

Foto: Negosiasi antara Taliban-AS

KIBLAT.NET, Washington – Pasukan Amerika mulai meninggalkan Afghanistan sebagai bagian dari penarikan pasukan tahap awal sesuai perjanjian damai AS-Taliban. Demikian laporan militer AS pada Senin (09/03/2020) di tengah kekacauan politik di Kabul yang mengancam kesepakatan itu.

Kolonel Angkatan Darat Sonny Leggett, juru bicara pasukan AS di Afghanistan, mengatakan bahwa AS sedang memulai rencana untuk memangkas jumlah pasukan di negara itu dari sekitar 13.000 menjadi 8.600 selama empat setengah bulan ke depan.

Seorang pejabat AS lainnya mengatakan ratusan tentara telah keluar dari negara itu seperti yang direncanakan sebelumnya dan mereka tidak akan diganti.

Penarikan diri itu dilakukan ketika para pemimpin saingan Afghanistan masing-masing dilantik sebagai presiden dalam upacara terpisah.

Pertikaian yang semakin tajam antara Presiden Ashraf Ghani, yang dinyatakan sebagai pemenang pda pemilu September lalu, dan saingannya Abdullah Abdullah, yang menuduh adanya kecurangan, mengancam untuk menghancurkan langkah-langkah kunci berikutnya, dan bahkan melakukan kekerasan.

Di bawah perjanjian damai, penarikan pasukan AS harus dimulai dalam 10 hari setelah kesepakatan ditandatangani pada 29 Februari.

Menteri Pertahanan Mark Esper mengatakan pada 2 Maret bahwa ia telah menyetujui dimulainya penarikan, yang kemudian akan dikoordinasikan oleh komandan militer di Afghanistan.

Pejabat AS mengatakan pasukan yang pergi sekarang telah dijadwalkan untuk berangkat, tetapi mereka tidak akan diganti. Esper mengatakan Jenderal Scott Miller, komandan AS di Kabul, akan menghentikan sementara penarikan dan melakukan peninjauan ketika pasukan telah turun menjadi 8.600 personel.

BACA JUGA  Serangan di Masjid Tewaskan 7 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Leggett mengatakan militer AS di Afghanistan akan mempertahankan “semua cara dan otoritas militer untuk mencapai tujuan AS, termasuk melakukan operasi kontraterorisme” terhadap afiliasi kelompok Al-Qaidah dan ISIS di negara itu, dan akan mempertahankan dukungan untuk pasukan Afghanistan.

Rencana jangka panjang adalah bagi AS adalah menari semua pasukan dalam waktu 14 bulan jika kondisi keamanan terpenuhi.

Sumber: Al-Arabiya
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

JDN Indonesia: Penyebaran Corona Melambat di Bulan Maret

Terkait penanganan wabah corona, Pemerintah Indonesia diharapkan untuk tidak berhenti pada penunjukan dr. Achmad Yurianto sebagai Juru bicara Penanganan Covid-19. Founder & Chairman Junior Doctors Network (JDN) Indonesia,  dr Andi Khomeini Takdir memandang pemerintah perlu membuat Komite Nasional Tanggap dan Cegah Wabah Corona untuk menghadapi penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Senin, 09/03/2020 16:31 0

Video News

dr. Andi: Jangan Panik Hadapi Corona

VIRUS Corona positif masuk ke Indonesia. Lantas apa yang harus kita lakukan agar tercegah dari virus tersebut?

Senin, 09/03/2020 15:54 0

Artikel

Isu Wahabi dan Ukhuwah Islamiah

Aksi anarkis pembubaran pengajian dan perebutan Masjid Agung Al-Makmur Kota Banda Aceh yang dikenal dengan Masjid Oman pada hari Senin (27/01/2020) malam oleh sekelompok orang yang mengaku aswaja dengan menggunakan isu wahabi telah menarik perhatian banyak pihak, baik di Aceh maupun luar Aceh. Pasalnya, para pengisi pengajian dan BKM masjid ini dituduh berpaham wahabi.

Senin, 09/03/2020 15:37 0

Indonesia

Penulis Buku Yusuf Mansur Obong: Kalau Merasa Benar, Buktikan!

Bedah buku 'Yusuf Mansur Obong' digelar di Yogyakarta.

Senin, 09/03/2020 14:46 1

Indonesia

Soal Corona, Netty Heryawan: Ada Keterlambatan Komunikasi dari Pemerintah

Anggota Komisi IX DPR-RI Netty Prasetiyani Heryawan menilai ada keterlambatan manajemen edukasi dan komunikasi dari pemerintah dalam menangani masuknya virus corona (Covid - 19) di Indonesia.

Senin, 09/03/2020 14:09 0

Video News

Habib Hanif Alatas: Umat Islam Ketika Minoritas Mereka Mengalami Penindasan

Umat Islam Indonesia mengadakan aksi solidaritas untuk mendesak Pemerintah India agar segera menghentikan kekejaman dan pelanggaran HAM berat yang dilakukan kelompok Hindu radikalis, ekstrimis, dan intoleran di India.

Ahad, 08/03/2020 11:56 0

Video News

Sobri Lubis Seru Boikot India

Dalam Aksi Bela Muslim India yang digelar pada hari Jum'at (6/3) ketua DPP FPI, Ahmad Sobri Lubis memberikan pesan kepada jamah yang hadir dalam aksi tersebut untuk boikot India.

Sabtu, 07/03/2020 19:03 0

Indonesia

Potensi Bencana Jateng Tinggi, Bukhori Yusuf: Lembaga BNPB Perlu Diperkuat

Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf menyatakan bahwa Jawa Tengah termasuk wilayah dengan potensi bencana yang tinggi.

Sabtu, 07/03/2020 13:19 0

Indonesia

Presiden Jokowi Didesak Bela Muslim India

Humas Masyarakat Pecinta Bendera Tauhid (MARTABAT), Endro Sudarsono tutur menyayangkan terkait kekerasan terhadap Muslim di India.

Sabtu, 07/03/2020 12:09 0

Video News

FPI Desak Pemerintah Seret PM India ke Mahkamah Internasional

Umat Islam Indonesia mengadakan aksi solidaritas untuk Muslim India di depan Gedung Kedubes India di Kuningan, Jakarta Selatan, setelah Sholat Jum’at (6/3/2020).

Sabtu, 07/03/2020 01:22 0

Close