... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AILA Prihatin RUU Ketahanan Keluarga Ditolak

Foto: Aliansi Cinta Keluarga

KIBLAT.NET, Jakarta – Rita H. Soebagio, Ketua AILA Indonesia mengungkapkan keprihatinannya lantaran ada kampanye penolakan RUU Ketahanan Keluarga (RUU KK).  Dan pula pihak-pihak yang bersikap reaktif dalam menyikapi RUU KK tanpa didahului dengan proses advokasi secara bertahap dan profesional.

“Padahal pembahasan RUU KK ini masih pada tahap awal sehingga tentunya masih terdapat berbagai kekurangan yang perlu disempurnakan melalui masukan konstruktif kepada pihak pengusul,” ujar Rita dalam rilisnya, Jum’at (06/03/2020).

Menurut Rita, konsep ketahanan keluarga bukan sesuatu yang asing dalam peraturan perudang-undangan di Indonesia. Karena telah diatur baik di tingkat undang-undang, peraturan pemerintah hingga peraturan menteri.

Antara lain, Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2014 Tentang Perkembangan Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, Dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 06 Tahun 2013 Tentang Pelaksanaan Pembangunan Keluarga.

“Meski konsep ketahanan keluarga telah dicantumkan dengan jelas dalam berbagai peraturan perundang-undangan tersebut, sejauh ini belum ada satu kebijakan hukum yang berlaku secara nasional yang dapat menjadi payung hukum dalam mengembangkan program ketahanan keluarga di Indonesia,” ujar Rita menjelaskan urgensi RUU KK.

Atas alasan itu, AILA mendukung upaya penyusunan RUU KK yang diinisiasi oleh sejumlah Caleg di DPR dari F-PKS, F-PAN dan F-Gerindra sebagai bentuk kepedulian wakil rakyat terhadap isu ketahanan keluarga yang saat ini menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia.

BACA JUGA  Dianggap Langgar PSBB, Habib Bahar Kembali Ditahan

“Keluarga sebagai satu entitas kenyataannya tidak akan pernah luput dari ancaman kerentanan (family vulnerability) baik yang berasal dari dalam maupun luar lingkungan keluarga itu sendiri, yang jika dibiarkan akan menimbulkan potensi kerusakan (potential damage) bagi suatu bangsa,” ujarnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Rusia

Putin dan Erdogan Kembali Sepakati Gencatan Senjata di Idlib

“Namun Turki juga berhak menanggapi semua serangan rezim (Suriah) di lapangan," lanjut Erdogan.

Jum'at, 06/03/2020 10:22 0

Rusia

Erdogan Akhirnya Bertemu Putin, Ini yang Dibicarakan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu dengan Putin pada Kamis (05/03/2020) di Moskow.

Jum'at, 06/03/2020 10:07 0

Afghanistan

JeM: AS Jadi Serigala di Afghanistan, Tapi Sekarang Ekornya Putus

Masood mengomentari kesepakatan antara Taliban dan pemerintah Amerika Serikat yang ditandatangani di Doha pada hari Sabtu.

Jum'at, 06/03/2020 09:56 0

Editorial

Editorial: Teror Safron India

Istilah Teror Safron pertama kali digunakan pada 2002 oleh majalah Frontline yang dimiliki kelompok Hindu yang berbasis di Chennai, India. Namun istilah ini semakin dikenal publik setelah ledakan bom 29 September 2008 di kota Malegaon yang berpenduduk mayoritas Muslim di Maharashtra. 

Jum'at, 06/03/2020 09:56 0

Arab Saudi

Arab Saudi Buka Kembali Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Arab Saudi membuka kembali dua masjid suci pada Jumat (06/03/2020) pagi setelah ditutup sementara untuk sterilisasi di tengah wabah virus corona.

Jum'at, 06/03/2020 09:38 0

Artikel

Modi dan Ideologi Kebencian di India

Penanaman ideologi Hindutva dalam identitas India mutlak dilakukan agar ideologi kebencian tersebut lestari dalam masyarakat India. Dan sejauh ini tampaknya tak ada kelompok di India yang dapat menghalangi Modi berlari di atas ideologi kebenciannya.   

Jum'at, 06/03/2020 08:32 0

Suriah

Shelter Pengungsi di Idlib Jadi Sasaran Jet Tempur Rusia, 15 Tewas

“Setidaknya 18 orang terluka dalam serangan itu,” kata SOHR seraya menunjukkan di antara korban selamat dalam keadaan kritis.

Jum'at, 06/03/2020 07:44 0

Iran

Iran Tak Gelar Shalat Jumat Lantaran Virus Corona

KIBLAT.NET, Teheran – Iran membatalkan sholat Jum’at di seluruh kota pekan ini di tengah wabah...

Kamis, 05/03/2020 16:36 0

Palestina

Amazon Gratiskan Ongkir Paket ke Palestina, Asalkan…

Perusahaan ecommerce global, Amazon sekarang akan menggratiskan kiriman paket kepada pelanggan di wilayah Palestina yang diduduki.

Kamis, 05/03/2020 16:23 0

Afghanistan

AS Gelar Operasi Udara Targetkan Taliban

"Amerika Serikat melancarkan serangan udara pada 4 Maret menargetkan pejuang Taliban di sungai Seraj di provinsi Helmand, yang menyerang pasukan keamanan Afghanistan," tulis juru bicara pasukan AS di Afghanistan, Sonny Legate, di Twitter.

Kamis, 05/03/2020 09:44 0

Close