... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Teks Lengkap Perjanjian yang Diteken Taliban-Amerika Serikat

Foto: Penentanganan kesepakatan bersenjara antara Taliban dan AS di Doha, Qatar

KIBLAT.NET, Doha — Taliban dan Amerika Serikat menandatangani kesepakatan bersejarah pada 29 Februari 2020 di Doha, ibukota Qatar. Kesepakatan ini ditandatangani setelah negosiasi panjang dan sempat berhenti.

Penandatangan kesepakatan ini dihadiri oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan koleganya dari sejumlah negara, termasuk Menlu Turki Mevlüt Çavuşoğlu.

Pihak Taliban diwakili oleh Kepala Biro Politiknya, Mullah Abdul Ghani Baradar, sementara dari pihak AS diwakili Zalmy Khalilzad, utusan khusus AS untuk Afghanistan. Berikut teks lengkap kesepakatan seperti yang dilansir kantor berita Turki Anadolu Agency (AA):

Kesepakatan damai ini mencakup empat bagian:

  1. Jaminan dan mekanisme pelaksanaan pernjanjian mencegah jamaah atau individu apa pun menggunakan wilayah Afghanistan untuk menargetkan keamanan AS dan sekutunya.
  2. Jaminan dan mekanisme pelaksanaan perjanjian dan pengumuman jadwal penarikan seluruh pasukan asing dari Afghanistan.
  3. Setelah pengumuman jaminan penarikan seluruh pasukan asing, dan penentuan jadwal penarikan yang dihadiri saksi internasional, jaminan serta pengumuman yang dihadiri saksi internasional bahwa bumi Afghanistan tidak boleh digunakan untuk menargetkan keamanan AS dan sekutunya. Imarah Islam Afghanistan, yang tidak diakui oleh AS sebagai negara dan hanya dikenal dengan Taliban, akan memulai negosiasi nasional dengan pihak-pihak internal Afghanistan pada tanggal 10 Maret 2020, yang bertepatan 15 Rajab 1441 H.
  4. Gencatan senjata menyeluruh dan permanen akan menjadi pasal dalam agenda dialog dan negosiasi nasional antara sesama pihak Afghanistan. Peserta perundingan nantinya membahas perjanjian dan bentuk gencatan senjata permanen dan menyeluruh, termasuk di dalamnya mekanisme pelaksanaan yang akan diumumkan bersama setelah selesai dan kesepakatan peta politik Afghanistan masa depan.

Keempat poin ini saling berkaitan dan pelaksanaan setiap poin berdasarkan dengan jadwal dan syarat yang telah disepakati. Poin pertama dan kedua akan menjadi jalan pendahulu bagi dua kesepakatan selanjutnya.

Ketentuan-ketentuan khusus pelaksanaan poin satu dan dua:

Dua belah pihak sepakatan bahwa poin satu dan dua ini saling terkait. Komitmen Imarah Islam Afghanistan, yang tidak diakui oleh AS sebagai negara dan hanya dikenal dengan nama Taliban, berlaku dalam kesepakatan atas daerah-daerah yang dikontrolnya sampai pembentukan pemerintahan Islam Afghanistan baru setelah penyelesaian, sebagaimana ditentukan oleh dialog dan negosiasi antara warga Afghanistan.

Bagian pertama:

BACA JUGA  Tak Sepenuhnya Ditarik, AS Sisakan 2.500 Pasukan di Afghanistan

AS harus menarik seluruh militernya, militer sekutu dan koalisinya –termasuk seluruh individu sipil non-diplomat, kontraktor keamanan swasta, pelatih, penasihat dan personil layanan pendukung– dari Afghanistan dalam waktu 14 bulan setelah pernjanjian ini diumumkan. Akan diambil langkah-langkah khusus sebagai berikut:

a. AS, sekutu dan koalisinya akan mengambil tindakan berikut di 135 hari pertama:

  1. AS akan mengurangi jumlah pasukannya di Afghanistan sampai 8.600 personil. Pengurangan itu dilakukan secara merata di pasukan sekutu dan koalisi.
  2. AS, sekutu dan koalisinya akan menarik seluruh pasukan dari lima pangkalan militer.

b. Bersamaan dengan komitmen dan teralisasinya janji Imarah Islam Afghanistan yang tidak diakui sebagai negara, AS dan sekutu akan melaksanakan bagian kedua berdasarkan kesepakatan berikut:

  • AS, sekutu dan koalisi akan menyelesaikan penarikan seluruh pasukan yang tersisa dari Afghanistan pada bulan ke-sembilan setengah, yang tersisa.
  • AS, sekutu dan koalisi akan menarik seluruh pasukannya dari pangkalan yang tersisa.

c. AS berkomitmen segera memulai kerja dengan seluruh pihak terkait pada rencana pembebasan tahanan politik dan pejuang sebagai langkah membangun kepercayaan dengan berkoordinasi dan kesepakatan seluruh pihak terkait.

Tahanan yang dibebaskan mencapai 5.000 tawanan dari anggota Imarah Islam Afghanistan yang tidak diakui sebagai negara dan hanya disebut dengan Taliban, dan 1.000 tahanan dari pihak lain pada 10 Maret 2020, di awal negosiasi nasional Afgahnistan.

Pihak terkait menargetkan pertukaran tahanan ini selama tiga bulan secara berturut-turut. AS komitmen menyukseskan tujuan ini.

Begitu juga, Imarah Islam Afghanistan harus berjanji anggotanya yang dibebaskan dalam pertukaran itu berkoitmen pada kesepakatan ini sehingga tidak menjadi ancaman bagi keamanan AS dan sekutunya.

d. Bersamaan dengan dimulainya negosiasi nasional antara sesama Afghanistan, AS akan mulai mengkaji secara administrasi terhadap sanksi AS saat ini dan daftar buron terhadap individu-individu Imarah Islam dengan tujuan menghapus mereka dari daftar sanksi pada 27 Agustus 2020 bertepatan dengan 8 Muharam 1442.

e. Bersamaan dengan dimulainya negosiasi nasional, AS akan memulai komunikasi diplomatik dengan anggota Dewan Keamanan PBB dan Afghanistan untuk menghapus individu-individu Imarah Islam Afghanistan dari daftar sanksi pada 29 Mei 2020 yang bertepatan 6 Syawal 1441.

f. AS dan sekutunya akan mencegah segala ancaman dan penggunaan kekuatan terhadap keselamatan regional atau mempengaruhi independensi perpolitikan Afghanistan atau mencampuri urusan internal Afghanistan.

BACA JUGA  Tak Sepenuhnya Ditarik, AS Sisakan 2.500 Pasukan di Afghanistan

Bagian Kedua:

Bersamaan dengan pengumuman kesepakatan ini, Imarah Islam Afgahnistan akan mengambil langkah-langkah berikut untuk mencegah jamaah atau individu, termasuk di dalamnya Organisasi Al-Qaidah, menggunakan wilayah Afghanistan untuk mengancam keamanan AS dan sekutunya:

  1. Imarah Islam Afghanistan tidak akan membolehkan individu siapa pun atau anggota jamaah lainnya, termasuk di dalamnya Al-Qaidah, menggunakan wilayah Afghanistan untuk mengancam keamanan AS dan sekutunya.
  2. Imarah Islam Afghanistan akan mengirim pesan yang jelas bahwa mereka yang mengancam keamanan AS dan sekutunya tidak ada tempat bagi mereka di Afghanistan dan akan dikeluarkan pengumuman tidak boleh bekerja sama dengan kelompok atau individu yang mengancam keamanan AS dan sekutunya.
  3. Imarah Islam Afghanistan akan mencegah kelompok atau individu apa pun di Afghanistan mengancam keamanan AS dan sekutunya dan juta melarang mereka merekrut, melatih dan membiayai mereka dan tidak menerima mereka susai janji yang tercantum dalam kesepakatan.
  4. Imarah Islam Afghanistan berkomitmen melayani para pencaai suaka atau tempat tinggal di Afghanistan sesuai dengan hukum imigrasi internasional dan kewajiban yang terkandung dalam perjanjian ini sehingga orang-orang tersebut tidak menimbulkan ancaman terhadap keamanan Amerika Serikat dan sekutunya.
  5.  Imarah Islam Afghanistan tidak akan memberikan visa perjalanan, paspor, izin perjalanan, atau dokumen hukum lainnya kepada mereka yang mengancam keamanan Amerika Serikat dan sekutunya untuk memasuki Afghanistan.

Bagian Ketiga:

Amerika Serikat akan meminta Dewan Keamanan PBB mengakui perjanjian ini.

AS dan Imarah Islam Afghanistan akan menjalin hubungan positif satu sama lain dan berharap bahwa hubungan antara Amerika Serikat dan pemerintah Islam Afghanistan baru, yang terbentuk berdasarkan proses yang ditentukan melalui dialog dan negosiasi antara Afghanistan, akan positif.

Amerika Serikat akan menjalin kerja sama ekonomi untuk rekonstruksi dengan pemerintah Islam Afghanistan setelah berdirinya, yang ditentukan oleh dialog dan negosiasi antara warga Afghanistan, dan tidak akan ikut campur dalam urusan internalnya.

Ditandatangani di Doha, Qatar, pada tanggal 29 Februari 2020, bertepatan 5 Rajab 1441 H, dan 10 paus 1398 pada kalender Hijriah matahari, dalam bahasa Pashto, Dari dan Inggris.

Sumber: Anadolu Agency
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

ACT Bangun Huntara Untuk Korban Bencana Banjir dan Lonsor di Lebak

Aksi Cepat Tanggap (ACT) berusaha untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang layak bagi warga yang terdampak dengan membangun Hunian Sementara (HUNTARA)

Rabu, 04/03/2020 12:17 0

Video News

MUI Minta Pemerintah Indonesia Putuskan Hubungan Diplomatik India

Majelis Ulama Indonesia mengutuk keras pembantaian terhadap Muslim di India. Wasekjen MUI, Najamuddin Ramly meminta pemerintah Indonesia putuskan hubungan diplomatik dengan pemerintah India.

Rabu, 04/03/2020 11:54 0

Indonesia

Wasekjen MUI Dukung Aksi Bela Muslim India

Majelis Ulama Indonesia mengutuk keras pembantaian terhadap Muslim di India.

Rabu, 04/03/2020 01:19 0

Indonesia

Corona di Indonesia, MUI Imbau Umat Islam Perbanyak Wudhu

Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menghimbau Umat Islam untuk membaca Qunut Nazilah agar terhindar dari virus Corona

Rabu, 04/03/2020 01:09 0

Indonesia

Korban UYM Ajukan Gugatan Perdata Karena Tak Percaya Kepolisian

Darso Arief Bakuama, pendamping korban penipuan yang diduga dilakukan Ustadz Yusuf Mansur (YM) menyebut pengajuan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Tangerang lantaran para korban tidak percaya dengan kepolisian.

Rabu, 04/03/2020 00:58 0

Video News

Antisipasi Virus Corona, MUI Minta Umat Islam Baca Qunut Nazilah

Pimpinan Majelis Ulama Indonesia menghimbau Umat Islam untuk membaca Qunut Nazilah agar terhindar dari virus Corona.

Selasa, 03/03/2020 20:37 0

Indonesia

Forum Zakat Ajak Lembaga-Lembaga Zakat Dirikan Crisis Center COVID-19

Masyarakat bisa mengadu ke Crisis Center apabila mendapati indikasi virus di sekitar mereka.

Selasa, 03/03/2020 17:02 0

Indonesia

Gunung Merapi “Batuk”, Semburkan Abu Setinggi 6.000 Meter

Video letusan banyak dibagikan di media sosial. Tampak abu tebal dan besar menjulang ke langit, diliputi oleh kilat menyambar-nyambar. 

Selasa, 03/03/2020 11:41 0

Indonesia

Kenapa Kekerasan di Hindu Layak Disebut Pembantaian? Ini Kata ACT

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar mengatakan bahwa peristiwa yang terjadi terhadap umat Islam di India saat ini bukan lagi hanya sekedar kerusuhan semata.

Selasa, 03/03/2020 07:30 0

Indonesia

Wasekjen MUI: Adakah Penganut Agama Lain Dibantai di Negara Mayoritas Muslim?

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Tengku Zulkarnain menegaskan bahwa Indonesia jangan diam melihat pembantaian Muslim di India.

Selasa, 03/03/2020 01:13 0

Close
CLOSE
CLOSE