... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Korban UYM Ajukan Gugatan Perdata Karena Tak Percaya Kepolisian

Foto: Darso Arief Bakuama, kiri (jundi/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Darso Arief Bakuama, pendamping korban penipuan yang diduga dilakukan Ustadz Yusuf Mansur (YM) menyebut pengajuan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Tangerang lantaran para korban tidak percaya dengan kepolisian. Menurut Darso, para penggugat di antaranya pernah mengajukan pelaporan pidana ke Polda Jawa Timur, namun dihentikan sepihak oleh Polisi.

“Jadi klien (penggugat kasus perdata) yang ada sekarang, di antaranya pernah mempidanakan (YM) ke Polda Jawa Timur. Tapi polisi menghentikan penyelidikan,” ujar Darso melalui sambungan telepon, Selasa (03/02/2020).

Selain itu, gugatan perdata ini dilakukan karena ada pelapor baru. Dan juga ada pergantian pengacara. Darso menjelaskan, kelima penggugat YM di PN Tangerang diantaranya pernah melaporkan YM ke Polda Jatim atas dugaan penipuan atas investasi Condotel Moya Vidi di Jogjakarta.

Alasan penghentian kasus ini, salah satunya karena pemilik Condotel sakit dan dianggap tidak bisa memberi keterangan. Polisi juga beralasan bahwa Condotel Moya Vidi sudah dalam proses pembangunan, namun dihentikan oleh pihak pengembang.

“Dua alasan ini polisi mengada-ada, penyidik mengada-ngada. Karena setelah dilihat di lokasi, tidak ada bekas-bekas pembangunan Condotel nya,” ujar Darso.

Pemilik Condotel Moya Vidi pun, sebut Darso, ada dua orang. Memang satu orang pemilik benar sakit di Yogjakarta, namun satu lagi pemilik Condotel Moya Vidi di Solo diungkap Darso dalam kondisi sehat, dan bisa dimintai keterangan. “Jadi kepolisian sangat subjektif menghentikan penyelidikannya,” ujarnya.

BACA JUGA  Baleg DPR Hapus RUU P-KS Dari Prolegnas Prioritas 2020

Alasan polisi lainnya, sebut Darso, tidak ditemukan adanya aliran dana ke Yusuf Mansur. Menurut Darso, memang benar tidak ada aliran dana ke Yusuf Mansur secara kasat mata. Namun, YM lah pengiklan utama Condotel Moya Vidi.

“Dia (YM) yang mengumumkan di website Koperasi Berjamaah, koperasinya Yusuf Mansur itu bahwa mulai tanggal 2 Februari 2014 investasi Condotel Moya Vidi dialihkan ke Hotel Siti. Itu yang harusnya dikejar polisi tetapi malah dihentikan,” terangnya.

Darso juga menyebut bahwa dengan penghentian penyelidikan oleh kepolisian secara subjektif ini, ada dugaan Yusuf Mansur bermain mata dengan kepolisian. Karenanya para korban memilih untuk mengajukan gugatan perdata dahulu.

“Jika perdata ini pengadilan mengatakan bahwa Yusuf Mansur terbukti melawan hukum, baru akan dipidanakan lagi berlandaskan gugatan perdata ini,” tutupnya.

Darso Arief adalah penulis buku berjudul “Yusuf Mansur Menebar Cerita Fiktif Menjaring Harta Umat”, “Banyak Orang Bilang Yusuf Mansur Menipu”, “1001 Dusta Paytren dan Yusuf Mansur”, “Menggugat Yusuf Mansur,”.

Ia juga pernah menjadi pelapor kasus dugaan penipuan oleh YM di Polda Jatim pada tahun 2014 silam. Pelaporan ini atas kuasa para korban yang saat ini kembali menempuh jalur hukum mencari keadilan dengan mengajukan gugatan perdata ke PN Tangerang.

Kiblatnet telah menghubungi Yusuf Mansur untuk meminta klarifikasi terkait masalah ini. Namun, hingga berita ini diturunkan, Yusuf Mansur tidak memberikan keterangan apapun.

BACA JUGA  Massa PA 212 Akan Kepung DPR Siang Ini

 

Reporter : Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Antisipasi Virus Corona, MUI Minta Umat Islam Baca Qunut Nazilah

Pimpinan Majelis Ulama Indonesia menghimbau Umat Islam untuk membaca Qunut Nazilah agar terhindar dari virus Corona.

Selasa, 03/03/2020 20:37 0

Wilayah Lain

Hampir Setahun Berlalu, Masjid Al-Noor Christchurch Kembali Mendapat Ancaman

Masyarakat tengah merencanakan upacara peringatan satu tahun pembunuhan massal yang terjadi pada 15 Maret tersebut.

Selasa, 03/03/2020 17:46 0

Rusia

Petinggi Hamas Temui Menlu Rusia, Bahas Apa?

Menteri Luar Negeri Rusia bertemu dengan kepala biro politik Hamas pada Senin (02/03/2020). Pertemuan itu membahas isu-isu yang menjadi kepentingan bersama.

Selasa, 03/03/2020 13:41 0

India

Kekerasan New Delhi: “Saudaraku Tewas Usai Dipukuli Polisi”

Naeem mengungkapkan bahwa polisi memukuli saudaranya dan memaksanya menyanyikan lagu nasional India.

Selasa, 03/03/2020 11:23 0

Qatar

Ini Empat Poin Penting Dalam Teks Perjanjian AS-Taliban

Keempat: Taliban memulai negosiasi dengan berbagai faksi dan faksi Afghanistan pada 10 Maret.

Selasa, 03/03/2020 08:41 0

Afghanistan

Taliban: Tak Ada Negosiasi Nasional Jika 5.000 Anggota Kami Tak Dibebaskan

"Jika 5.000 tahanan kami –kurang seratus atau dua ratus atau pun lebih dari itu tidak masalah— tidak dibebaskan, tidak akan ada negosiasi antara Afghanistan," tegas Mujahid.

Selasa, 03/03/2020 08:14 0

India

Muslim Delhi Jadi Sasaran Boikot Ekonomi Warga Hindu

Pasca kerusuhan banyak warga yang menolak mempekerjakan atau berbisnis dengan muslim.

Selasa, 03/03/2020 01:43 0

India

Pasca Rusuh, Pemerintah Delhi Ganti Rugi Murah Kerusakan

Banyak korban beranggapan jumlah tersebut tidak cukup untuk mengkompensasi kerugian mereka.

Selasa, 03/03/2020 01:05 0

Turki

Turki Mulai Kampanye Militer Perangi Pasukan Bashar Assad

Sementara situasi di Suriah memburuk, Menteri Pertahanan Turki Khulusi Akar mengumumkan bahwa Ankara tidak ingin menghadapi Rusia, sekutu setia rezim Suriah.

Senin, 02/03/2020 10:04 0

Qatar

AS Akhirnya Tandatangani Kesepakatan Mundur dari Afghanistan

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh negosiator AS, Zalmay Khalilzad, dan kepala biro politik gerakan, dan wakil pemimpinnya Mullah Abdul Ghani Brader, di hadapan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan perwakilan puluhan negara.

Senin, 02/03/2020 08:07 0

Close