... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

ACT Bangun Huntara Untuk Korban Bencana Banjir dan Lonsor di Lebak

Foto: ACT Bangun Huntara di Lebak

KIBLAT.NET, Lebak – Pasca banjir dan longsor yang menerjang Kabupaten Lebak Banten di awal tahun 2020 masih menyisakan kerusakan parah. Beberapa jembatan bahkan hancur sehingga memutus akses yang menghubungkan dua kampung. Pun tempat tinggal korban juga suda tidak bisa dihuni kembali karena kerusakan yang begitu parah.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) berusaha untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang layak bagi warga yang terdampak dengan membangun Hunian Sementara (HUNTARA) atau Integrated Community Shelter (ICS). Adapun proses peletakkan batu pertama dilakukan di Desa Sukarame, Kecamatan Sajira, Lebak Banten, Selasa (03/03/2020).

Presiden ACT, lbnu Khajar menjelaskan bahwa hunian sementara atau Integrated Community Shelter (ICS) dibangun agar masyarakat terdampak bisa mendapatkan tempat yang layak untuk ditinggali. Pembangunan huntara tersebut berlokasi di lahan milik desa dan akan dibangun sebanyak 52 unit.

“Yang mana hal tersebut pernah dilakukan ACT untuk korban bencana Lombok dan Palu,” ungkapnya sesaat sebelum peletakkan batu pertama.

Bila sesuai rencana, lanjut Ibnu, ICS akan rampung dalam waktu tiga tahun dengan fasilitas lengkap. Seperti Huntara, mushala, dapur umum, tempat mandi cuci kakus (MCK), dan layanan kesehatan.

“Lalu ada sekolah, sarana air bersih, dan agenda pengenalan agar bisa mengantisipasi bencana berikutnya sehingga ada kesiapsiagaan dan antisipasi risiko bencana. Ini semua amanah dari semua donatur dari seluruh Indonesia, itulah cara kita merajut kebersamaan dan silaturahmi karena mereka masih merasa punya saudara,” paparnya.

BACA JUGA  88% Kondisi KUA di Jakarta Sudah Tidak Layak, Ada yang Hampir Roboh

Adapun untuk dana pembangunan huntara, Ibnu menuturkan bahwa ACT mendapatkan bantuan dari NGO Global Giving, Amerika Serikat sebanyak 50.000 dollar atau sekitar RP. 670 juta sebagai dana awal. Adapun total kebutuhan dana yaitu sekitar RP. 2,2 miliar.

“Adapun sisa kekurangannya, akan dibantu dari kalangan donatur-donatur lain untuk mewujudkan pembangunan huntara tersebut. Kami yakin dana pembangunan huntara itu terpenuhi, karena ACT hadir untuk membantu kemanusiaan dengan menghimpun dana dari donatur itu,” jelasnya.

Sementara itu, Rahmat, Camat Sajira Kabupaten Lebak mengapresisasi upaya bantuan dari ACT yang telah membangun huntara untuk warga korban bencana alam.

“Pembangunan huntara tersebut tentu sangat diimpikan warga, karena mereka ingin tinggal secara aman, nyaman dan juga terpadu. Kami berharap ACT bisa kembali membangun huntara di lokasi lainya guna meringankan beban warga yang terdampak bencana alam,” pungkasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

MUI Minta Pemerintah Indonesia Putuskan Hubungan Diplomatik India

Majelis Ulama Indonesia mengutuk keras pembantaian terhadap Muslim di India. Wasekjen MUI, Najamuddin Ramly meminta pemerintah Indonesia putuskan hubungan diplomatik dengan pemerintah India.

Rabu, 04/03/2020 11:54 0

Suriah

Turki Kembali Tembak Jatuh Jet Tempur Suriah di Idlib

Sumber militer tidak menyebutkan nasib pilot, sementara Observatorium untuk Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) mengkonfirmasi pilot tewas setelah melompat dengan parasut di daerah Deir Sunbul, yang dikendalikan oleh faksi-faksi oposisi.

Rabu, 04/03/2020 10:22 0

Afghanistan

Trump Telepon Kepala Biro Politik Taliban Mullah Baradar

Komunikasi telepon itu berlangsung selama 35 menit. Taliban menjelaskan, pembicaraan jarak jauh itu pada pukul 14.40, sehari setelah Taliban mengakhiri gencatan senjata sementara.

Rabu, 04/03/2020 08:23 0

Video News

Antisipasi Virus Corona, MUI Minta Umat Islam Baca Qunut Nazilah

Pimpinan Majelis Ulama Indonesia menghimbau Umat Islam untuk membaca Qunut Nazilah agar terhindar dari virus Corona.

Selasa, 03/03/2020 20:37 0

Wilayah Lain

Hampir Setahun Berlalu, Masjid Al-Noor Christchurch Kembali Mendapat Ancaman

Masyarakat tengah merencanakan upacara peringatan satu tahun pembunuhan massal yang terjadi pada 15 Maret tersebut.

Selasa, 03/03/2020 17:46 0

Rusia

Petinggi Hamas Temui Menlu Rusia, Bahas Apa?

Menteri Luar Negeri Rusia bertemu dengan kepala biro politik Hamas pada Senin (02/03/2020). Pertemuan itu membahas isu-isu yang menjadi kepentingan bersama.

Selasa, 03/03/2020 13:41 0

India

Kekerasan New Delhi: “Saudaraku Tewas Usai Dipukuli Polisi”

Naeem mengungkapkan bahwa polisi memukuli saudaranya dan memaksanya menyanyikan lagu nasional India.

Selasa, 03/03/2020 11:23 0

Qatar

Ini Empat Poin Penting Dalam Teks Perjanjian AS-Taliban

Keempat: Taliban memulai negosiasi dengan berbagai faksi dan faksi Afghanistan pada 10 Maret.

Selasa, 03/03/2020 08:41 0

Afghanistan

Taliban: Tak Ada Negosiasi Nasional Jika 5.000 Anggota Kami Tak Dibebaskan

"Jika 5.000 tahanan kami –kurang seratus atau dua ratus atau pun lebih dari itu tidak masalah— tidak dibebaskan, tidak akan ada negosiasi antara Afghanistan," tegas Mujahid.

Selasa, 03/03/2020 08:14 0

India

Muslim Delhi Jadi Sasaran Boikot Ekonomi Warga Hindu

Pasca kerusuhan banyak warga yang menolak mempekerjakan atau berbisnis dengan muslim.

Selasa, 03/03/2020 01:43 0

Close