Wasekjen MUI: Adakah Penganut Agama Lain Dibantai di Negara Mayoritas Muslim?

KIBLAT.NET, Jakarta – Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Tengku Zulkarnain menegaskan bahwa Indonesia jangan diam melihat pembantaian Muslim di India. Ia menilai, setidaknya Indonesia harus mengutuk tragedi tersebut.

“Respon Indonesia paling tidak mengutuk aksi brutal dan Pemerintah paling tidak memanggil duta besar India minta klarifikasi, kalau tidak berani seperti Pakistan dan Turki. Jangan diam, itu melanggar Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan NKRI turut aktif menciptakan perdamain dunia. Jadi jangan bungkam saja,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Senin (02/03/2020).

Tengku juga menekankan bahwa umat Islam banyak mengalami pembantaian di dunia ini. Dari mulai di Myanmar, Palestina hingga India. Ia mempertanyakan apakah umat Islam melakukan pembantaian saat muslim mayoritas.

“Adakah penganut Agama selain Islam yang dibunuhi massal di negara mayoritas Muslim? Oleh karena itu berhentilah mencurigai Muslim sebagai teroris, radikalis, brutal, anti persatuan, penebar kebencian, dan lain lain pelabelan buruk tentang Islam dan kaum Muslimin,” tuturnya.

Menurutnya, umat Islam di Indonesia juga harus bersuara. Namun, tidak boleh melanggar hal-hal yang dilarang Allah.

“Umat Islam wajib bersuara tapi jangan kita melakukan hal-hal yang dilarang Allah dengan membalas kejadian atas perlakuan yang menimpa Muslim di sana, di negara kita tercinta Indonesia. Salurkan keprihatinan kita lewat jalur Konstitusi,” tuturnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat