Muslim Delhi Jadi Sasaran Boikot Ekonomi Warga Hindu

KIBLAT.NET, Delhi – Seminggu pasca kerusuhan di Ibukota India, Delhi, warga muslim kembali dikejutkan dengan boikot ekonomi yang menyasar warga muslim.

Padahal banyak warga muslim yang tengah menderita kerugian akibat peropertinya dirusak atau dibakar oleh para perusuh Hindu.

Seorang warga muslim lokal mengaku terkejut dengan boikot yang terjadi. Ia menuturkan, pasca kerusuhan banyak warga yang menolak mempekerjakan atau berbisnis dengan muslim.

“Sebagian besar dari kita ditolak pekerjaan dan ditolak untuk membeli bahan mentah untuk bisnis kami. Saya pergi ke toko grosir, dan dia menolak untuk memberi saya apa-apa dengan alasan dia tidak ingin mendapat masalah dengan melakukan bisnis dengan seorang Muslim, ” kata seorang warga lokal bernama Zohran (nama disamarkan).

Umat ​​Muslim di daerah tersebut ditolak ketika akan membeli di toko bahan makanan milik seorang Hindu setempat karena toko-toko Muslim telah ditutup atau dibakar.

Sementara itu, ketakutan di Delhi juga mendorong anak-anak muda muslim untuk menyembunyikan identitas mereka dengan menanggalkan jilbab dan peci mereka.

Seperti yang dilakukan seorang mahasiswi bernama Fareena Khan (nama disamarkan). Mahasiswi berusia 22 tahun ini menanggalkan jiblabnya karena alasan keamanan.

“Ini adalah masa yang sangat tidak aman. Meskipun rasanya aneh bepergian tanpa jilbab, saya belum memakainya karena saya menggunakan metro setiap hari, ”katanya.

Korban tewas dalam kerusuhan di Delhi timur pada pekan lalu menyentuh angka 47 pada hari Senin setelah empat mayat dievakuasi dari saluran pembuangan dan dibawa ke rumah sakit.

Reporter: Guntur Aji

Sumber: AA

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat