Kenapa Kekerasan di Hindu Layak Disebut Pembantaian? Ini Kata ACT

KIBLAT.NET, Jakarta – Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar mengatakan bahwa peristiwa yang terjadi terhadap umat Islam di India saat ini bukan lagi hanya sekedar kerusuhan semata. Akan tetapi lebih layak dikatakan sebagai pembantaian.

“Kamis yang lalu, kita dikagetkan dengan video-video yang beredar begitu terbukanya, pembantaian demi pembantaian. Saya terpaksa mengatakan bukan kerusuhan, saya ingin mengatakan pembantaian karena umat Islam dibunuh dengan keji,” ungkap Ibnu dalam konferensi pers Selamatkan Saudara Muslim di India di kantor ACT, Jakarta Selatan, Senin (02/03/2020).

Ibnu menuturkan bahwa ia merasa heran, seandainya mereka bangsa India manusia, kenapa perilakunya tidak seperti manusia. Padahal Muslim India adalah orang yang pernah hidup bersama, orang yang berada dalam satu bangsa.

“Dan mereka (muslim India.red) dipukuli, para politisi pun juga menerbitkan suatu aturan yang mana konstitusi negaranya mengabaikan sisi kemanusiaan,” tuturnya.

Apa yang terjadi di India, lanjut Ibnu, bukan masalah jumlahnya yang meninggal, bukan masalah berapa gedung yang di bakar atau masjid yang diruntuhkan, tapi lebih dari itu. Sisi kemanusiaan kita sedang tercoreng saat ini hanya karena sebuah undang-undang dan sebuah konstitusi Negara melegitimasi pembantaian manusia-manusia yang lain.

“Ada 5000 orang yang mengungsi, 250 orang luka-luka, 42 orang. Kami tegas mengatakan syahid, karena mereka terbunuih dalam membela (agama Islam), mereka terbunuh bukan sesuatu yang hina. Yang dibunuh sebenarnya bukan cuman saudara Muslim yang disana, tapi yang dibunuh kebersamaan hidup di India, yang dihancurkan bukan cuman masjid dan bangunan-bangunan, yang dihancurkan adalah kebersamaan kehidupan di India,” jelas Ibnu.

BACA JUGA  Amien Rais Minta Masyarakat Tetap Kawal Penembakan Laskar

Sebagai anak bangsa, Ibnu mendorong seluruh Ummat Islam di dunia untuk mulai peduli dengan urusan-urusan saudara Muslim di India. Ibnu bersyukur karena banyak masjid-masjid yang sudah melaksanakan shalat ghaib untuk mendoakan kaum Muslimin di India, juga seluruh ulama-ulama yang telah bersuara.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat