Kekerasan New Delhi: “Saudaraku Tewas Usai Dipukuli Polisi”

KIBLAT.NET, New Delhi – Lebih dari 40 orang tewas dalam tiga hari kekerasan yang menargetkan Muslim. Sementara lebih dari 200 lainnya terluka dalam insiden yang terjadi pekan lalu.

Naeem mengatakan bahwa saudaranya Faizan tewas setelah dipukuli oleh polisi. Video pemukulan tersebut telah viral dan tersebar luas.

Naeem mengungkapkan bahwa polisi memukuli saudaranya dan memaksanya menyanyikan lagu nasional India.

“Saudaraku orangnya biasa, ketidakadilan telah dilakukan. Para dokter tidak merawatnya dengan sungguh-sungguh, sementara polisi memukulinya. Dia dipukuli tanpa ampun. Mereka menyeretnya lalu memukuli sekitar dua jam, lalu mencampakkannya di jalanan,” tutur Naeem sambil memperlihatkan foto saudaranya.

“Setelah itu, sebuah mobil polisi datang dan membawanya ke rumah sakit GTB. Kemudian dia dibawa ke kantor polisi. Kami dilarang menjenguknya. Lalu mereka melepaskannya pada malam hari dalam kondisi luka parah,” lanjutnya, sambil terus terisak, menangis.

“Kami membawanya ke rumah. Tapi kondisinya semakin memburuk di pagi hari. Kami lalu membawanya ke rumah sakit, dan dia meninggal di sana sore harinya.”

Polisi New Delhi tidak menanggapi permintaan komentar dalam hal ini. Rafique, salah seorang korban Muslim lainnya menceritakan kejadian serupa.

“Aku mencari ibuku ketika kerusuhan dimulai. Tiba-tiba polisi menyerang kami. Orang-orang pun berlarian, termasuk aku. Polisi menangkapku ketika aku terjatuh. Aku terus memohon supaya mereka melepaskan dan tidak memukuliku. Namun mereka terus memukuli kami,” ujarnya.

Rafique, dengan kondisi lebam di tangan dan kaki, menunjuk di handphone, “Ini aku, yang berbaju putih.”

“Mereka memintaku menyanyikan lagu nasional India. Aku takut untuk beranjak dan tidak dapat pergi ke rumah sakit. Akhirnya ketika mendapat kesempatan, aku langsung pergi ketika situasi sedikit mereda. Situasi di India sangat suram ketika itu. Aku tidak bisa lagi bilang apa-apa,” ujarnya.

Kekerasan terjadi dalam aksi protes menentang undang-undang kewarganegaraan yang kontroversial yang mendiskriminasi umat Islam.

Sumber: BBC
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat