... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kekerasan New Delhi: “Saudaraku Tewas Usai Dipukuli Polisi”

Foto: Naeem saat diwawancarai BBC tentang kematian saudaranya saat kekerasan di New Delhi.

KIBLAT.NET, New Delhi – Lebih dari 40 orang tewas dalam tiga hari kekerasan yang menargetkan Muslim. Sementara lebih dari 200 lainnya terluka dalam insiden yang terjadi pekan lalu.

Naeem mengatakan bahwa saudaranya Faizan tewas setelah dipukuli oleh polisi. Video pemukulan tersebut telah viral dan tersebar luas.

Naeem mengungkapkan bahwa polisi memukuli saudaranya dan memaksanya menyanyikan lagu nasional India.

“Saudaraku orangnya biasa, ketidakadilan telah dilakukan. Para dokter tidak merawatnya dengan sungguh-sungguh, sementara polisi memukulinya. Dia dipukuli tanpa ampun. Mereka menyeretnya lalu memukuli sekitar dua jam, lalu mencampakkannya di jalanan,” tutur Naeem sambil memperlihatkan foto saudaranya.

“Setelah itu, sebuah mobil polisi datang dan membawanya ke rumah sakit GTB. Kemudian dia dibawa ke kantor polisi. Kami dilarang menjenguknya. Lalu mereka melepaskannya pada malam hari dalam kondisi luka parah,” lanjutnya, sambil terus terisak, menangis.

“Kami membawanya ke rumah. Tapi kondisinya semakin memburuk di pagi hari. Kami lalu membawanya ke rumah sakit, dan dia meninggal di sana sore harinya.”

Polisi New Delhi tidak menanggapi permintaan komentar dalam hal ini. Rafique, salah seorang korban Muslim lainnya menceritakan kejadian serupa.

“Aku mencari ibuku ketika kerusuhan dimulai. Tiba-tiba polisi menyerang kami. Orang-orang pun berlarian, termasuk aku. Polisi menangkapku ketika aku terjatuh. Aku terus memohon supaya mereka melepaskan dan tidak memukuliku. Namun mereka terus memukuli kami,” ujarnya.

BACA JUGA  Pemuda Muslim India Dipukuli Lantaran Angkut Daging

Rafique, dengan kondisi lebam di tangan dan kaki, menunjuk di handphone, “Ini aku, yang berbaju putih.”

“Mereka memintaku menyanyikan lagu nasional India. Aku takut untuk beranjak dan tidak dapat pergi ke rumah sakit. Akhirnya ketika mendapat kesempatan, aku langsung pergi ketika situasi sedikit mereda. Situasi di India sangat suram ketika itu. Aku tidak bisa lagi bilang apa-apa,” ujarnya.

Kekerasan terjadi dalam aksi protes menentang undang-undang kewarganegaraan yang kontroversial yang mendiskriminasi umat Islam.

Sumber: BBC
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kenapa Kekerasan di Hindu Layak Disebut Pembantaian? Ini Kata ACT

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar mengatakan bahwa peristiwa yang terjadi terhadap umat Islam di India saat ini bukan lagi hanya sekedar kerusuhan semata.

Selasa, 03/03/2020 07:30 0

Indonesia

Wasekjen MUI: Adakah Penganut Agama Lain Dibantai di Negara Mayoritas Muslim?

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Tengku Zulkarnain menegaskan bahwa Indonesia jangan diam melihat pembantaian Muslim di India.

Selasa, 03/03/2020 01:13 0

Indonesia

ACT Akan Kirim Bantuan ke Korban Pembantaian India

Dewan Pembina Aksi Cepat Tanggap (ACT) Syuhelmaidi Syukur mengatakan bahwa ACT akan mengirimkan bantuan tahap awal senilai Rp. 500 Juta serta bantuan pangan sebanyak 100 ton untuk korban kerusuhan di India

Selasa, 03/03/2020 01:02 0

Indonesia

Soal Teror India, Tengku Zulkarnain: Dunia Diam Jika Korbannya Muslim

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Tengku Zulkarnain menegaskan bahwa pembantaian kepada Muslim India telah mempermalukan India.

Senin, 02/03/2020 23:58 0

Indonesia

Sidang Perdana Kasus Perdata Yusuf Mansur Digelar 18 Maret

Jam'an Nur Chotib Mansur alias Ustadz Yusuf Mansur (YM) digugat oleh sejumlah orang di Pengadilan Negeri Tangerang.

Senin, 02/03/2020 17:28 5

Indonesia

Anwar Abbas: Ibu Kota Baru untuk Rakyat Indonesia Atau Asing dan Aseng?

Sekjen MUI, Anwar Abbas menegaskan bahwa ini merupakan sebuah rencana besar yang menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara.

Senin, 02/03/2020 17:22 0

Indonesia

Saudi Beri Jaminan Perpanjangan Umrah Tanpa Biaya

Menag mengaku, sampai saat ini belum ada kabar terbaru dari pemerintah Arab Saudi terkait kepastian kapan penangguhan izin masuk ke negaranya akan dicabut.

Senin, 02/03/2020 14:00 0

Indonesia

Indonesia Kena Virus Corona, Yusuf Mansur: Banyakin Ngaji, Shalawat, Sedekah

Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Quran, Yusuf Mansur menyerukan agar umat Islam untuk mengantisipasi virus korona COVID-19 dengan cara berdoa.

Senin, 02/03/2020 13:20 1

Indonesia

Jokowi Umumkan Kasus Pertama Infeksi Corona di Indonesia

Jokowi mengungkapkan, kedua orang tersebut adalah seorang ibu dan anak

Senin, 02/03/2020 12:39 0

Indonesia

Keadilan Sosial dan Lingkungan Harus Tercermin di Pasal Omnibus Law

Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet mengingatkan kepada semua pihak agar Omnibus Law Cipta Kerja harus dapat menjaga amanah reformasi.

Sabtu, 29/02/2020 21:28 0

Close