... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ini Empat Poin Penting Dalam Teks Perjanjian AS-Taliban

Foto: Negosiasi antara Taliban-AS

KIBLAT.NET, Doha – Amerika Serikat dan gerakan Taliban, Sabtu (29/02/2020), akhirnya menandatangani perjanjian di Doha, ibu kota Qatar, setelah negosiasi panjang. Penandatanganan itu menjadi sejarah baru bagi Afghanistan yang porak-poranda akibat invasi AS sejak 18 tahun lalu.

Perjanjian itu ditandatangani oleh utusan khusus AS untuk Afghanistan Zalmy Khalilzad dan kepala biro politik Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar. Penandatanganan itu dilakukan di hadapan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Teks perjanjian yang ditandatangani di bawah sponsor Qatar di hadapan menteri pertahanan dan menteri luar negeri Qatar itu terdiri dari 4 halaman. CNN menyoroti empat poin penting dari poin-poin yang ada. Berikut empat poin tersebut berdasarkan keterangan pers dari Departemen Luar Negeri Qatar:

Pertama: Amerika Serikat harus menyelesaikan penarikan sisa pasukannya dan sekutu-sekutunya, termasuk semua pegawai negeri sipil non-diplomatik, keamanan swasta, kontraktor, dan personel layanan pendukung dari Afghanistan, dalam waktu 14 bulan, setelah perjanjian antara Amerika Serikat dan Taliban, asalkan Taliban memenuhi kewajiban mereka berdasarkan perjanjian tersebut .

Kedua: Amerika Serikat pada prinsipnya akan mengurangi pasukannya di Afghanistan menjadi 8.600 personel, dalam waktu 135 hari setelah perjanjian dengan Taliban, dan Amerika Serikat dan sekutunya akan menarik semua pasukan dari lima pangkalan militer, sementara Amerika Serikat dan sekutunya akan menyelesaikan penarikan pasukan yang tersisa dari Afghanistan dalam sembilan setengah bulan.

Ketiga: Amerika Serikat akan bekerja dengan semua pihak yang terlibat dalam perjanjian untuk membebaskan tahanan politik dan tahanan dengan alasan terkait konflik, hingga lima ribu tahanan yang berafiliasi dengan Taliban, dengan tujuan membangun kepercayaan di antara para pihak dan meningkatkan koordinasi di antara mereka.

Keempat: Taliban memulai negosiasi dengan berbagai faksi dan faksi Afghanistan pada 10 Maret.

Sementara itu, dalam keterangan terbaru Taliban menyatakan tak akan ikut negosiasi nasional sampai lima ribu anggotanya dibebaskan dari tahanan rezim Kabul. Pembebasan ini menjadi syarat utama untuk membangun kepercayaan dalam negosiasi.

Sumber: CNN
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kenapa Kekerasan di Hindu Layak Disebut Pembantaian? Ini Kata ACT

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar mengatakan bahwa peristiwa yang terjadi terhadap umat Islam di India saat ini bukan lagi hanya sekedar kerusuhan semata.

Selasa, 03/03/2020 07:30 0

Indonesia

Wasekjen MUI: Adakah Penganut Agama Lain Dibantai di Negara Mayoritas Muslim?

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Tengku Zulkarnain menegaskan bahwa Indonesia jangan diam melihat pembantaian Muslim di India.

Selasa, 03/03/2020 01:13 0

Indonesia

ACT Akan Kirim Bantuan ke Korban Pembantaian India

Dewan Pembina Aksi Cepat Tanggap (ACT) Syuhelmaidi Syukur mengatakan bahwa ACT akan mengirimkan bantuan tahap awal senilai Rp. 500 Juta serta bantuan pangan sebanyak 100 ton untuk korban kerusuhan di India

Selasa, 03/03/2020 01:02 0

Indonesia

Soal Teror India, Tengku Zulkarnain: Dunia Diam Jika Korbannya Muslim

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Tengku Zulkarnain menegaskan bahwa pembantaian kepada Muslim India telah mempermalukan India.

Senin, 02/03/2020 23:58 0

Indonesia

Sidang Perdana Kasus Perdata Yusuf Mansur Digelar 18 Maret

Jam'an Nur Chotib Mansur alias Ustadz Yusuf Mansur (YM) digugat oleh sejumlah orang di Pengadilan Negeri Tangerang.

Senin, 02/03/2020 17:28 5

Indonesia

Anwar Abbas: Ibu Kota Baru untuk Rakyat Indonesia Atau Asing dan Aseng?

Sekjen MUI, Anwar Abbas menegaskan bahwa ini merupakan sebuah rencana besar yang menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara.

Senin, 02/03/2020 17:22 0

Indonesia

Saudi Beri Jaminan Perpanjangan Umrah Tanpa Biaya

Menag mengaku, sampai saat ini belum ada kabar terbaru dari pemerintah Arab Saudi terkait kepastian kapan penangguhan izin masuk ke negaranya akan dicabut.

Senin, 02/03/2020 14:00 0

Indonesia

Indonesia Kena Virus Corona, Yusuf Mansur: Banyakin Ngaji, Shalawat, Sedekah

Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Quran, Yusuf Mansur menyerukan agar umat Islam untuk mengantisipasi virus korona COVID-19 dengan cara berdoa.

Senin, 02/03/2020 13:20 1

Indonesia

Jokowi Umumkan Kasus Pertama Infeksi Corona di Indonesia

Jokowi mengungkapkan, kedua orang tersebut adalah seorang ibu dan anak

Senin, 02/03/2020 12:39 0

Indonesia

Keadilan Sosial dan Lingkungan Harus Tercermin di Pasal Omnibus Law

Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet mengingatkan kepada semua pihak agar Omnibus Law Cipta Kerja harus dapat menjaga amanah reformasi.

Sabtu, 29/02/2020 21:28 0

Close
CLOSE
CLOSE