ACT Akan Kirim Bantuan ke Korban Pembantaian India

KIBLAT.NET, Jakarta – Dewan Pembina Aksi Cepat Tanggap (ACT) Syuhelmaidi Syukur mengatakan bahwa ACT akan mengirimkan bantuan tahap awal senilai Rp. 500 Juta serta bantuan pangan sebanyak 100 ton untuk korban kerusuhan di India, terutama ummat Muslim. Selain itu, ACT akan mengirimkan 3 orang relawan sebagai perwakilan untuk melihat kondisi disana secara langsung.

“Untuk pengiriman tim, kita akan mengirimkan tiga orang, untuk saat ini mereka sedang mengurus visa, sama seperti ketika kita mengirimkan relawan ke beberapa negara. Kita siapkan 100 ton pangan serta uang RP 500 juta untuk tahap awal, kita juga memiliki mitra disana yang akan menjalankan terlebih dahulu fungsi-fungsi penyampaian bantuan sampai tim kita datang,” ungkap Syuhelmaedi dalam konferensi pers di kantor ACT, Jakarta Selatan, Senin (02/03/2020)

Syuhelmaidi menuturkan untuk jenis bantuan, korban meninggal akan diberikan santunan, mereka yang terluka akan diberikan bantuan medis. Dan bagi mereka yang mengungsi akan diberikan bantuan pangan dan pakaian.

“Karena ketika mereka saat rumahnya terbakar, bisa jadi mereka keluar tanpa sempat membawa bekal atau barang-barang yang ada di rumah, jadi itu kondisi yang harus kita perhatikan,” tuturnya.

Syuhelmaidi mengatakan, ACT telah mengontak warga India asli maupun WNI yang telah menikah dengan warga India sebagai penghubung dengan korban dan kondisi lapangan. Selain itu penerapan jam malam juga menyulitkan relawan untuk mengetahui kondisi lapangan.

“Kenapa orang India? karena mereka yang tau kondisi lapangan dan bisa berkomunikasi dengan korban dan segala macam, karena dari Kamis sampai Minggu kemarin, jam malam. Jadi kondisinya masih mencekam, dan baru hari ini jam malam dicabut, sehingga tim kita baru bisa bergerak hari ini,” jelasnya.

BACA JUGA  Pakar: Penolak Vaksin Covid-19 Tak Bisa Dipidana

Adapun tujuan mengirim relawan, Syuhelmaidi menjelaskan hal tersebut untuk memperkuat dan melihat kondisi di India secara langsung dan lebih dekat. Sehingga ACT dapat mengetahui apakah bantuan dapat dilanjutkan atau sudah cukup dengan kondisi yang ada.

“Kita berharap problem ini cepat selesai, sehingga tidak ada efek jangka panjang, dan kita datang ke sana untuk menunjukkan persaudaraan. Baik persaudaraan sesama Muslim, maupun persaudaraan antar bangsa, kita prihatin dengan kondisi yang ada,” jelasnya.

Syuhelmaidi menjelaskan bahwa relawan yang akan dikirim ke India pada tahap awal, akan stand by sekitar dua pekan atau melihat kondisi yang ada. Kecuali, kata dia, ketika konfliknya berlanjut otomatis tim kita bisa jadi diperpanjang.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat