... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Fadli Zon Paparkan 5 Alasan Kenapa Omnibus Law Cipta Kerja Harus Ditolak

Foto: Fadli Zon.

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan bahwa Reaksi keras terhadap Rancangan Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Ciptaker) yang digagas pemerintah kian meluas. Maka, ia meminta agar pemerintah menarik kembali draf tersebut.

“Mengingat sejumlah cacat yang menyertainya, saya setuju dengan usulan agar pemerintah menarik kembali draf Omnibus Law agar diperbaiki sebelum kemudian diajukan kembali dengan konsep yang lebih bersih dan masuk akal,” ujar Fadli Zon, dalam akun twitternya @fadlizon, Kamis (27/2/2020).

Fadli memaparkan bahwa ada lima alasan draf Omnibus Law ini harus segera ditarik oleh pemerintah. Pertama, menurut Fadli Omnibus Law potensial melanggar prinsip demokrasi mengenai trias politika karena cenderung memperkuat kewenangan Presiden hingga ke tingkat yang luar biasa besar.

Bahkan, sambung Fadli dengan adanya Pasal 170, kekuasaan Presiden dalam proses penyusunan perundang-undangan jadi bersifat tunggal dan absolut, tak perlu lagi melibatkan parlemen. Padahal, menurut Pasal 20 Ayat (1) UUD 1945, dengan jelas disebutkan bahwa pembentukan undang-undang merupakan kewenangan DPR, bukan Pemerintah. Artinya, menurut konstitusi, DPR adalah pemegang kekuasaan pembentuk perundang-undangan.

Kedua, Fadli menjelaskan bahwa ada ketidaksinkronan antara persoalan yang didiagnosis oleh Omnibus Law dengan resep yang disusunnya. Menurutnya RUU ini dirancang sebagai solusi terhadap masalah ekonomi, pengangguran, dan investasi. Namun, resep-resep yang disusunnya justru bersifat kontraproduktif, bahkan cenderung destruktif bagi perekonomian.

BACA JUGA  HNW: Kita Perlu UU Perlindungan Tokoh Agama

“Di satu sisi, RUU ini ingin menciptakan lapangan kerja, tetapi isinya justru melemahkan dan cenderung mengabaikan hak-hak kaum pekerja. Di sisi yang lain, meski bisa menciptakan kepastian hukum bagi investasi, isinya justru bisa menciptakan ketidakpastian stabilitas sosial-politik, mengingat luasnya penolakan atas RUU ini,” ungkapnya.

Ketiga, Fadli menilai bahwa melalui RUU ini pemerintah di atas kertas telah mengabaikan perlindungan terhadap rakyatnya sendiri. Padahal, tujuan didirikan negara ini untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia.

“Dari sisi perburuhan, misalnya, Omnibus Law Cipta Kerja akan menghilangkan upah minimum, menghilangkan pesangon, menjebak kaum buruh dalam status outsourcing seumur hidup, melegalkan tenaga kerja asing tak terdidik masuk ke Indonesia, menghilangkan jaminan sosial bagi kaum buruh, serta memudahkan terjadinya PHK (Putus Hubungan Kerja),” jelasnya

Keempat, Fadli memaparkan meski yang menjadi konsen adalah soal investasi, pada kenyataannya persoalan yang hendak diatur dalam Omnibus Law bukanlah masalah-masalah utama yang selama ini menjadi penghambat investasi.

Pada 2019 lalu, World Economic Forum (WEF) merilis 16 faktor yang menjadi penghambat investasi di Indonesia. Dari 16 faktor tersebut, korupsi adalah masalah utama yang dianggap menggangu dan merugikan investor. Sehingga korupsi, termasuk di dalamnya suap, gratifikasi, favoritisme, serta uang pelicin, adalah penghambat utama investasi di Indonesia.

Kelima, Fadli menuturkan bahwa pemerintah mematok target yang tak masuk akal bagi pembahasan RUU ini. Presiden, misalnya, melontarkan pernyataan agar RUU ini bisa selesai dibahas dalam 100 hari kerja. Menurut Fadli, target itu jelas bermasalah.

BACA JUGA  Polisi Diminta Tak Buru-buru Vonis Gila Penusuk Syekh Jaber

Reporter: Fanny Alif
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

China

Wabah Corona, China Godok Larangan Makan Hewan Liar

Kota pusat teknologi China selatan, Shenzhen akan melarang konsumsi anjing dan kucing. China mencoba untuk menekan perdagangan satwa liar yang diduga para ilmuwan menyebabkan wabah virus corona.

Jum'at, 28/02/2020 13:58 0

Afrika

Kasus Virus Corona Mulai Muncul di Afrika Sub-Sahara

Pemerintah Nigeria pada Jumat (28/02/2020), mengumumkan kasus pertama dari virus corona baru di Afrika sub-Sahara.

Jum'at, 28/02/2020 13:34 0

India

Kekerasan di India: 79 Rumah, 52 Toko, 2 Sekolah, dan 4 Masjid Dibakar

Telah terjadi tingkat kekerasan parah di ibukota India dalam tiga hari. Para perusuh membakar properti termasuk masjid, sekolah, rumah, pabrik, dan toko.

Jum'at, 28/02/2020 13:25 0

India

Korban Bentrok Muslim-Hindu di India Meningkat

"Semua mayat yang kita tangani terdapat luka tembak," kata Kumar.

Jum'at, 28/02/2020 08:36 0

China

Kota Ini Tawarkan Rp19,7 juta Bagi Warganya Yang Laporkan Gejala Corona

Kota tersebut tengah berupaya memastikan orang-orang yang terinfeksi terisolasi dan dirawat secara medis.

Kamis, 27/02/2020 18:05 0

Manhaj

Bolehkah Bersedekah Agar Mendapat Manfaat Duniawi?

Memalingkan niat sedekah kepada selain Allah dapat membuat seseorang menjadi orang yang pertama kali diseret ke dalam api neraka. Karena sedekah adalah ibadah yang harus dimurnikan hanya kepada Allah.

Kamis, 27/02/2020 14:34 0

Palestina

Mata Issa Hilang Sebelah Usai Ditembak Tentara Israel Sepulang Sekolah

Seorang bocah Palestina yang ditembak di wajahnya oleh seorang perwira polisi Israel telah kehilangan mata kirinya.

Kamis, 27/02/2020 13:47 0

Afrika

Kekeringan, Anak-anak Zimbabwe Hanya Makan Sekali Sehari

Hampir setengah dari setidaknya 7,7 juta warga Zimbabwe menderita kerawanan pangan parah, terutama anak-anak.

Kamis, 27/02/2020 13:07 0

India

Korban Kekerasan India: Mereka Memaksaku Mengucap Mantra Hanuman

Kerabat korban Muslim menyebut polisi hanya berdiri diam ketika massa Hindu membakar gedung-gedung dan memukuli orang.

Kamis, 27/02/2020 12:53 2

Arab Saudi

Corona Masuk Timur Tengah, Saudi Tutup Sementara Kunjungan Umrah

Corona terdeteksi masuk ke Timur Tengah beberapa waktu lalu di Iran. Saat ini sudah puluhan orang di Iran positif Corona dan puluhan lainnya meninggal.

Kamis, 27/02/2020 09:28 0

Close