... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

ICRC: Situasi di Idlib Benar-benar Mengkhawatirkan

Foto: Tenda pengungsi kebanjiran akibat hujan lebat, di Atme Camps Region di Idlib, Suriah pada 27 Desember 2018. Permukiman, yang telah tinggal di kota-kota tenda, banjir, lumpur dan genangan udara, hujan lebat [Burak Karacaoğlu / Agensi Anadolu]

KIBLAT.NET, Idlib – Palang Merah Internasional pada Selasa (25/02/2020), mengaku “sangat khawatir” dengan kondisi keamanan dan kehidupan yang memburuk ratusan ribu warga sipil yang mengungsi di Idlib, Suriah barat laut.

Pada briefing PBB, Ruth Hetherington, juru bicara Komite Palang Merah Internasional (ICRC), mengatakan bahwa mereka yang dipaksa pindah “kehabisan pilihan untuk menemukan keselamatan diri mereka sendiri dan keluarga mereka.”

“Ini adalah gelombang pemindahan terburuk yang pernah kita lihat selama konflik Suriah,” ujarnya.

“Di tengah kondisi musim dingin yang keras di Idlib, kami melihat orang-orang terjebak, terisolasi dan kehabisan cara untuk mengatasinya. Benar-benar tidak dapat diterima,” kata Hetherington.

Dia mengatakan memburuknya akses ke perawatan medis dan pasokan penting bagi warga sipil di Idlib menciptakan situasi yang mengancam jiwa.

“Akses perawatan kesehatan yang kurang, kondisi hidup yang buruk dan sulitnya menjangkau lokasi menjadi konsekuensi kemanusiaan utama dari konflik Idlib,” kata Hetherington.

Pertempuran terus berlangsung dan menuju garis depan. Hal ini mengakibatkan akses bagi pekerja kemanusiaan dan sukarelawan menjadi menantang dan berisiko.

Hetherington mengutip Fabrizio Carboni, direktur ICRC yang berbasis di Jenewa untuk Timur Dekat dan Timur Tengah. Dia mengatakan: “Kami mendesak pihak-pihak yang terlibat untuk memungkinkan warga sipil bergerak ke tempat yang aman, baik dalam area yang mereka kuasai atau melintasi garis depan.”

BACA JUGA  Peringatan Houla: Ketika 100 Lebih Warga Dibantai Pasukan Assad

“Realitas harian cuaca dingin, basah, dan bersalju memperparah kondisi yang menciptakan kerusakan serius,” kata Hetherington.

“Jika warga sipil harus melarikan diri karena alasan keselamatan, semua langkah seharusnya diambil adalah memastikan anggota keluarga tidak terpisah dan setiap orang yang dipindahkan berada dalam kondisi tempat perlindungan, kebersihan, kesehatan, keselamatan dan nutrisi yang memuaskan,” katanya.

Sudah berbulan-bulan pasukan rezim Bashar Assad mempercepat serangan terhadap Idlib, kubu oposisi terakhir di negara yang dilanda perang. Mereka menargetkan warga sipil tak berdosa dengan dalih memerangi teroris.

Rezim tidak sendirian dalam serangannya, yang telah berlangsung sejak April 2019. Sebagai pendukungnya, Rusia sering aktif di lapangan yang memperparah krisis kemanusiaan.

Menurut pernyataan PBB pada hari Selasa, hampir 900.000 orang telah meninggalkan wilayah itu karena kampanye militer rezim terhadap Idlib. Ini menandai pergerakan migran terbesar dalam konflik sembilan tahun.

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Datangi DPR, BMOIWI dan Ormas Islam Dukung RUU Ketahanan Keluarga

Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) bersama dua puluhan ormas-ormas Islam nasional mendatangi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI

Rabu, 26/02/2020 13:33 0

Indonesia

KAMMI Dukung Pengesahan RUU Ketahanan Keluarga

Mira Fajri, Direktur Lembaga Kajian Hukum KAMMI (LKHK) secara tegas menyatakan dukungan dengan adanya inisiasi DPR untuk membahas, mengesahkan, menegakkan dan menjalankan RUU Ketahanan Keluarga.

Selasa, 25/02/2020 23:09 0

Indonesia

RUU Ketahanan Keluarga Mengangkat Nilai Keindonesiaan

Erik, Koordinator Aliansi Cerahkan Negeri (ACN). menyampaikan bahwa Ideologi yang mengusung RUU P-KS adalah ideologi Barat yakni feminisme

Selasa, 25/02/2020 23:00 0

Indonesia

Ada “Ustadz” Modusin Sedekah, Begini Konsep Sedekah Sesuai Syar’i Menurut KH. Athian

Dalam hal ini, KH. Athian selama ini tidak pernah menyebut inisial Sang Ustadz dalam kasus tersebut.

Selasa, 25/02/2020 22:20 0

Siyasah

Evaluasi Fase Pertama Masterplan Al-Qaidah: Menjebak Amerika dalam Pasir Hisap

Dalam master plan itu, para perencana strategis Al-Qaidah merencanakan tujuh tahapan jihad global mereka dalam kurun target waktu 20 tahun.  Dimulai dari tahun 2000 dengan menyerang New York dan akan berakhir pada tahun 2020,

Selasa, 25/02/2020 06:08 0

Artikel

Inilah yang Taliban Inginkan

Setelah 18 belas tahun berperang, kini hubungan Taliban-Amerika Serikat memasuki babak baru yaitu perjanjian damai. Apa yang sebenarnya menjadi keinginan Taliban dalam perjanjian damai tersebut.

Senin, 24/02/2020 17:48 0

Indonesia

Buku “Yusuf Mansur Obong” Ungkap Dugaan Skandal Penipuan Bermodus Sedekah

Penulis buku, HM Joesoef mengungkapkan bahwa penulisan buku ini dalam upaya mengingatkan yang bersangkutan supaya berhenti dan bertobat

Senin, 24/02/2020 15:27 4

Artikel

Menjaga Ukhuwah Islamiah

Di antara ajaran Al-Qur'an dan As-Sunnah adalah perintah mewujudkan dan menjaga ukhuwah islamiah (persaudaraan Islam) dan larangan melakukan segala perbuatan dan perkataan yang dapat merusak ukhuwwah islamiah. Maka, umat Islam wajib menjaga ukhuwah islamiah dan haram merusak ukhuwwah islamiah.

Senin, 24/02/2020 15:13 0

Indonesia

RUU Ketahanan Keluarga Atur Larangan Jual Beli Sperma dan LGBT

Salah satu yang disorot oleh media adalah pasal terkait penyimpangan seksual. Tidak hanya sejumlah pasal mengenai penyimpangan seksual, RUU Ketahanan Keluarga juga mengatur larangan donor dan jual beli sperma.

Senin, 24/02/2020 14:52 0

Siyasah

2020, Masih Adakah Al-Qaidah?

Setelah 19 tahun berlalu, masihkah hari ini umat Islam berharap pada jihad global ala Al-Qaidah? Lebih jelasnya, masih adakah Al-Qaidah dan agenda jihad globalnya melawan Amerika?

Senin, 24/02/2020 14:09 0

Close