... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

RUU Ketahanan Keluarga Mengangkat Nilai Keindonesiaan

Foto: Erik, Koordinator Aliansi Cerahkan Negeri (ACN). (Sumber: Edisi.co.id)

KIBLAT.NET, Jakarta – Masuknya RUU Ketahanan Keluarga dalam Program Legislasi Nasional DPR RI periode 2020/2024 menuai anggapan bahwa RUU tersebut menjadi lawan terkuat RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS).  Dikarenakan, suara penolakan terbanyak berasal dari beberapa aktivis perempuan yang juga mendukung pengesahan RUU P-KS.

Hal itu diungkapkan Erik, Koordinator Aliansi Cerahkan Negeri (ACN). Ia menyebut, anggapan tersebut bisa saja benar jika dilihat dari perbandingan ideologi pengusung kedua RUU tersebut yang jelas bertentangan.

“Kalau nanti sampai ada bargaining position di DPR atau legislatif bahwa RUU KK akan disahkan asalkan RUU P-KS juga disahkan, kami ACN akan menolak permainan kucing-kucingan seperti ini,” ujar Erik melalui rilisnya pada Senin (24/2/2020).

“ACN akan mengawasi dan memantau kerja legislatif, jangan sampai ada bargaining position antara RUU KK dan RUU P-KS. Hal tersebut jelas bukan win-win solution dan posisi ACN jelas. Kami mendukung pemerintah untuk mengesahkan RUU Ketahanan Keluarga dan mendesak pemerintah untuk menolak RUU P-KS,” lanjutnya.

Erik pun menyampaikan bahwa Ideologi yang mengusung RUU P-KS adalah ideologi Barat yakni feminisme. Menurutnya, secara landasan sosiologis, RUU P-KS jelas akan sulit diterima oleh bangsa Indonesia karena RUU P-KS kalau tidak mau mengatakan copy-paste, bisa dibilang merupakan adopsi konsep dari ratifikasi CEDAW.

“Berbeda dengan RUU Ketahanan Keluarga yang keseluruhannya mengangkat nilai-nilai keindonesiaan dalam landasan filosofis, sosiologis dan yuridis,” ungkap Erik.

BACA JUGA  PKS Minta Anggaran Kementrian dan Lembaga Difokuskan Atasi Corona

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Iran

Jaga Dominasi Syiah di Irak, Kelompok-kelompok Pro Iran Merapat ke Sadr

Pada pertemuan di kota suci Iran Qom, mereka mencapai kesepakatan dengan tokoh Syiah populis Sayyed Moqtada al-Sadr, yang memimpin jutaan orang Irak.

Selasa, 25/02/2020 15:52 0

Iran

Virus Corona Baru Merambah ke Timur Tengah

Beberapa negara di kawasan mengonfirmasi bahwa pasien pertama semuanya sebelumnya dari Iran.

Selasa, 25/02/2020 13:56 0

Palestina

Kejam, Pasukan Israel Hajar Pemuda Palestina dengan Buldoser

Pasukan Israel menembak mati seorang pemuda Palestina di dekat pagar Gaza-Israel. Sebuah buldoser kemudian menghajar tubuhnya dan membawanya pergi.

Selasa, 25/02/2020 13:03 0

Iran

Puluhan Orang di Iran Terinfeksi Virus Corona, Belasan Tewas

Pihak berwenang Iran mengonfirmasi sedikitnya 61 orang positif Corona

Selasa, 25/02/2020 09:30 0

Suriah

Gempuran Turki Tewaskan Sembilan Tentara Suriah

Gempuran itu untuk memberi perindungan pasukan oposisi merebut kembali kota Neirob yang beberapa hari lalu lepas

Selasa, 25/02/2020 07:54 0

Siyasah

Evaluasi Fase Pertama Masterplan Al-Qaidah: Menjebak Amerika dalam Pasir Hisap

Dalam master plan itu, para perencana strategis Al-Qaidah merencanakan tujuh tahapan jihad global mereka dalam kurun target waktu 20 tahun.  Dimulai dari tahun 2000 dengan menyerang New York dan akan berakhir pada tahun 2020,

Selasa, 25/02/2020 06:08 0

Artikel

Inilah yang Taliban Inginkan

Setelah 18 belas tahun berperang, kini hubungan Taliban-Amerika Serikat memasuki babak baru yaitu perjanjian damai. Apa yang sebenarnya menjadi keinginan Taliban dalam perjanjian damai tersebut.

Senin, 24/02/2020 17:48 0

Malaysia

PM Malaysia Mahathir Ajukan Pengunduran Diri

Spekulasi penyebab pengunduran diri Mahathir pun bertebaran dengan dua skenario utama yang dilaporkan media lokal.

Senin, 24/02/2020 15:27 0

Artikel

Menjaga Ukhuwah Islamiah

Di antara ajaran Al-Qur'an dan As-Sunnah adalah perintah mewujudkan dan menjaga ukhuwah islamiah (persaudaraan Islam) dan larangan melakukan segala perbuatan dan perkataan yang dapat merusak ukhuwwah islamiah. Maka, umat Islam wajib menjaga ukhuwah islamiah dan haram merusak ukhuwwah islamiah.

Senin, 24/02/2020 15:13 0

Siyasah

2020, Masih Adakah Al-Qaidah?

Setelah 19 tahun berlalu, masihkah hari ini umat Islam berharap pada jihad global ala Al-Qaidah? Lebih jelasnya, masih adakah Al-Qaidah dan agenda jihad globalnya melawan Amerika?

Senin, 24/02/2020 14:09 0

Close