Menjaga Ukhuwah Islamiah

Oleh: Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA*

KIBLAT.NET – Di antara ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah perintah mewujudkan dan menjaga ukhuwah islamiah (persaudaraan Islam) dan larangan melakukan segala perbuatan dan perkataan yang dapat merusak ukhuwwah islamiah. Maka, umat Islam wajib menjaga ukhuwah islamiah dan haram merusak ukhuwwah islamiah.

Namun sayangnya, sebahagian umat Islam tidak mengamalkan ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah tersebut. Mereka merusak ukhuwah islamiah dengan membenci, mencaci, menzhalimi, menyakiti, mengfitnah, dan menyesatkan saudaranya muslim. Bahkan seringkali ukhwuwah islamiah itu dirusak hanya gara-gara perbedaan pendapat atau madzhab dengan memaksa pendapat atau madzhabnya dan menyesatkan orang yang berbeda pendapat atau madzhab dengan tuduhan wahabi.

Makna dan Pentingnya Ukhuwwah Islamiah

Ukhuwah islamiah adalah persaudaran karena Islam. Maksudnya, seorang muslim itu bersaudara dengan muslim lainnya. Allah SWT menegaskan bahwa umat Islam itu bersaudara dengan firman-Nya,

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara.” (Al-Hujurat: 10).

Begitu pula Rasul SAW telah menegaskan bahwa umat Islam itu bersaudara dengan sabda beliau:

“Seorang muslim itu bersaudara dengan muslim yang lainnya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Al-Hafiz Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya “Tafsiir al-Quran al-Karim” menjelaskan ayat di atas: “Semua orang beriman itu bersaudara dalam agama”. Hal senada juga dijelaskan oleh Imam al-Baghawi dalam kitab tafsirnya “Ma’aalim At-Tanziil” dan Imam al-Khazin dalam kitab tafsirnya “Lubab at-Ta’wil fi Ma’aani at-Tanziil” bahwa maknanya adalah bersaudara dalam agama dan al-wilayah (perwalian) atau al-walayah (pertolongan). Imam as-Samarqandi dalam tafsirnya “Bahrul ‘Uluum” menjelaskan ayat di atas: Kaum muslimin seperti saudara dalam kerjasama dan tolong menolong sebab mereka di atas agama yang satu”.

BACA JUGA  Slamet Maarif: Reuni 212 Tahun Ini Ditunda

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di dalam tafsirnya “Taysir al-Kariim ar-Rahman fii Tafsiir Kalaami al-Mannaan” menjelaskan ayat di atas, “Inilah ikatan yang Allah ikatkan di antara kaum mukmin bahwa jika ada pada seseorang di manapun, di Timur dan Barat bumi, serta ada pada dirinya iman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-Nya, para Rasul-Nya dan hari akhir, maka sesungguhnya ia adalah saudara untuk kaum mukmin. Persaudaraaan ini mewajibkan kaum mukmin mencintai untuk saudaranya apa saja yang mereka untuk diri mereka sendiri dan membenci untuk dia apa saja yang mereka benci untuk diri sendiri.”

Dalam kitab tafsirnya “Adhwaau Al-Bayan”, Syaikh Muhammad al-Amin bin Mukhtar asy-Syinqiti menjelaskan makna persaudaraan dalam ayat diatas adalah ukhuwwah ad-adiin (persaudaraan agama), bukan ukhuwwah an-nasab (persaudaraan hubungan keluarga). Beliau menjelaskan, “Persaudaraan agama lebih agung dan lebih kuat dari persaudaraan hubungan keluarga (nasab) berdasarkan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah”.

Ukhuwah islamiah sangat penting dalam Islam. Oleh karena itu, ukhuwah islamiah diperintahkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dengan ukhuwah islamiah, maka akan terwujud sikap saling toleransi dalam khilafiah, mencintai, membantu dan mengasihi sesama muslim. Dengan demikian, akan terwujud persatuan umat Islam dan perdamaian dalam negara. Dengan terwujudnya persatuan, maka umat Islam menjadi umat yang kuat dan mulia seperti pada masa Nabi dan para sahabat. Dengan ukhuwah islamiah pula negara ini aman dan damai sehingga akan tercipta stabiltas negara dan persatuan umat dan bangsa. Demikian pentingnya ukhuwah islamiah dalam Islam.

BACA JUGA  Jejak Dakwah Habib untuk Bangsa

Para sahabat sangat peduli dan komitmen dengan ukhuwah islamiah. Mereka sangat menjaga ukhuwah islamiah. Meskipun terkadang mereka berbeda pendapat, namun hal itu tidak membuat mereka saling dengki dan membenci, apalagi menyesatkan saudaranya msulim. Perbedaan itu mereka sikapi dengan saling toleransi, mencintai, membantu, mengasihi dan menghormati saudaranya muslim. Inilah sikap ukhuwah islamiah yang ditanamkan dan diajarkan oleh Rasul SAW kepada para sahabat sehingga umat Islam menjadi kuat dan berjaya pada masa sahabat. Maka sudah sepatutnya kita mencontoh para sahabat sebagai generasi terbaik umat seperti yang ditegaskan dan diperintahkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat