... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Mahfud MD Bilang RUU Omnibus Law Salah Ketik, Anda Percaya?

Foto: Prof Mahfud MD.

KIBLAT.NET – Kemunculan RUU Omnibus Law Cipta Kerja sejak awal menuai kontroversi. Dalam RUU yang dianggap mempermudah investasi tersebut, banyak hak buruh yang dipangkas. Selain itu, dalam Bab XIII Ketentuan Lain-lain di pasal 170 dituliskan bahwa pemerintah pusat berwenang mengubah ketentuan dalam Undang-undang. Adapun bunyi pasal tersebut:

Ayat 1.

Dalam rangka percepatan pelaksanaan kebijakan strategis cipta kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), berdasarkan Undang-Undang ini Pemerintah Pusat berwenang mengubah ketentuan dalam Undang-Undang ini dan/atau mengubah ketentuan dalam Undang-Undang yang tidak diubah dalam Undang-Undang ini.

Ayat 2.

Perubahan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah

Ayat 3.

Dalam rangka penetapan Peraturan Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Pemerintah Pusat dapat berkonsultasi dengan pimpinan Dewan Perwakilan rakyat Republik Indonesia.

Sontak saja pasal 170 tersebut membuat publik geram. Bagaimana tidak, Peraturan Pemerintah yang satu tingkat di bawah Undang-undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tiba-tiba bisa mengubah undang-undang. Padahal, aturan yang di bawah saja tidak boleh bertentangan dengan aturan yang di atasnya. Ini justru bisa mengubah.

Sebelum diserahkan ke DPR, Menkoperekonomian Airlangga Hartanto mengatakan bahwa RUU tersebut diserahkan ke Presiden Joko Widodo terlebih dahulu. Artinya, Presiden Jokowi seharusnya sudah melakukan penyaringan terhadap RUU tersebut. Terlebih beliau memiliki banyak staff milenial.

Namun, Menkopolhukam Mahfud MD dan Menkumham Yasonna Laoly mengaggap bahwa pasal tersebut salah ketik. Menurut Mahfud, Peraturan Pemerintah atau Peraturan Presiden tak bisa mengubah undang-undang.

BACA JUGA  Darurat Corona Akankah Menjadi Darurat Negara?

Alasan salah ketik tentu membuat masyarakat, terutama yang tak asing dengan isu hukum tertawa sinis. Sebab, bagaimana jika disebut salah ketik apabila yang salah ada satu pasal dengan tiga ayat. Publik pun akhirnya mempertanyakan bagaimana pemerintah menyusun Draf RUU tersebut. Apakah mereka sudah memperhatikan detail demi detail setiap frasa dalam RUU tersebut?

Jika seperti ini, kapabilitas pemerintah dalam membuat pertaturan justru diragukan. Nama Presiden yang sebelumnya sempat disebut Airlangga pun ikut tercoreng. Apakah ini wajar? Atau justru sebaliknya, pasal tersebut sengaja dicantumkan supaya Presiden nantinya mempunyai kewenangan lebih di bidang legislasi? Jika seperti itu yang dimau, kita ucapkan selamat datang pada otoritarianisme.

Jadi, Seberapa percaya anda para argumen bahwa RUU ini salah ketik? Anda yang menentukan. Tapi yang perlu citatat, dalam bab yang sama di bagian Penjelasan nomor II yaitu penjelasan Pasal Demi Pasal, Pasal 170 tertulis “cukup jelas”.

Penulis: Taufiq Ishaq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kesaksian Fauzi Baadilla Saat di Idlib: Tak Ada Listrik, Pengungsi Kekurangan Air

Aktor Indonesia, Fauzi Baadillah sempat mengunjungi pengungsi Suriah di Idlib bersama tim Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Sabtu, 22/02/2020 22:50 0

Indonesia

Fauzi Baadilla Tak Setuju Membantu Pengungsi Suriah Dikaitkan ISIS

Aktor Indonesia, Fauzi Baadilla menolak jika pihak yang memberikan bantuan ke pengungsi Suriah lantas disebut pro ISIS.

Sabtu, 22/02/2020 21:50 0

Indonesia

JIB: Pemuda Harus Meneladani M Natsir

Anak muda Indonesia dewasa ini jarang sekali anak muda yang mengidolakan tokoh pendiri bangsa Indonesia yang memiliki tauladan untuk anak muda saat ini

Sabtu, 22/02/2020 16:41 0

Indonesia

Kocak, Salam Pancasila Malah Jadi Bahan Lawakan Netizen

Anjuran Salam Pancasila oleh Kepala BPIP, Yudian Wahyudi ditanggapi oleh warganet. Alih-alih diikuti dengan serius, netizen justru membuat parodi yang memicu gelak tawa.

Sabtu, 22/02/2020 16:13 0

Indonesia

Golden Future: Isu ISIS Pengaruhi Donasi untuk Pengungsi Suriah

Ketua Yayasan Golden Future Fondation, Kristinawati Hidajat mengaku isu ISIS sangat berpengaruh terhadap donasi ke Suriah.

Jum'at, 21/02/2020 20:24 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Luangkan Waktu untuk Ibumu – Ust. Jayyad Al-Faza, S.Pd.I.

Kehadiran kita di dunia ini dengan sebuah pengorbanan yang sangat besar dari ibu kita, yang telah mengandung kita selama 9 bulan sepuluh hari kemudian mengorbankan nyawanya untuk melahirkan kita dan juga menyusui kita selama dua tahun.

Jum'at, 21/02/2020 17:43 0

Manhaj

Syarh Safinatun Naja 01: Mengenal Tanda-Tanda Baligh

Tanda-tanda baligh ada tiga. Sempurnanya umur laki-laki dan perempuan 15 tahun. Mimpi bagi laki-laki dan perempuan pada umur 9 tahun. Haidh khusus perempuan setelah umur 9 tahun.

Jum'at, 21/02/2020 17:40 0

Indonesia

Komisi VIII DPR RI Minta Kepala BPIP Tak Bikin Gaduh

Anggota Komisi VIII DPR RI, Achmad MSi mendesak Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi tidak membuat kegaduhan

Jum'at, 21/02/2020 14:42 0

Eropa

Pembunuh Sembilan Orang di Jerman Termotivasi Ideologi Teror Sayap Kanan

Seorang pria Jerman yang menembak sembilan orang hingga tewas di beberapa lokasi di pinggiran kota Frankfurt tampaknya termotivasi oleh ideologi sayap kanan.

Jum'at, 21/02/2020 14:39 0

Indonesia

MUI Minta Puan Lanjutkan Cita-cita Taufiq Kiemas

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta Puan Maharani, Ketua DPR RI untuk melanjutkan cita-cita almarhum bapaknya, Taufiq Kiemas.

Jum'at, 21/02/2020 14:27 0

Close