... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

JIB: Pemuda Harus Meneladani M Natsir

Foto: Diskusi JIB di Bandung

KIBLAT.NET, Bandung – Anak muda Indonesia dewasa ini jarang sekali anak muda yang mengidolakan tokoh pendiri bangsa Indonesia yang memiliki tauladan untuk anak muda saat ini. Hal itu diungkapkan Pegiat Jejak Islam untuk Bangsa, Fakhri Nurzaman.

“Banyak yang harus kita pelajari, salah satunya dari Pak Natsir, supaya kita tidak kurang tokoh tauladan, kan sekarang anak muda banyak kekurangan teladan,” ujar Fakhri, dalam bedah buku Capita Selecta karya Pahlawan Nasional, M Natsir di Hutan Kota Siliwangi, Bandung.Jumat (21/2/2020).

Fakhri mengungkapkan, dengan kurangnya sosok tauladan bagi anak muda Indonesia, maka mereka tidak memiliki kebanggan untuk menjadi bangsa Indonesia. Hanya saja, ketika ada pengajian atau majelis yang membahas tokoh bangsa, tidak banyak anak muda yang hadir dan antusias, hanya beberapa saja.

“Tidak ramai ketika ada kajian pengenalan tokoh Islam dan sejarahnya di Indonesia serta gagasannya,” ujarnya.

Fakhri pun mengungkapkan, salah satu tujuan JIB adalah mengenalkan anak muda dan masyarakat tentang tokoh Islam yang berjasa bagi bangsa, dan bisa diambil tauladan bagi banyak kalangan.

Fakhri pun memaparkan bahwa dalam buku Capita Selecta, beberapa semangat M Natsir termasuk menulis dan mengkoreksi pemerintahan bisa dirasakan.

“Menangkap semangat pak Natsir yang menulis untuk membalas tulisan. Bung Karno menulis Islam Sontoloyo, dibalas dengan Islam dan Akal Merdeka. Jadi begini, ini yang sangat mahal hari ini, bagaimana tulisan dibalas dengan tulisan, bukan malah sindiran,” lanjutnya.

BACA JUGA  HNW: Kita Perlu UU Perlindungan Tokoh Agama

Pelajaran lain yang bisa diambil dalam buku Capita Selecta adalah tawadhu’nya M Natsir. Fakhri menduga salah satu nama pena Natsir muda yaitu A. Mukhlis adalah Abdul Mukhlis, hamba yang ikhlas.

Dengan menggunakan nama pena, M Natsir seolah ingin wawasan dan pemikirannya sampai ke masyarakat dan pembaca, tidak perlu namanya dikenal sebagai penulis.

“Indonesia ini banyak tokoh, sayang sekalinya kita tidak kenal, dan bahkan kita sengaja dijauhkan, sayang sekali,” ujarnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Khutbah Jumat: Luangkan Waktu untuk Ibumu – Ust. Jayyad Al-Faza, S.Pd.I.

Kehadiran kita di dunia ini dengan sebuah pengorbanan yang sangat besar dari ibu kita, yang telah mengandung kita selama 9 bulan sepuluh hari kemudian mengorbankan nyawanya untuk melahirkan kita dan juga menyusui kita selama dua tahun.

Jum'at, 21/02/2020 17:43 0

Manhaj

Syarh Safinatun Naja 01: Mengenal Tanda-Tanda Baligh

Tanda-tanda baligh ada tiga. Sempurnanya umur laki-laki dan perempuan 15 tahun. Mimpi bagi laki-laki dan perempuan pada umur 9 tahun. Haidh khusus perempuan setelah umur 9 tahun.

Jum'at, 21/02/2020 17:40 0

Eropa

Pembunuh Sembilan Orang di Jerman Termotivasi Ideologi Teror Sayap Kanan

Seorang pria Jerman yang menembak sembilan orang hingga tewas di beberapa lokasi di pinggiran kota Frankfurt tampaknya termotivasi oleh ideologi sayap kanan.

Jum'at, 21/02/2020 14:39 0

Rusia

Pertempuran Idlib, Turki: 50 Tentara Rezim Assad Tewas

Kementerian pertahanan Turki, Kamis (20/02/2020), mengatakan bahwa dua tentaranya tewas dan lima lainnya luka-luka akibat serangan udara di provinsi Idlib, Suriah utara.

Jum'at, 21/02/2020 14:13 0

China

Terungkap, Ratusan Dokter di China Terinfeksi Virus Corona

Pemerintah China dianggap menyembunyikan jumlah staf medis yang terinfeksi, tanpa alasan yang jelas. Namun, sebuah data mengungkap jumlah yang sebenarnya.

Jum'at, 21/02/2020 11:12 0

Artikel

Ketika Pencetus NKRI Menolak Pancasila

Menurut Natsir, Pancasila itu amorfis, sekuler dan tidak cocok untuk negara-negara Muslim. Akar konflik antara Sukarno dan Natsir ini mungkin berasal dari interpretasi mereka yang berbeda tentang perlunya agama.

Jum'at, 21/02/2020 10:23 0

Artikel

Islamophobia adalah Musuh Terbesar Pancasila

Mengapa Yudian begitu mendukung pemaksaan asas tunggal Pancasila seperti masa rezim orde baru? Apa yang dimaksud sekularitas dan bukan sekularisme pada masyarakat? Siapa kelompok minoritas yang dimaksud Yudian? 

Jum'at, 21/02/2020 09:45 0

Suriah

Pertempuran Sengit Meletus di Idlib

Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), faksi paling dominan di Idlib, berpartisipasi dalam serangan terhadap posisi pasukan rezim, menurut SOHR.

Jum'at, 21/02/2020 09:22 0

Palestina

Netanyahu Umumkan Pembangunan Ribuan Permukiman Baru di Al-Quds

"Penghuni Har Homa akan mencapai 50.000. Ini adalah satu lingkungan di Yerusalem yang akan seperti kota Israel pada umumnya," jelas Netanyahu.

Jum'at, 21/02/2020 08:25 0

Suriah

Dua Tentara Turki Kembali Tewas oleh Serangan Udara di Idlib

"Darah para martir kita tidak berlalu begitu saja tanpa balas dendam," tulisnya di Twitter.

Jum'at, 21/02/2020 07:36 0

Close