... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sebut Presiden Xi Jinping Tak Becus Atasi Corona, Aktivis HAM Ditangkap

Foto: Xu Zhiyong.

KIBLAT.NET, Beijing – Pemerintah China telah melakukan penangkapan terhadap seorang aktivis dan sarjana hukum terkemuka,  Xu Zhiyong pada Sabtu (15/02/2020) malam. Diduga penangkapannya terkait kehadirannya dalam pertemuan pengacara dan aktivis hak asasi manusia dan yang baru-baru ini mengkritik Presiden Xi Jinping atas krisis corona.

Penangkapan tersebut dinilai oleh beberapa pihak sebagai serangan Presiden Xi Jinping terhadap kebebasan berekspresi di negeri tirai bambu tersebut.

“Penahanan Xu Zhiyong menunjukkan bahwa pertempuran pemerintah China melawan virus corona sama sekali tidak mengalihkannya dari kampanye umum yang sedang berlangsung untuk menghancurkan semua suara yang bertolak belakang dan serangan kejamnya terhadap kebebasan berekspresi,” ujar peneliti  Amnesty International China, Patrick Poon pada Senin (17/02/2020), dikutip dari website resmi Amnesty International.

Poon mengungkapkan bahwa Zu Zhiyong menjadi incaran pihak berwenang sejak dia menghadiri pertemuan aktivis hak asasi manusia di Xiamen pada bulan Desember, dan sejak itu pula dia mengkritik penanganan krisis virus korona oleh Presiden Xi.

Zu kini ditahan bersama beberapa orang lain yang juga menghadiri pertemuan Xiamen tersebut dan saat ini mereka mendekam dalam penahanan di bawah risiko konstan penyiksaan atau perlakuan buruk lainnya.

“Xu Zhiyong dan rekan-rekan tahanannya tidak melakukan kejahatan. Mereka menjadi sasaran hanya karena aktivisme damai mereka, dan otoritas China harus segera dan tanpa syarat membebaskan mereka,” ungkapnya.

BACA JUGA  Israel Didesak Berhenti Bantu Cina dalam Teknologi Pengintaian

Sebut Xi Jinping Tak Becus

Xu Zhiyong adalah seorang sarjana hukum yang juga dikenal sebagai aktivis hak asasi manusia. Dia sebelumnya telah dipenjara karena menulis surat terbuka yang kritis terhadap Presiden Xi Jinping serta menggelar protes memperjuangakan persamaan hak bagi anak-anak migran serta menuntut transparansi resmi atas asset-aset pribadi. Ia menghabiskan empat tahun penjara dengan tuduhan mengganggu ketertiban umum yang dibuat-buat. Ia dibebaskan pada tahun 2017.

Pada penangkapan kali ini. Teman-temannya mengatakan dia bersembunyi sejak Desember 2019, ketika pihak berwenang menindak pertemuan para pengacara dan aktivis hak asasi manusia yang dia hadiri di kota tenggara Xiamen. Lebih dari sepuluh orang yang hadir dalam pertemuan itu telah dipanggil atau ditahan.

Dalam sebuah tulisan yang ia publikasikan awal bulan ini, Xu meminta Presiden Xi Jinping untuk mengundurkan diri dan mengkritik penanganannya terhadap krisis corona dan protes pro-demokrasi Hong Kong.

“Anda tidak mengizinkan kebenaran untuk dirilis, dan wabah itu berubah menjadi bencana nasional,” tulis Xu.

“Setiap kali anda menghadapi krisis yang membayangi, anda tidak tahu apa-apa. Saya pikir anda bukan orang jahat, (tetapi) anda tidak bijaksana. Tuan Xi Jinping, silakan mundur,” lanjut Xu dalam tulisannya.

Menghadapi kritik atas penanganan wabah corona, Presiden China Xi Jinping mengatakan dalam sebuah pidato yang dilaporkan oleh media pemerintah pada Sabtu (15/02/2020) malam bahwa ia telah memberikan instruksi untuk memerangi penyakit tersebut pada 7 Januari. Pengakuan ini memicu pertanyaan mengapa potensi bahaya virus tidak disampaikan sepenuhnya kepada publik pada tanggal yang lebih awal.

BACA JUGA  ASPI: Tenaga Uighur Dipekerjakan untuk Puluhan Merek Global

Berdasar laporan South China Morning Post, hingga Rabu (19/02/2020) pagi, wabah corona telah menewaskan 2.009 kematian total dari seluruh dunia. Sebanyak lima di antaranya dari luar daratan China.

Sumber: The Guardian, Amnesty International, SCMP, Reuters
Penulis: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

ACT: Pengungsi Suriah Tak Siap Hadapi Musim Dingin

Ibnu khajar mengatakan bahwa Palestina, Suriah dan beberapa daerah-daerah yang lainnya saat ini sedang menghadapi musim dingin.

Rabu, 19/02/2020 14:07 0

Indonesia

UBN: Advokasi Terharap Palestina Jangan Pernah Berhenti

Ustadz Bachtiar Nasir menyebut permasalahan Palestina saat ini harus dijadikan momentum persatuan bangsa Indonesia.

Rabu, 19/02/2020 13:29 0

Indonesia

Ini Sederet Program Kontra Radikalisme Ala Kemenag

Menteri Agama Fachrul Rozi menyebut sejumlah indikasi menunjukan adanya peningkatan semangat keberagamaan ekstrim dan eksklusif yang bertentangan dengan semangat kebangsaan dan kemajemukan Indonesia.

Rabu, 19/02/2020 10:53 0

Indonesia

Bamsoet Sebut Tak Masalah Anak Pejabat Maju Pemilu

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan bahwa di alam demokrasi yang dimasuki Indonesia, setiap orang berhak dan bebas mengikuti kompetisi politik untuk mendapatkan kepercayaan rakyat.

Rabu, 19/02/2020 10:41 0

Indonesia

Kemenag Perkuat Komitmen Anti Korupsi

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan ada lima aspek terobosan yang dicanangkan sepanjang 2019-2020.

Rabu, 19/02/2020 10:23 0

Indonesia

Forum Perlemen Muslim Internasional Kokohkan Keberpihakan Pada Empat Isu Krusial

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini yang juga Wakil Ketua IIFP mengungkapkan bahwa ada empat point yang dihasilkan pada pertemuan kali ini.

Selasa, 18/02/2020 23:31 0

Kiblatorial

Editorial: Kita yang Turut Membunuh Mereka

Kita ini masyarakat biasa. Melalui gawai yang tak pernah lepas dari genggaman, kita tahu hari-hari ini di Suriah banyak anak-anak mati beku.

Selasa, 18/02/2020 23:12 3

Indonesia

Dianggap Salah Ketik, Ini Pasal Omnibus Law yang Mungkinkan Pemerintah Ubah UU

Dalam draf RUU Cipta Kerja dicantumkan bahwa pemerintah pusat berwenang mengubah ketentuan dalam Undang-undang.

Selasa, 18/02/2020 14:41 0

Indonesia

Draf Omnibus Law: Impor Jadi Sumber Peyediaan Pangan Dalam Negeri

Pemerintah berencana menjadikan impor pangan sebagai sumber penyediaan pangan dalam negeri.

Selasa, 18/02/2020 14:05 0

Indonesia

Komentari Agama dan Konstitusi, Komisi VIII: Kepala BPIP Jangan Cari Perkara

Anggota Komisi VIII DPR RI, Buchori Yusuf mengatakan bahwa Yudian Wahyudi lebih baik mundur dari ketua BPIP.

Selasa, 18/02/2020 00:26 0

Close