... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Hampir 2 Juta Pengungsi Idlib Kekurangan Pangan dan Kesehatan

Foto: Warga Idlib mengungsi akibat serangan pasukan Assad dan Rusia.

KIBLAT.NET, Idlib – Ketika pasukan rezim Assad dan sekutunya terus menargetkan Idlib, Suriah barat laut, 148.000 warga sipil terlantar dalam enam hari terakhir. Demikian menurut Kelompok Koordinasi Respons Suriah.

Dengan angka terbaru ini, jumlah orang terlantar di Idlib dan daerah-daerah tetangga sejak Januari 2019 telah mencapai hampir dua juta. Mayoritas berlindung di daerah-daerah dekat dengan perbatasan Turki, yang telah menampung lebih dari 3,6 juta pengungsi Suriah.

Puluhan ribu orang, termasuk perempuan dan anak-anak, membutuhkan bantuan kemanusiaan karena kamp-kamp yang mereka huni tidak memiliki fasilitas dasar. Mereka menghadapi kesulitan besar memenuhi kebutuhan makanan dan perawatan kesehatan mereka.

Pasukan rezim yang didukung oleh sekutu Iran dan Rusia telah berusaha untuk menguasai pedesaan Aleppo dan bagian dari provinsi tetangga Idlib, basis kekuatan oposisi.

Selain krisis pengungsi, serangan rezim Suriah dan Rusia juga mempengaruhi kerja sama antara Moskow dan Ankara, yang mengirim pasukannya ke Idlib sebagai bagian dari Astana 2017 dan perjanjian Sochi 2018 yang berupaya melonggarkan eskalasi.

Namun, pasukan rezim, sekutunya dan milisi yang setia kepadanya terus melanggar gencatan senjata.

Sejauh bulan ini, tembakan artileri oleh pasukan rezim telah membunuh 12 personel militer Turki dan satu kontraktor sipil.

Ketika Ankara dan Moskow melanjutkan negosiasi mereka tentang Idlib, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pekan lalu mengatakan militer Turki akan mengusir pasukan Suriah jika mereka tidak mundur dari wilayah barat laut.

BACA JUGA  Turki: Bukan Corona, Masalah Utama Pengungsi Suriah adalah Kebutuhan Pokok

Diktator Suriah Bashar Assad mengatakan bahwa serangannya bukanlah akhir dari konflik sembilan tahun Suriah. Tetapi Assad bersumpah untuk melanjutkan kampanye militer hingga tuntas.

Dia sesumbar bahwa pencapaian saat ini merupakan kekalahan terakhir oposisi yang berusaha untuk menggulingkan pemerintahannya.

Sumber: Anadolu
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

ACT: Pengungsi Suriah Tak Siap Hadapi Musim Dingin

Ibnu khajar mengatakan bahwa Palestina, Suriah dan beberapa daerah-daerah yang lainnya saat ini sedang menghadapi musim dingin.

Rabu, 19/02/2020 14:07 0

Indonesia

UBN: Advokasi Terharap Palestina Jangan Pernah Berhenti

Ustadz Bachtiar Nasir menyebut permasalahan Palestina saat ini harus dijadikan momentum persatuan bangsa Indonesia.

Rabu, 19/02/2020 13:29 0

Indonesia

Ini Sederet Program Kontra Radikalisme Ala Kemenag

Menteri Agama Fachrul Rozi menyebut sejumlah indikasi menunjukan adanya peningkatan semangat keberagamaan ekstrim dan eksklusif yang bertentangan dengan semangat kebangsaan dan kemajemukan Indonesia.

Rabu, 19/02/2020 10:53 0

Indonesia

Bamsoet Sebut Tak Masalah Anak Pejabat Maju Pemilu

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan bahwa di alam demokrasi yang dimasuki Indonesia, setiap orang berhak dan bebas mengikuti kompetisi politik untuk mendapatkan kepercayaan rakyat.

Rabu, 19/02/2020 10:41 0

Indonesia

Kemenag Perkuat Komitmen Anti Korupsi

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan ada lima aspek terobosan yang dicanangkan sepanjang 2019-2020.

Rabu, 19/02/2020 10:23 0

Indonesia

Forum Perlemen Muslim Internasional Kokohkan Keberpihakan Pada Empat Isu Krusial

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini yang juga Wakil Ketua IIFP mengungkapkan bahwa ada empat point yang dihasilkan pada pertemuan kali ini.

Selasa, 18/02/2020 23:31 0

Editorial

Editorial: Kita yang Turut Membunuh Mereka

Kita ini masyarakat biasa. Melalui gawai yang tak pernah lepas dari genggaman, kita tahu hari-hari ini di Suriah banyak anak-anak mati beku.

Selasa, 18/02/2020 23:12 3

Indonesia

Dianggap Salah Ketik, Ini Pasal Omnibus Law yang Mungkinkan Pemerintah Ubah UU

Dalam draf RUU Cipta Kerja dicantumkan bahwa pemerintah pusat berwenang mengubah ketentuan dalam Undang-undang.

Selasa, 18/02/2020 14:41 0

Indonesia

Draf Omnibus Law: Impor Jadi Sumber Peyediaan Pangan Dalam Negeri

Pemerintah berencana menjadikan impor pangan sebagai sumber penyediaan pangan dalam negeri.

Selasa, 18/02/2020 14:05 0

Indonesia

Komentari Agama dan Konstitusi, Komisi VIII: Kepala BPIP Jangan Cari Perkara

Anggota Komisi VIII DPR RI, Buchori Yusuf mengatakan bahwa Yudian Wahyudi lebih baik mundur dari ketua BPIP.

Selasa, 18/02/2020 00:26 0

Close