... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

ACT: Pengungsi Suriah Tak Siap Hadapi Musim Dingin

Foto: Ibnu Khajjar (sumber: AyoPurwakarta.com)

KIBLAT.NET, Jakarta – Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu khajar mengatakan bahwa Palestina, Suriah dan beberapa daerah-daerah yang lainnya saat ini sedang menghadapi musim dingin. Menurut Ibnu kondisi musim dingin saat ini cukup mengerikan, mengingat para pengungsi belum memiliki persiapan yang cukup.

“Beberapa titik termasuk itu kan (Suriah) sudah banyak kita dapatkan informasi tentang anak-anak yang akhirnya meninggal karena beberapa pengungsi tidak siap untuk bahan pangan tidak siap untuk pakaian hangat serta tidak siap untuk bahan bakar untuk menghadapi musim dingin,” ungkap Ibnu saat dihubungi Kiblat Selasa (18/02/2020).

Ibnu memaparkan, relawan ACT Fauzi Baadilah beberapa waktu lalu berkesempatan menyebrang ke Idlib untuk melihat langsung kondisi pengungsi yang ada disana. Ia menjelaskan bahwa kondisi di Suriah sudah sangat mengenaskan, bahwan suhu disana sampai minus lima hingga minus sepuluh derajat.

“Jadi kondisinya memang mengenaskan, bahkan tim kita saja untuk bermalam bermalam di itu sudah mulai nggak kuat karena dingin nya luar biasa. Tinggal di terpal terpal tinggal di bawah pakai tikar seadanya, dan kita sudah merasakan, tim kita baru 2 bulan saja sudah nggak kuat. Gimana mereka yang sudah tahunan,” jelasnya.

“Beberapa anak sudah nggak punya kaos kaki, beberapa anak juga sudah tidak punya pakaian hangat, makanan tidak cukup kondisi air juga sangat terbatas fasilitas kesehatan juga sangat terbatas. Ini yang kita miris sebenarnya,” sambungnya.

BACA JUGA  Penusukan Syekh Jaber, Menag Minta Masyarakat Tetap Tenang

Ibnu mengungkapkan bahwa mereka bukan hanya jauh dari akses pangan dan akses kesehatan. Akan tetapi, yang lebih miris yaitu, karena mereka tidak siap menghadapi musim dingin karena mereka tidak memiliki fasilitas sama sekali.

“Ini realitas yang kita hadapi pada saat ketemu dengan pengungsi pengungsi di Idlib hari ini. Kalau di Turki masih lebih baiklah karena beberapa lembaga masih bisa akses,” jelasnya.

“Akan tetapi, kalau sudah masuk Suriah termasuk yang di Idlib itu kan beberapa lembaga tidak masuk karena, setiap saat bisa jadi mendadak ada serangan, dan yang lain-lain,” pungkasnya.

Terakhir, ia menekankan bahwa ACT tidak masuk pada ranah politik ketika mengurus pengungsi dari daerah konflik. Menurutnya, ACT fokus pada membantu pengungsi.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

China

Jumlah Korban Tewas Akibat Virus Corona di Cina Tembus 2.000

74.185 kasus yang dikonfirmasi telah dilaporkan dalam 24 jam terakhir. Dalam kurun waktu yang sama, 136 orang lainnya telah dilaporkan meninggal.

Rabu, 19/02/2020 14:03 0

Palestina

Gerakan Subuh Berjamaah, Bentuk Perlawanan Baru Warga Palestina terhadap Israel

Jumlah jamaah semakin meningkat setelah kampanye itu mendapatkan dukungan dari gerakan Islam Hamas, yang memiliki pengaruh di masjid-masjid, terutama di kota-kota di mana banyak pendukung gerakan.

Rabu, 19/02/2020 08:04 0

Palestina

Ditembak Pasukan Israel, Bocah Palestina Berusia 8 Tahun Kehilangan Mata Kirinya

Malek Issa sedang pulang sekolah ketika peluru pasukan Israel menembus matanya.

Rabu, 19/02/2020 03:38 0

Kiblatorial

Editorial: Kita yang Turut Membunuh Mereka

Kita ini masyarakat biasa. Melalui gawai yang tak pernah lepas dari genggaman, kita tahu hari-hari ini di Suriah banyak anak-anak mati beku.

Selasa, 18/02/2020 23:12 3

China

Laporan Investigasi: China Kurung Uighur Atas Dasar Agama

Cetak biru yang diperoleh oleh Konsorsium Internasional Investigative Journalists, termasuk dari AP, menunjukkan bahwa pusat-pusat itu adalah kamp pendidikan ulang ideologis dan dijalankan secara rahasia.

Selasa, 18/02/2020 17:01 0

Lebanon

Pakai Produk Buatan AS, Putra Hassan Nasrallah Disorot

Menanggapi kritikan itu, dia mengatakan, "Saya tidak membeli produk Amerika, bahkan iPhone saya berencana untuk menjual."

Selasa, 18/02/2020 15:08 0

Suriah

Masih Memanas, Begini Situasi Pertempuran di Idlib

Serangan artileri berat Turki dan roket oposisi menghantam lima benteng tentara di dekat pangkalan udara al-Nayrab di timur Idlib.

Selasa, 18/02/2020 14:54 0

Turki

Turki Kembali Perintahkan 228 Penangkapan Terkait Kudeta 2016

Jaksa penuntut Turki yang menyelidiki Kementerian Kehakiman dan Militer pada Selasa (18/02/2020) memerintahkan penangkapan 228 orang atas dugaan terkait dengan jaringan, yang dianggap Ankara menjadi dalang kudeta 2016, seperti dilaporkan kantor berita Anadolu.

Selasa, 18/02/2020 14:51 0

Eropa

12 Teroris Ditangkap, Rencanakan Aksi Mirip di Masjid Christchurch

Anggota kelompok sayap kanan yang ditangkap di Jerman sedang merencanakan serangan besar-besaran ke masjid-masjid mirip dengan aksi yang dilakukan di Selandia Baru tahun lalu.

Senin, 17/02/2020 11:37 0

Opini

Pernyataan Kepala BPIP Benar-benar Bermasalah

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Yudian Wahyudi baru-baru ini menyatakan bahwa ormas dan partai politik yang berasaskan Islam itu membunuh pancasila secara administrasi, ia juga menggegerkan publik dengan pernyataannya bahwa musuh terbesar pancasila itu agama, sebagaimana yang dimuat di media online detik.com pada Rabu (12/02/2020).

Senin, 17/02/2020 11:30 0

Close