... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pakai Produk Buatan AS, Putra Hassan Nasrallah Disorot

Foto: Pemimpin Syiah Hizbullah Hassan Nasrallah

KIBLAT.NET, Teheran – Putra pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah menuai kritik karena mengenakan kemeja buatan AS meskipun menyerukan boikot.

Menanggapi kritikan itu, dia mengatakan, “Saya tidak membeli produk Amerika, bahkan iPhone saya berencana untuk menjual.”

Jawad Nasrallah mengenakan kemeja buatan ritel Amerika Timberland. Sementara itu, ayahnya sangat vokal menyerukan boikot terhadap produk-produk buatan AS.

Menurut laporan Channel 12 News, Senin (17/02/2020), Jawad mengaku memiliki produk merek AS lainnya. “Semua orang yang menulis menentang saya – saya tidak menyerang balik,” ujarnya.

Dalam sebuah pidato pada hari Senin, pemimpin kelompok Syiah Hizbullah Lebanon menyerukan pembentukan “front perlawanan bersatu” melawann AS di seluruh dunia dan mendesak boikot ekonomi terhadap produk-produk Amerika sebagai “senjata baru.”

Hassan menunjukkan pentingnya boikot untuk perjuangan Hizbullah melawan AS. Dia menyamakan bentuk perlawanan terhadap Israel.

“Amerika memiliki situasi ekonomi dan keuangan mereka sebagai titik rapuh. Hizbullah memukul musuh Israel karena kelemahannya. Jadi, kami juga dapat berkonsentrasi pada kepentingan ekonomi AS,” ujarnya.

Sumber: Channel 12 News
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Dianggap Salah Ketik, Ini Pasal Omnibus Law yang Mungkinkan Pemerintah Ubah UU

Dalam draf RUU Cipta Kerja dicantumkan bahwa pemerintah pusat berwenang mengubah ketentuan dalam Undang-undang.

Selasa, 18/02/2020 14:41 0

Indonesia

Draf Omnibus Law: Impor Jadi Sumber Peyediaan Pangan Dalam Negeri

Pemerintah berencana menjadikan impor pangan sebagai sumber penyediaan pangan dalam negeri.

Selasa, 18/02/2020 14:05 0

Indonesia

Komentari Agama dan Konstitusi, Komisi VIII: Kepala BPIP Jangan Cari Perkara

Anggota Komisi VIII DPR RI, Buchori Yusuf mengatakan bahwa Yudian Wahyudi lebih baik mundur dari ketua BPIP.

Selasa, 18/02/2020 00:26 0

Indonesia

Menag: Tidak Ada “Hutang Budi” dalam Setiap Jabatan di Kemenag

Menteri Agama Fachrul Razi menegaskan tidak ada hutang budi dalam setiap pengangkatan jabatan di Kementerian Agama. Hal ini disampaikan Menag saat melantik enam pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), di Operation Room Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Senin, 17/02/2020 16:27 0

Indonesia

Klaim PDIP Partai Besar, Risma Ajak Milenial Tak Ragu Bergabung

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengajak anak-anak muda di Kota Surabaya, Jawa Timur agar bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Senin, 17/02/2020 14:13 1

Indonesia

Amnesty International Indonesia Minta Anak Eks ISIS Dipulangkan

Menurutnya, jika merujuk hukum internasional maka anak-anak harus dipulangkan.

Senin, 17/02/2020 13:09 0

Indonesia

AII: Ancaman Eks ISIS Seharusnya Ditangani Secara Proporsional

Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengatakan bahwa Pemerintah memang tidak berkewajiban memulangkan eks ISIS

Senin, 17/02/2020 12:43 0

Indonesia

Terkait Kepulangan WNI Eks Wuhan, Menko PMK: Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

Pemerintah memastikan proses pengembalian 238 warga negara Indonesia (WNI) dari Natuna ke daerah masing-masing berjalan lancar dan semua WNI dalam keadaan sehat. Mereka merupakan WNI yang dievakusi Pemerintah Indonesia dari Wuhan, China karena wabah corona yang menjangkiti wilayah tersebut. Sebelum pulang ke daerah masing-masing, melewati harus masa observasi selama 14 hari di wilayah Natuna.

Senin, 17/02/2020 12:42 0

Opini

Pernyataan Kepala BPIP Benar-benar Bermasalah

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Yudian Wahyudi baru-baru ini menyatakan bahwa ormas dan partai politik yang berasaskan Islam itu membunuh pancasila secara administrasi, ia juga menggegerkan publik dengan pernyataannya bahwa musuh terbesar pancasila itu agama, sebagaimana yang dimuat di media online detik.com pada Rabu (12/02/2020).

Senin, 17/02/2020 11:30 0

Video News

Pakar Pidana: Eks ISIS Bisa Jadi Batu Uji Deradikalisasi

Pemerintah Indonesia akhirnya memutuskan tidak memulangkan WNI eks ISIS maupun yang terlibat jaringan teroris lainnya di luar negeri.

Senin, 17/02/2020 00:31 0

Close
CLOSE
CLOSE