... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Pernyataan Kepala BPIP Benar-benar Bermasalah

Foto: Kepala BPIP, Yudian Wahyudi

Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA*

KIBLAT.NET – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Yudian Wahyudi baru-baru ini menyatakan bahwa ormas dan partai politik yang berasaskan Islam itu membunuh pancasila secara administrasi, ia juga menggegerkan publik dengan pernyataannya bahwa musuh terbesar pancasila itu agama, sebagaimana yang dimuat di media online detik.com pada Rabu (12/02/2020).

Ada beberapa hal yang membuat pernyataan Prof. Yudian bermasalah. Pertama, pernyataannya ini telah melecehkan agama, menyakiti umat beragama, khususnya umat Islam, membuat kegaduhan dan memecah belah bangsa. Ini jelas tindak pidana penodaan agama dan ujaran kebencian dan permusuhan.

Pernyataan ini juga menunjukkan bahwa dia tidak paham agama, pancasila, dan sejarah. Selain itu, menunjukkan pemikirannya terindikasi paham liberal, sekuler, islamophobia dan anti agama (komunis). Ini sangat berbahaya terhadap agama dan negara.

Pernyataannya yang mempertentangkan agama dengan pancasila itu ngawur dan menyesatkan. Tidak berdasarkan ilmu, logika sehat, dan fakta. Padahal, agama dan pancasila tidak bertentangan. Justru pancasila merujuk dan mengikuti agama. Pancasila bersumber dari agama. Maka, keduanya tidak bertentangan dan tidak bisa dipertentangkan.

Mempertentangkan agama dan pancasila itu juga merupakan ciri paham komunis. Paham ini tidak mengakui agama, bahkan anti dan memusuhi agama khususnya Islam. Maka paham ini bertentangan dengan pancasila yang mengakui agama, menegaskan kewajiban beragama dan menjamin kebebasan beragama.

Pancasila merupakan dasar negara hasil rumusan para tokoh bangsa, tokoh Islam dan ulama pendiri negara dengan merujuk kepada agama Islam. Maka, tidak mungkin agama itu musuh pancasila. Pancasila sejalan dengan agama. Bahkan nilai-nilai agama itu dijabarkan dalam pancasila untuk diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

BACA JUGA  Darurat Corona Akankah Menjadi Darurat Negara?

Sila pertama dari Pancasila merupakan pengakuan pancasila terhadap agama dan penegasan kewajiban beragama. Ini bukti pancasila bersumber dari agama dan sesuai dengan agama. Maka, agama bukanlah musuh pancasila. Justru musuh pancasila itu adalah paham komunis dan liberal yang anti agama.

Pernyataan yang bersangkutan justru bukti utama bahwa dia musuh besar pancasila dan agama. Maka dia tidak pantas menempati posisi keagamaan dan kebangsaan, terlebih lagi dengan jabatan sebagai kepala BPIP, karena bertentangan dengan tugas dan fungsi BPIP itu sendiri.

Maka memang sudah seharusnya Presiden Jokowi mempertimbangkan masukan-masukan yang menyuarakan pemberhentian Yudian Wahyudi dengan tidak hormat dari ASN dan jabatan kepala BPIP serta rektor UIN Jogja. Dia tidak pantas menjadi kepala BPIP dan rektor UIN Jogja bahkan ASN. Terlebih lagi bertentangan dengan fungsi BPIP. Bila tidak, kasus ini bisa menjadi blunder dan citra buruk bagi Presiden jokowi.

Selain Presiden, Menteri Agama dan UIN Jogja mungkin perlu mencabut gelar Yudian Wahyudi dan mendesaknya untuk mundur dari jabatan rektor UIN Jogja, karena dia telah mencoreng dan memberi citra buruk bagi UIN seluruh Indonesia, khususnya UIN Jogja dengan kasus ini dan kasus-kasus sebelumnya yaitu pelarangan cadar di UIN Jogja dan meloloskankan disertasi yang menghalalkan zina.

Adapun pihak-pihak yang melaporkan Prof. Yudian Wahyudi kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum perlu didukung, karena pernyataannya memang telah memenuhi unsur-unsur pidana penodaan agama dan ujaran kebencian serta membahayakan ketahanan nasional.

BACA JUGA  Darurat Corona Akankah Menjadi Darurat Negara?

Di sisi lain, pihak kepolisian sudah seharusnya menindak tegas orang-orang yang melecehkan agama, membuat kegaduhan bangsa, mengadu domba rakyat Indonesia, dan menyebarkan pemikiran anti agama (paham komunis). Karena semua itu merupakan bentuk tindak pidana dan pelanggaran hukum di Indonesia.

Terakhir, sebagai sebuah kesimpulan, mungkin sebaiknya BPIP dibubarkan saja karena tidak ada manfaat. Bahkan menghabiskan uang rakyat dan buat masalah. Badan yang dibentuk pada masa pemerintahan Jokowi ini sangat politis. Terkesan bagi-bagi “kue” untuk pendukung Jokowi dengan gaji yang sangat besar. Anggaran negara habis terkuras untuk membiayai gaji besar orang-orang di BPIP. Seharusnya bisa untuk bayar hutang negara atau kesejahteraaan orang-orang fakir dan miskin. Terlebih lagi, Ketua BPIP malah mempertentangan agama dan pancasila. Ini telah menyimpang dari fungsi dan tujuan BPIP dibentuk.

*Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh, Alumni Fakultas Syari’ah Universitas Islam Madinah Arab Saudi, Doktor Bidang Fiqh & Ushul Fiqh di International Islamic University Malaysia (IIUM), dan Anggota Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Oposisi Gunakan Tank Rezim Suriah dalam Pertempuran Aleppo

Pejuang oposisi Suriah menggunakan tank T-90 milik pasukan Bashar Assad yang diperoleh dalam pertempuran baru-baru ini di provinsi Aleppo.

Senin, 17/02/2020 11:12 0

Afrika

Eks Presiden Sudan Diadili Atas Tuduhan Pendanaan Terorisme

Al-Bashir, yang memerintah Sudan sejak 1989, digulingkan oleh militer pada April 2019 setelah berlangsung protes massa.

Senin, 17/02/2020 11:03 0

Palestina

Hamas Retas Ponsel Ratusan Tentara Israel

Media itu menjelaskan bahwa Hamas menembus telepon prajurit melalui 3 aplikasi. Aplikasi itu bisa mengirimkan informasi di telepon, termasuk dari kamera dan pengoperasian perekam di telepon.

Senin, 17/02/2020 08:09 0

Video News

Pakar Pidana: Eks ISIS Bisa Jadi Batu Uji Deradikalisasi

Pemerintah Indonesia akhirnya memutuskan tidak memulangkan WNI eks ISIS maupun yang terlibat jaringan teroris lainnya di luar negeri.

Senin, 17/02/2020 00:31 0

Indonesia

Gaza Masih Diblokade, Amerika Dinilai Tak Pantas Bicara Perdamaian

Koordinator lapangan (KORLAP) Aksi Bela Baitul Maqdis, Joko Oscar dengan tegas menolak usulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait dengan perdamaian Palestina atau lebih dikenal dengan “Deal of Century”.

Ahad, 16/02/2020 15:16 0

Eropa

Presiden Jerman: AS, Rusia, China Membuat Dunia Tidak Aman

Dalam pidato pembukaan di Konferensi Keamanan Munich tahunan, Jumat (14/02/2020), Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menyesalkan pendekatan tiga kekuatan besar itu.

Sabtu, 15/02/2020 12:05 0

Suriah

Tragedi Idlib Dinilai sebagai “Gaza di Suriah”

Mantan Menteri Luar Negeri Inggris dan Kepala Komite Penyelamatan Internasional (IRG) David Miliband menyoroti situasi di Suriah barat laut di provinsi Idlib. Di menyebut tragedi tersebut sebagai "Gaza di Suriah".

Sabtu, 15/02/2020 10:40 0

Suriah

Lagi, Oposisi Suriah Tembak Jatuh Helikopter Rezim

Ini merupakan helikopter kedua yang berhasil ditembak jatuh dalam sepekan ini.

Sabtu, 15/02/2020 07:57 0

Suriah

Seorang Anak Pengungsi Suriah Meninggal Kedinginan Akibat Cuaca Ekstrem

Setidaknya ada enam anak dilaporkan meninggal akibat kedinginan dalam beberapa hari terakhir.

Sabtu, 15/02/2020 03:23 0

Indonesia

Kementerian Agama Tengah Siapkan Regulasi Turunan UU Pesantren

Menag memaparkan, jumlah pesantren hingga tahun 2020 ini tercatat sebanyak 28.194 pesantren dengan 5 juta santri mukim (asrama).

Sabtu, 15/02/2020 02:53 0

Close