... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rezim Transisi Sudan Bayar Kompensasi Korban Serangan USS Cole

Foto: Serangan Al-Qaidah di kapal USS Cole

KIBLAT.NET, Khartoum – Pemerintah transisi Sudan mengatakan telah mencapai penyelesaian dengan keluarga para korban serangan terhadap USS Cole tahun 2000 di Yaman. Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah agar dikeluarkan dari daftar terorisme AS. Penyelesaian ini juga menjadi langkah terbaru untuk menjalin hubungan dengan Barat.

Laporan itu mengatakan penyelesaian telah ditandatangani pada 7 Februari. Tidak disebutkan jumlah yang dibayarkan sebagai kompensasi, tetapi sumber dengan syarat anonim, mengatakan Sudan telah setuju untuk menyelesaikan kasus ini dengan menyiapkan dana sebesar $ 30 juta.

Awal pekan ini, pemerintah transisi Sudan setuju untuk menyerahkan pemimpin lama Omar al-Bashir ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk menghadapi persidangan atas tuduhan kejahatan perang dan genosida selama pertempuran di wilayah Darfur barat.

Pemimpin transisi Sudan, Jenderal Abdel-Fattah Burhan, awal bulan ini bertemu di Uganda dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Israel dan Sudan berencana akan menormalkan hubungan. Pertemuan itu memicu kemarahan di Sudan karena rakyat Sudan tidak senang dengan perubahan mendasar dalam kebijakan luar negeri. Selain itu, pemerintah Sudan tidak dapat memutuskan dengan suara bulat apakah akan memiliki hubungan dengan Israel atau tidak.

Pada saat serangan 12 Oktober 2000 di pelabuhan Yaman Aden, 17 pelaut AS tewas dan lebih dari tiga lusin lainnya terluka. Sudan dituduh memberikan dukungan kepada Al-Qaidah, yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

BACA JUGA  Nama Hijrahnya "Aisyah", Masuk Islam saat Ditahan Jihadis Somalia

Penghapusan dari daftar teror AS akan mengakhiri isolasi ekonomi Sudan dan akan memungkinkannya untuk mengambil pinjaman yang sangat dibutuhkan dari lembaga keuangan internasional dalam rangka membangun kembali ekonomi setelah penggulingan al-Bashir dan melantik kedaulatan sipil-militer bersama militer.

Penguasa baru Sudan mengatakan tidak bertanggung jawab atas serangan terhadap USS Cole. Mereka telah menegosiasikan kesepakatan “untuk menyelesaikan sebutan teroris yang diwarisi dari pemerintah al-Bashir yang digulingkan”.

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Presiden Diminta Evaluasi Kinerja Kepala BPIP

Menurut Azhar, diskursus relasi Pancasila dan agama secara objektif memang kerap hadir dalam lapis historis perjalanan bangsa.

Kamis, 13/02/2020 13:46 0

Indonesia

Sebut Agama Musuh Pancasila, KAMMI Anggap BPIP Bikin Gaduh

Elevan pun mendesak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mencopot Yudian yang baru dilantik pekan lalu itu.

Kamis, 13/02/2020 13:37 0

Indonesia

Terorisme Tidak Sebesar ISIS Kecuali Ada Negara yang Mengizinkannya

Pengamat Hubungan Internasional, Dinna Wisnu menilai bahwa ada pihak tertentu yang membiarkan ISIS berkembang dengan cepat dan besar

Kamis, 13/02/2020 13:12 0

Indonesia

Gus Yaqut Ragukan Data Menkopolhukam Soal WNI Eks ISIS

Ketua Umum GP Ansor, Gus Yaqut Cholil Qoumas meragukan data WNI eks ISIS yang disampaikan Menkopolhukam Mahfud MD.

Kamis, 13/02/2020 12:53 0

Indonesia

GISS: Sebut ISIS Eks WNI, Jokowi Akui ISIS Negara Berdaulat

Direktur Global Indonesia Strategic Studies (GISS) Fajar Shadiq menilai narasi yang digunakan oleh Jokowi kepada para pendukung ISIS yang berada di Suriah sebagai ISIS Eks WNI kontraproduktif.

Kamis, 13/02/2020 12:26 0

Indonesia

GP Ansor: Penanganan Terorisme Harus Libatkan Masyarakat

Ketua Umum GP Ansor, Gus Yaqut Cholil Qoumas menyoroti penanganan terorisme di Indonesia.

Kamis, 13/02/2020 12:11 0

Indonesia

Prof Didin Hafiduddin: Kepala BIPP Akan Jadi Benalu, Lebih Baik Dicopot

Wakil ketua Dewan Pertimbangan MUI, Prof. Didin Hafiduddin meminta presiden Republik Indonesia mencopot Kepala BPIP Yudian Wahyudi yang menyebut Agama adalah musuh terbesar pancasila.

Kamis, 13/02/2020 11:49 0

Indonesia

PBNU: Pembelaan Terhadap Palestina Amanat Agama

Said Aqil Siradj menyebut senjata paling ampuh untuk mengatasi problem Palestina adalah dengan bersatunya negara-negara Arab.

Kamis, 13/02/2020 11:41 0

Indonesia

Ditolak Mabes Polri, FPI Laporkan Ade Armando ke Polda Metro Jaya

Front Pembela Islam kembali melaporkan Ade Armando ke Polda Metro Jaya, setelah sebelumnya laporan FPI ditolak di Bareskrim Mabes Polri.

Kamis, 13/02/2020 11:34 0

Video News

PBNU: Bersatunya Negara Arab, Senjata Terkuat Pembebasan Palestina

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyebut senjata paling ampuh untuk mengatasi problem Palestina adalah dengan bersatunya negara-negara Arab.

Kamis, 13/02/2020 09:49 0

Close