... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Terorisme Tidak Sebesar ISIS Kecuali Ada Negara yang Mengizinkannya

Foto: Pasukan ISIS

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat Hubungan Internasional, Dinna Wisnu menilai bahwa ada pihak tertentu yang membiarkan ISIS berkembang dengan cepat dan besar. Sebab, ISIS bisa menjadi besar ketika ada negara yang mengizinkannya.

“Terorisme tidak mungkin bisa sebesar ISIS kecuali ada negara yang mengizinkannya. Bahkan, mungkin yang lebih frontal bahwa ada yang membiayai,” katanya dalam diskusi “Kombatan ISIS Tidak Dipulangkan, What’s Next?” di Gedung DPP PKB, Jakarta Pusat pada Rabu (13/02/2020).

Ia juga menyebutkan bahwa pasca perang dingin antara Amerika dan Uni Soviet, terjadi proxy war. Menurutnya, ISIS bagian dari proxy war.

“Proxy war itu seseorang yang menyerang lawannya tapi menggunakan orang lain. Akhirnya, si penyerang tidak mendapat serangan dari lawannya,” paparnya.

Selain itu, Dinna juga menyebutkan bahwa terorisme muncul dari perilaku elit politik yang tidak benar. Ia menerangkan bahwa salah satu perilaku penguasa yang tidak benar adalah otoriter yang diliberalkan.

“Perilaku otoriter yang diliberalkan, menyebabkan terorisme muncul. Artinya, orang sudah tau ada yang nggak bener tapi, dibiarkan. Bahkan ditularkan pada partai lain. Akhirnya menjadi bibit yang luar biasa dan mudah ditunggangi,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

PBNU: Bersatunya Negara Arab, Senjata Terkuat Pembebasan Palestina

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyebut senjata paling ampuh untuk mengatasi problem Palestina adalah dengan bersatunya negara-negara Arab.

Kamis, 13/02/2020 09:49 0

Turki

Erdogan Ancam Militer Suriah

Ia juga menuntut pasukan oposisi Suriah bersekutu dengan Turki agar tidak memberi alasan kepada pemerintah untuk menyerang.

Kamis, 13/02/2020 07:17 0

Suriah

PBB: Ekskalasi Idlib Picu Gelombang Pengungsi Terbesar dalam Krisis Suriah

Sekitar 700.000 orang melarikan diri akibat serangan rezim Bashar Assad di wilayah Idlib Suriah. Menurut PBB menjadi yang terbesar dari konflik selama 9 tahun.

Rabu, 12/02/2020 17:50 0

Malaysia

MasyaAllah, Seorang Batita Selamat Usai Terlempar dari Mobil di Jalan Raya

Seorang bocah lelaki berusia dua tahun terlempar keluar dari mobil pada Selasa (11/02/2020) setelah terjadi kecelakaan di jalan raya Malaysia.

Rabu, 12/02/2020 16:06 0

Suriah

Turki Netralisir 51 Pasukan Assad di Idlib

Pihak berwenang Turki sering menggunakan istilah "dinetralkan" untuk menggambarkan musuh yang menyerah, dibunuh atau ditangkap.

Rabu, 12/02/2020 15:51 0

News

Indonesia dan Tunisia Prakarsai Pertemuan Khusus DK PBB, Bahas Proposal Perdamaian Amerika

Pertemuan tersebut digelar untuk mendegarkan langsung pernyataan Presiden Palestina, mahmud Abbas.

Rabu, 12/02/2020 14:19 0

News

Tandingi No Hijab Day, Gerakan Menutup Aurat 2020 Akan Digelar di 53 Daerah

Alawiyah mengatakan bahwa estimasi massa tahun ini sebanyak 1.000 orang.

Rabu, 12/02/2020 14:01 0

Video News

PBNU: Siapapun Yang Menolak Pancasila Silahkan Hengkang dari NKRI

Pengurus Besar Nadhlatul Ulama tegas menyarankan pemerintah untuk menolak kepulangan WNI Eks ISIS.

Rabu, 12/02/2020 09:23 0

Suriah

Oposisi Suriah Tembak Jatuh Helikopter Militer Rezim di Idlib

Saat itu, pejuang oposisi yang didukung oleh artileri Turki di sekitar kota Neirab maju untuk menghalau serangan militer Suriah yang didukung oleh Rusia, setelah mereka menguasai kota sebelumnya.

Rabu, 12/02/2020 07:54 0

Asia

Kelebihan Penumpang, Kapal Pengungsi Rohingya Karam

Setidaknya 15 tewas dalam insiden itu. Kapal itu hendak menuju Malaysia dari Baghladesh

Rabu, 12/02/2020 06:57 0

Close