... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rusia Anggap Turki Langgar Kesepakatan tentang Suriah

Foto: Pertemuan pemimpin Turki, Rusia dan Iran di Sochi.

KIBLAT.NET, Moskow – Rusia pada hari Rabu menuduh Turki melanggar perjanjian tentang Suriah. Pernyataan ini tampaknya akan memperburuk situasi di Idlib, di mana pasukan rezim Suriah melakukan kampanye militer untuk merebut Idlib.

Kampanye Rezim telah memicu kekerasan di Idlib, di Suriah barat laut dan berbatasan dengan Turki. Ribuan warga sipil melarikan diri dan menggerakkan militer Turki, di mana 13 tentaranya terbunuh oleh pasukan Suriah dalam 10 hari terakhir.

Kementerian Luar Negeri Rusia dan Kementerian Pertahanan Rusia menuduh Turki memiliki itikad buruk. Kremlin mengatakan Turki telah gagal memenuhi janji untuk menetralisir gerilyawan di Idlib.

Kementerian Luar Negeri mengingatkan bahwa pasukan Turki berada di Suriah tanpa restu dari rezim Suriah dan menganggap dapat memperburuk situasi di Idlib.

Kementerian Pertahanan juga dengan tegas menolak pernyataan Presiden Turki Tayyip Erdogan yang mengatakan pasukan Rusia dan milisi yang didukung Iran terus-menerus menyerang rakyat sipil, melakukan pembantaian, menumpahkan darah.

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Sebut Agama Musuh Pancasila, KAMMI Anggap BPIP Bikin Gaduh

Elevan pun mendesak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mencopot Yudian yang baru dilantik pekan lalu itu.

Kamis, 13/02/2020 13:37 0

Indonesia

Terorisme Tidak Sebesar ISIS Kecuali Ada Negara yang Mengizinkannya

Pengamat Hubungan Internasional, Dinna Wisnu menilai bahwa ada pihak tertentu yang membiarkan ISIS berkembang dengan cepat dan besar

Kamis, 13/02/2020 13:12 0

Indonesia

Gus Yaqut Ragukan Data Menkopolhukam Soal WNI Eks ISIS

Ketua Umum GP Ansor, Gus Yaqut Cholil Qoumas meragukan data WNI eks ISIS yang disampaikan Menkopolhukam Mahfud MD.

Kamis, 13/02/2020 12:53 0

Indonesia

GISS: Sebut ISIS Eks WNI, Jokowi Akui ISIS Negara Berdaulat

Direktur Global Indonesia Strategic Studies (GISS) Fajar Shadiq menilai narasi yang digunakan oleh Jokowi kepada para pendukung ISIS yang berada di Suriah sebagai ISIS Eks WNI kontraproduktif.

Kamis, 13/02/2020 12:26 0

Indonesia

GP Ansor: Penanganan Terorisme Harus Libatkan Masyarakat

Ketua Umum GP Ansor, Gus Yaqut Cholil Qoumas menyoroti penanganan terorisme di Indonesia.

Kamis, 13/02/2020 12:11 0

Indonesia

Prof Didin Hafiduddin: Kepala BIPP Akan Jadi Benalu, Lebih Baik Dicopot

Wakil ketua Dewan Pertimbangan MUI, Prof. Didin Hafiduddin meminta presiden Republik Indonesia mencopot Kepala BPIP Yudian Wahyudi yang menyebut Agama adalah musuh terbesar pancasila.

Kamis, 13/02/2020 11:49 0

Indonesia

PBNU: Pembelaan Terhadap Palestina Amanat Agama

Said Aqil Siradj menyebut senjata paling ampuh untuk mengatasi problem Palestina adalah dengan bersatunya negara-negara Arab.

Kamis, 13/02/2020 11:41 0

Indonesia

Ditolak Mabes Polri, FPI Laporkan Ade Armando ke Polda Metro Jaya

Front Pembela Islam kembali melaporkan Ade Armando ke Polda Metro Jaya, setelah sebelumnya laporan FPI ditolak di Bareskrim Mabes Polri.

Kamis, 13/02/2020 11:34 0

Video News

PBNU: Bersatunya Negara Arab, Senjata Terkuat Pembebasan Palestina

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyebut senjata paling ampuh untuk mengatasi problem Palestina adalah dengan bersatunya negara-negara Arab.

Kamis, 13/02/2020 09:49 0

Indonesia

Pengamat: Status WNI Eks ISIS di Pengungsian Masih Tidak Jelas

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat Timur Tengah, Alto Luger mengatakan bahwa ratusan Warga Negara Indonesia (WNI)...

Rabu, 12/02/2020 15:10 0

Close