... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Gus Yaqut Ragukan Data Menkopolhukam Soal WNI Eks ISIS

Foto: Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Umum GP Ansor, Gus Yaqut Cholil Qoumas meragukan data WNI eks ISIS yang disampaikan Menkopolhukam Mahfud MD. Sebab data eks ISIS yang disampaikan tersebut bersumber dari Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA).

“Data yang disampaikan Menkopolhukam kita sumbernya dari CIA. Ini menunjukkan negara kita tidak kredibel. Seharusnya ngomong data daria BIN, bukan CIA,” katanya dalam diskusi “WNI Eks ISIS Tidak Dipulangkan, What’s Next?” di Kantor DPP PKB pada Rabu (13/02/2020).

“Kita ini punya BIN, kita punya BAIS. Ngomong berdasarkan data yang diberikan CIA Itu kan menurut saya kayak menafikan lembaga inteligen yang kita punya,” sambungnya.

Selain itu, Yaqut juga menyoroti penanganan terorisme di Indonesia. Menurutnya, pemerintah seharusnya pihak terkait transparan dalam penanganan terorisme.

Ia memberikan contoh ketidaktransparanan dalam penanganan terorisme adalah adanya dua gelombang pemulangan eks ISIS dari Suriah.

“Sudah pernah terjadi kepulangan dua gelombang. Yang pertama tidak ada masalah karena merasa tertipu dengan janji-janji ISIS. Akhirnya mereka menyesal, pulang dan baik saja. Dan Gelombang yang kedua, ini gelap kabarnya. Proses deradikalisasi gelap, tidak tau seperti apa,” paparnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

PBNU: Bersatunya Negara Arab, Senjata Terkuat Pembebasan Palestina

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyebut senjata paling ampuh untuk mengatasi problem Palestina adalah dengan bersatunya negara-negara Arab.

Kamis, 13/02/2020 09:49 0

Turki

Erdogan Ancam Militer Suriah

Ia juga menuntut pasukan oposisi Suriah bersekutu dengan Turki agar tidak memberi alasan kepada pemerintah untuk menyerang.

Kamis, 13/02/2020 07:17 0

Suriah

PBB: Ekskalasi Idlib Picu Gelombang Pengungsi Terbesar dalam Krisis Suriah

Sekitar 700.000 orang melarikan diri akibat serangan rezim Bashar Assad di wilayah Idlib Suriah. Menurut PBB menjadi yang terbesar dari konflik selama 9 tahun.

Rabu, 12/02/2020 17:50 0

Malaysia

MasyaAllah, Seorang Batita Selamat Usai Terlempar dari Mobil di Jalan Raya

Seorang bocah lelaki berusia dua tahun terlempar keluar dari mobil pada Selasa (11/02/2020) setelah terjadi kecelakaan di jalan raya Malaysia.

Rabu, 12/02/2020 16:06 0

Suriah

Turki Netralisir 51 Pasukan Assad di Idlib

Pihak berwenang Turki sering menggunakan istilah "dinetralkan" untuk menggambarkan musuh yang menyerah, dibunuh atau ditangkap.

Rabu, 12/02/2020 15:51 0

News

Indonesia dan Tunisia Prakarsai Pertemuan Khusus DK PBB, Bahas Proposal Perdamaian Amerika

Pertemuan tersebut digelar untuk mendegarkan langsung pernyataan Presiden Palestina, mahmud Abbas.

Rabu, 12/02/2020 14:19 0

News

Tandingi No Hijab Day, Gerakan Menutup Aurat 2020 Akan Digelar di 53 Daerah

Alawiyah mengatakan bahwa estimasi massa tahun ini sebanyak 1.000 orang.

Rabu, 12/02/2020 14:01 0

Video News

PBNU: Siapapun Yang Menolak Pancasila Silahkan Hengkang dari NKRI

Pengurus Besar Nadhlatul Ulama tegas menyarankan pemerintah untuk menolak kepulangan WNI Eks ISIS.

Rabu, 12/02/2020 09:23 0

Suriah

Oposisi Suriah Tembak Jatuh Helikopter Militer Rezim di Idlib

Saat itu, pejuang oposisi yang didukung oleh artileri Turki di sekitar kota Neirab maju untuk menghalau serangan militer Suriah yang didukung oleh Rusia, setelah mereka menguasai kota sebelumnya.

Rabu, 12/02/2020 07:54 0

Asia

Kelebihan Penumpang, Kapal Pengungsi Rohingya Karam

Setidaknya 15 tewas dalam insiden itu. Kapal itu hendak menuju Malaysia dari Baghladesh

Rabu, 12/02/2020 06:57 0

Close