... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

GISS: Sebut ISIS Eks WNI, Jokowi Akui ISIS Negara Berdaulat

Foto: Global Indonesia Strategic Studies (GISS).

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Global Indonesia Strategic Studies (GISS) Fajar Shadiq menilai narasi yang digunakan oleh Jokowi kepada para pendukung ISIS yang berada di Suriah sebagai ISIS Eks WNI kontraproduktif. Penyebutan itu merupakan bentuk pengakuan secara tidak langsung bahwa entitas ISIS sejajar dengan negara.

“Ketika Jokowi menyebut ISIS eks WNI itu berarti Jokowi menganggap dengan bergabungnya seseorang kepada ISIS berarti seperti bergabung ke sebuah negara. Jokowi seperti mengaminkan klaim ISIS sebagai Daulah (negara) Islam,” ujar Fajar dalam rilis tertulisnya kepada media, Kamis, 13 Februari 2020.

Menurutnya, penyebutan eks WNI oleh Presiden Jokowi sama dengan penegasan bahwa para pendukung ISIS telah kehilangan kewarganegaraan Indonesia.

Berdasarkan regulasi yang berlaku dalam Pasal 23 UU Nomor 12 Tahun 2006, kewarganegaraan Indonesia bisa hilang di antaranya apabila WNI yang bersangkutan mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing.

“Seluruh komunitas internasional tidak pernah ada yang mengakui kedaulatan maupun klaim ISIS. Meskipun secara de facto, ISIS pernah menguasai wilayah yang sangat luas di Syria dan Iraq. Selama ini entitas ISIS disebut sebagai actor non-state dalam kajian hubungan internasional,” tambah alumnus Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia ini.

Ia juga menambahkan bahwa dalam Pasal 23 UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, Warga Negara Indonesia kehilangan secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut.

BACA JUGA  Santri PESMADAI Dapat Bantuan Kasur dari BMH Hidayatullah

“Dengan demikian jika melihat poin tersebut maka, secara tidak langsung Pemerintah Indonesia telah mengakui ISIS sebagai aktir negara dalam pergaulan internasional,” pungkasnya.

Sebelumnya, istilah ‘ISIS eks WNI’ digunakan Jokowi saat dia mengemukakan sikap tegasnya: tak akan memulangkan mantan kombatan ISIS. Sikap itu diambil pemerintah karena negara ingin menjamin keamanan dalam negeri dari teroris. Ada ratusan juta penduduk Indonesia yang harus dijamin keamanannya.

“Saya kira kemarin sudah disampaikan bahwa pemerintah punya tanggung jawab keamanan terhadap 267 juta penduduk Indonesia, itu yang kita utamakan. Oleh sebab itu, pemerintah tidak memiliki rencana untuk memulangkan orang-orang yang ada di sana, ISIS eks WNI,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020).

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

PBNU: Bersatunya Negara Arab, Senjata Terkuat Pembebasan Palestina

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyebut senjata paling ampuh untuk mengatasi problem Palestina adalah dengan bersatunya negara-negara Arab.

Kamis, 13/02/2020 09:49 0

Turki

Erdogan Ancam Militer Suriah

Ia juga menuntut pasukan oposisi Suriah bersekutu dengan Turki agar tidak memberi alasan kepada pemerintah untuk menyerang.

Kamis, 13/02/2020 07:17 0

Suriah

PBB: Ekskalasi Idlib Picu Gelombang Pengungsi Terbesar dalam Krisis Suriah

Sekitar 700.000 orang melarikan diri akibat serangan rezim Bashar Assad di wilayah Idlib Suriah. Menurut PBB menjadi yang terbesar dari konflik selama 9 tahun.

Rabu, 12/02/2020 17:50 0

Malaysia

MasyaAllah, Seorang Batita Selamat Usai Terlempar dari Mobil di Jalan Raya

Seorang bocah lelaki berusia dua tahun terlempar keluar dari mobil pada Selasa (11/02/2020) setelah terjadi kecelakaan di jalan raya Malaysia.

Rabu, 12/02/2020 16:06 0

Suriah

Turki Netralisir 51 Pasukan Assad di Idlib

Pihak berwenang Turki sering menggunakan istilah "dinetralkan" untuk menggambarkan musuh yang menyerah, dibunuh atau ditangkap.

Rabu, 12/02/2020 15:51 0

News

Indonesia dan Tunisia Prakarsai Pertemuan Khusus DK PBB, Bahas Proposal Perdamaian Amerika

Pertemuan tersebut digelar untuk mendegarkan langsung pernyataan Presiden Palestina, mahmud Abbas.

Rabu, 12/02/2020 14:19 0

News

Tandingi No Hijab Day, Gerakan Menutup Aurat 2020 Akan Digelar di 53 Daerah

Alawiyah mengatakan bahwa estimasi massa tahun ini sebanyak 1.000 orang.

Rabu, 12/02/2020 14:01 0

Video News

PBNU: Siapapun Yang Menolak Pancasila Silahkan Hengkang dari NKRI

Pengurus Besar Nadhlatul Ulama tegas menyarankan pemerintah untuk menolak kepulangan WNI Eks ISIS.

Rabu, 12/02/2020 09:23 0

Suriah

Oposisi Suriah Tembak Jatuh Helikopter Militer Rezim di Idlib

Saat itu, pejuang oposisi yang didukung oleh artileri Turki di sekitar kota Neirab maju untuk menghalau serangan militer Suriah yang didukung oleh Rusia, setelah mereka menguasai kota sebelumnya.

Rabu, 12/02/2020 07:54 0

Asia

Kelebihan Penumpang, Kapal Pengungsi Rohingya Karam

Setidaknya 15 tewas dalam insiden itu. Kapal itu hendak menuju Malaysia dari Baghladesh

Rabu, 12/02/2020 06:57 0

Close