... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kelebihan Penumpang, Kapal Pengungsi Rohingya Karam

Foto: Kapal yang ditumpangi warga etnis Rohingya/Ilustrasi

KIBLAT.NET, Kolombo – Setidaknya 15 orang tewas dan tujuh puluh lainnya diselamatkan setelah sebuah kapal yang membawa pengungsi Rohingya tenggelam di pantai selatan Banglades.

Juru bicara Penjaga Pantai Baghladesh Hamid Al-Islam mengatakan kepada AFP pada Selasa (11/02/2020) bahwa sekitar 130 orang berada di atas kapal penangkap ikan yang berusaha menyeberangi Teluk Benggala menuju Malaysia. Dia menambahkan bahwa tujuh puluh dari mereka diselamatkan.

Hamid menjelaskan bahwa kapal sepanjang 13 meter itu adalah satu dari dua kapal yang melakukan perjalanan berbahaya ini untuk jarak dua ribu kilometer sebelum dimulainya musim hujan.

“Kami menemukan satu kapal dan semua penumpangnya pengungsi daru kamp Bazar Cox, tetapi kami tidak menemukan jejak kapal kedua,” kata Hamid.

Para pejabat mengatakan bahwa empat anggota angkatan laut dan penjaga pantai sedang melakukan penyisiran di laut dekat Pulau San Martin.

“Sejauh ini kami telah menemukan 14 mayat dan menyelamatkan tujuh orang,” kata komandan operasi pencarian Naim Al-Haq kepada AFP, sementara operasi pencarian berlanjut di dekat Pulau San Martin di Teluk Bengal.

Salah satu pemimpin Penjaga Pantai, Faisal Hassan Khan, membenarkan bahwa “penyelundup menipu” para migran.

Malaysia adalah tujuan favorit bagi Rohingya dan komunitas besar minoritas ini tinggal. Dengan tidak adanya kesempatan kerja dan pendidikan di kamp-kamp Bangladesh, ribuan orang Rohingya telah mencoba untuk pindah ke sana atau ke negara lain di Asia Tenggara.

Ketidakjelasan di Kamp Pengungsian

Ahli imigrasi Shaker Al-Islam, yang kelompoknya bekerja dengan Rohingya untuk menyadarkan mereka tentang bahaya penyelundupan. Ia mengatakan bahwa kesengsaraan di kamp-kamp itulah yang mendorong para pengungsi untuk pergi.

“Ini adalah tragedi yang menunggu hal itu terjadi. Mereka hanya ingin keluar, namun akhirnya menjadi korban jaringan penyelundup yang sangat aktif di kamp-kamp,” kata Shaker Al-Islam.

Dia menambahkan bahwa puluhan pengungsi Rohingya memberi tahu organisasinya, Program Ofibashi Karmi Unayan (Okope) untuk membela hak-hak migran, bahwa penyelundup telah menghubungi mereka.

Sejak tahun lalu, pasukan keamanan di Bangladesh telah menangkap lebih dari 500 Rohingya di desa-desa pesisir dan kapal-kapal. Setidaknya tujuh penyelundup juga terbunuh dalam baku tembak dengan polisi pada tahun 2019.

Penyelundupan meningkat antara bulan November dan Maret, biasanya karena laut lebih aman untuk kapal penangkap ikan kecil yang digunakan untuk perjalanan berbahaya ini.

Diperkirakan 25.000 Rohingya telah meninggalkan Burma dan Bangladesh dengan kapal sejak 2015 untuk mencoba mencapai Indonesia dan Malaysia. Ribuan dari mereka tenggelam karena kelebihan muatan kapal yang membawa mereka.

Bangladesh dan Burma menandatangani perjanjian untuk mengembalikan para pengungsi Rohingya pada tahun 2017. Namun, dua upaya pada bulan November dan kemudian minggu ini gagal karena orang-orang terlantar menolak untuk pergi.

Pemerintah Burma tidak secara resmi mengakui Rohingya sebagai minoritas, dan menganggap mereka dari Bengal meskipun beberapa keluarga telah tinggal di negara ini selama beberapa generasi.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Laporan Soal Ade Armando Ditolak, FPI: Polri Tebang Pilih

Front Pembela Islam melaporkan Ade Armando karena dianggap menghina FPI dengan sebutan “organisasi preman”, “bangsat” dan menyamakan FPI dengan Nazi.

Rabu, 12/02/2020 00:20 0

Analisis

Mantan ISIS, Pulang atau Jangan?

Namun jika Presiden Jokowi, misalnya, mengambil posisi sebagai ulil amri berdasarkan dan menjalankan syariat Islam, maka masalahnya akan lebih mudah diselesaikan. Para eks-ISIS tentu akan kembali dengan taubat nasuha, bukan taubat pragmatis.

Selasa, 11/02/2020 17:58 0

Indonesia

Takut Jadi Virus, Pemerintah Tak Akan Pulangkan WNI eks-ISIS ke Indonesia

Dari hasil rapat, pemerintah menyatakan tidak akan memulangkan WNI yang terlibat ISIS. Mahfud juga menyebut bahwa mereka bisa menjadi 'virus' bagi warga Indonesia.

Selasa, 11/02/2020 17:43 0

Indonesia

Pengamat: Terorisme Atas Nama Agama Tak Hanya di Islam

pengamat terorisme dan radikalisme Angel Damayanti Ph.D mengatakan bahwa terorisme sudah mengalami banyak pergeseran.

Selasa, 11/02/2020 17:21 0

Indonesia

Konferensi Liga Parlemen Dunia untuk Al-Quds, Semua Negara Tolak Rencana Perdamaian Amerika

Konferensi kali ini menghasilkan beberapa butir resolusi untuk isu Palestina, termasuk memilih kepemimpinan baru di Liga Parlemen.

Selasa, 11/02/2020 13:14 0

Indonesia

Lebih dari 400 Bencana Terjadi Hingga Minggu Ketiga Februari 2020

BNPB mencatat lebih dari 400 bencana terjadi hingga minggu ketiga Februari 2020, atau per 10 Februari 2020.

Selasa, 11/02/2020 11:18 0

Indonesia

Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis Tolak Proposal Perdamaian Trump

Dalam penolakannya, KIBBM menyerukan persatuan umat Islam dan segenap bangsa Indonesia.

Selasa, 11/02/2020 11:14 0

Indonesia

Laporan Soal Ade Armando Ditolak, FPI: Polri Tebang Pilih

Front Pembela Islam melaporkan Ade Armando karena dianggap menghina FPI dengan sebutan "organisasi preman", "bangsat" dan menyamakan FPI dengan Nazi.

Selasa, 11/02/2020 10:56 0

Manhaj

Tiga Pondasi Dasar Akidah Seorang Muslim

Dengan demikian, memahami ketiga pertanyaan tersebut layak menjadi prioritas utama seorang mukmin. Karena tidak ada yang menyelamatkan kita, baik di alam kubur maupun di akhirat kecuali dengan memahami, meyakini dan mengamalkan tiga landasan tersebut sesuai dengan petunjuk al-Quran dan Sunnah.

Senin, 10/02/2020 17:36 0

Indonesia

Pengurus PP KAMMI Periode 2019-2021 Resmi Dilantik

Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI), Elevan Yusmanto resmi melantik Pengurus PP KAMMI Periode 2019-2021.

Ahad, 09/02/2020 08:23 0

Close