Laporan Soal Ade Armando Ditolak, FPI: Polri Tebang Pilih

KIBLAT.NET, Jakarta – Front Pembela Islam melaporkan Ade Armando karena dianggap menghina FPI dengan sebutan “organisasi preman”, “bangsat” dan menyamakan FPI dengan Nazi. Namun, laporan yang dibuat Aziz Yanuar, kuasa hukum FPI ditolak oleh Mabes Polri.

“Jadi sekali lagi disini kita membuktikan bahwa ada ketidakadilan, lalu penegakan hukum yang tebang pilih. Itu terbukti di beberapa hal. Hari ini kita buktikan secara jelas, nyata, pihak penyidik di Tipidum menyatakan tidak mau memproses laporan kita,” ujar Aziz di Bareskrim Polri, Senin (11/2/2020) malam.

FPI melaporkan Ade Armando ke Mabes Polri dan membawa beberapa bukti, serta menjelaskan keterangan dan argumentasi hukum kepada penyidik Tindak Pidana Umum, namun laporannya tetap ditolak. Polisi, sebut Aziz menyatakan beberapa argumentasi yang kesemuanya dibantah olehnya.

“Argumennya antara lain adalah menyatakan yang melaporkan haruslah yang bersangkutan artinya ketua umum FPI, atau orang person, merujuk pada pasal 310. Kita bantah bahwa kita tidak menggunakan pasal 310, melainkan 156,” ujarnya.

Selain itu, polisi menyebut bahwa orang yang melaporkan, harus ada di tempat kejadian perkara di mana Ade melecehkan FPI. “Saya bantah alasan tersebut, bahwa pada kasus Ahok, jelas kita yang melaporkan tanpa ada di pulau seribu bisa diproses,” ungkapnya.

Kemudian, polisi beralasan pelaporan ini harus melibatkan Dewan Pers, karena dugaan pelecehan yang dilakukan Ade Armando diupload oleh Realita TV.

“Saya katakan bahwa itu tidak bisa, itu sudah kita jelaskan, ada bukti bahwa tempo hari Rocky Gerung dilaporkan ke Mabes Polri dan Polda pada saat keterangannya di ILC, tidak ada Dewan Pers, tidak ada TV One nya dipermasalahkan,” ujarnya.

BACA JUGA  Pakar: Penegakan Hukum Pelanggar PSBB Terkesan Diskriminatif

Jonru Ginting pun sampai ditahan salahsatunya karena pernyataan Jonru di ILC, lanjut Aziz. Artinya dua itu sudah saya kasih penjelasan, di argumen hukum sudah, bukti yurisprudensinya sudah, tapi mereka tetap menyuruh kita laporan di PMJ.

“Apakah Kapolrinya beda, apa peraturannya beda antara di Polda dan di Mabes? Sama kan semuanya di Republik ini sama di mana-mana. Kecuali mengenai kewenangan dan wilayah, kita paham hal seperti itu,” ujarnya.

“Karenanya kita sekali lagi membuktikan bahwa keadilan dan tebang pilih itu sangat nyata di sini,” tegasnya.

Aziz pun akan melaporkan Ade Armando atas dugaan pelecehan ini ke Polda Metro Jaya pada Selasa (11/2/2020) siang, sesuai permintaan penyidik Tipidum Mabes Polri.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat