Suriah Memanas: Faksi Non-Militer Ikut Terjun Pertahankan Idlib

KIBLAT.NET, Idlib – Rezim Suriah pimpinan Bashar Assad dibantu pasukan Rusia terus mengadakan kampanye militer di Idlib. Akibatnya, puluhan penduduk tewas dan ribuan lainnya mengungsi.

Gerakan perjuangan Suriah memberikan perlawanan terhadap kampanye ini. Meskipun dengan berbagai keterbatasan dan kurangnya kesiapan. Gerakan tidak hanya dilakukan faksi-faksi oposisi militer Suriah, tetapi juga non-militer. Seperti yang dilakukan Institut Imam al-Syafi’i.

Lembaga pendidikan tersebut telah meluncurkan imbauan mobilisasi berjudul ‘Heed the call’ (Labbu al-Nida’). Tujuannya memperkuat perlawanan faksi-faksi militer di garis depan.

“Kami telah menangguhkan pekerjaan institut untuk mengimbaut orang-orang, memperkuat saudara-saudara di garis depan, memanggil orang-orang untuk memobilisasi, mendorong orang-orang untuk memikul tanggung jawab,” kata jubir Institut kepada jurnalis independen, Ayman Jawad al-Tamimi.

Institut menegaskan bahwa mobilisasi ini bukan untuk kepentingan orang, golongan, atau faksi tertentu. Melainkan untuk membela saudara-saudara Muslim yang mendapat tekanan.

“Tujuan kami bukan untuk faksi apa pun: ke mana pun dia (yang mendaftar) ingin pergi, tidak apa-apa. Yang penting keluar untuk jihad,” kata imbauan itu.

Institute menyadari bahwa mobilisasi ini banyak kekurangan. Namun, menurut lembaga itu yang terpenting adalah bergerak untuk melakukan perlawanan.

“Tujuan dari mobilisasi ini agar semua berpartisipasi, karena situasinya tidak hanya bergantung pada para pejuang,” ujar lembaga itu.

Di antara yang bisa dilakukan adalah membangun pertahanan atau benteng dengan menggali tanah dan memperkuat garis belakang. “Yang penting setiap orang di wilayah yang dibebaskan memiliki tanggung jawab atas daerahnya.”

BACA JUGA  Banjir Terjang Ratusan Tenda Pengungsi Suriah di Idlib

Saat ditanya soal keterlibatan Turki dalam menahan kampanye militer Suriah, Institute menjawab secara diplomatis.

“Jika Turki ingin menyelamatkan utara dari kampanye (militer) ini, mereka akan melakukannya sejak lama, tetapi itu hanya janji. Hari-hari ini, Allah tahu karena kekuatan besar telah masuk. Allah tahu. Tapi kita sebagai faksi mujahid dan mujahidin tidak bergantung pada Turki,” tegas lembaga itu.

Sumber: Aymennjawad
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat