Pengamat: Terorisme Atas Nama Agama Tak Hanya di Islam

KIBLAT.NET, Jakarta – Dekan Fisipol Universitas Kristen Indonesia (UKI) sekaligus pengamat terorisme dan radikalisme Angel Damayanti Ph.D mengatakan bahwa terorisme sudah mengalami banyak pergeseran. Ia tak menampik bahwa saat ini terorisme dikaitkan kepada agama tertentu.

“Kalau dulu kita kenal ada teroris yang tujuan sebenarnya adalah politik, artinya dia mau memperebutkan wilayah, kekuasaan, power. Belakangan ini kemudian dikaitkan dengan agama tertentu,” ungkap Angel saat ditemui Kiblat di Rumah Daksha, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (10/02/2020).

Menurut Angel, agama disini sebenarnya lebih dikaitkan kepada simbol yang bisa digunakan untuk membakar simpati dan emosi. Dan itu diawali misalnya tahun 1996 dan 1998 ketika Osama bin Laden membuat fatwa Muslim Brotherhood untuk menujukkan umat Islam di dunia saudara.

“Dan arena itu mereka bersatu untuk mengalahkan atau membalas dendam kelompok-kelompok yang mereka anggap sebagai musuh, yaitu Amerika Serikat dan sekutunya,” jelasnya.

Angel juga memaparkan bahwa terorisme dan radikalisme berbasiskan agama bukan hanya agama Islam. Karena di Myanmar terorisme itu menggunakan agama Budha untuk membunuh, membinasakan atau menghancurkan warga Rohingnya yang beragama Islam. “Dan suku bangsanya (Rohingnya) menurut mereka bukan suku bangsa Birma,” tuturnya.

Kemudian, lanjut Angel di Amerika banyak kelompok-kelompok teroris atau radikal yang menggunakan agama Kristen. Bahkan di Indonesia pun pernah ada, yaitu ketika ada konflik Ambon dan Poso, ada kelompok-kelompok yang menyebut dirinya sebagai laskar kristus misalnya, atau kelompok kelelawar.

BACA JUGA  Polri Masih Cari Dugaan Pidana Kerumunan di Petamburan

“Dan itu menggunakan basis agama Kristen sebagai cara untuk membakar emosi dan melakukan perlawanan dan melakukan aksi teror. Jadi, (Teroris) Nggak cuman agama Islam, semua agama. Hindu ada, Budha ada, Kristen ada, Islam juga ada,” pungkasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat