3 Stairs Dilaporkan Karena Jual Masker Terlalu Mahal

KIBLAT.NET, Singapura – Perusahaan retail 3 Stars menerima keluhan dari masyarakat terkait harga jual masker yang tinggi. Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) meminta 3 Stars untuk menjelaskan alasan penetapan harga di gerainya.

“Pengontrol Harga meminta 3 Stars untuk menjelaskan dasar penetapan harga jual untuk penjualan masker, termasuk biaya dan margin keuntungan mereka,” kata MTI dalam rilisnya pada Selasa (11/01/2020).

Batas waktu 3 Stars untuk menanggapi pertanyaan MTI adalah 12 Februari 2020. Jika tidak merespons, 3 Stars akan didenda hingga S$ 10.000 (Rp98 juta) untuk pelanggaran pertama, dan S $ 20.000 untuk pelanggaran kedua dan selanjutnya.

“Mencari untung adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab dan merusak. Kami mendesak semua pengecer untuk memiliki tanggung jawab sosial perusahaan dan tidak mengambil keuntungan dari meningkatnya permintaan untuk menaikkan harga secara tidak masuk akal,” kata MTI.

Pada bulan Januari, MTI mengeluarkan lima surat; satu surat permintaan untuk Deen Express dan empat permintaan informasi ke platform e-commerce Lazada, Carousell, Qoo10 dan Shopee.

MTI mengatakan bahwa Deen Express “tanpa ragu meminta maaf” atas strategi penetapan harga mereka, dan sejak itu memperbaiki praktik penetapan harganya. Platform e-commerce telah menyediakan informasi yang diminta, dan bekerja sama dengan MTI untuk mengatasi praktik-praktik tersebut.

Asosiasi Konsumen Singapura (CASE) dan Komisi Persaingan dan Konsumen Singapura (CCCS) juga memantau situasi dengan cermat dan akan menyelidiki praktik-praktik yang tidak adil dan anti-persaingan.

Konsumen dapat melaporkan penjual yang salah ke CASE di 6100 0315.

Kementerian Kesehatan (MOH) mengatakan pada hari Senin bahwa ada 45 kasus penularan virus corona baru di Singapura, tujuh orang dalam kondisi kritis. Satu pasien lagi telah keluar, artinya sekarang semuanya telah pulih dari virus.

Jumlah kematian akibat epidemi virus korona baru China melonjak menjadi 1.011 pada hari Selasa setelah 108 kematian baru, termasuk 103 orang di provinsi Hubei.

Dalam laporan hariannya, komisi kesehatan Hubei juga mengkonfirmasi 2.097 kasus baru di provinsi pusat, tempat wabah muncul pada bulan Desember.

Sekarang ada lebih dari 42.200 kasus yang dikonfirmasi di seluruh China, berdasarkan angka dari pemerintah.

Sumber: Channel News Asia
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat