... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

INSISTS: Islam Juga Dipecah Belah Melalui Istilah

Foto: Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSIST) Dr. Syamsuddin Arif

KIBLAT.NET, Jakarta – Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Dr. Syamsuddin Arif mengungkapkan bahwa Islam dipecah belah dari berbagai sisi. Termasuk dari segi istilah.

“Ini terjadi sebenarnya belum lama, belum sampai 100 tahun. Istilah itu diciptakan untuk merobek agama Islam dan merobek tentang pemahaman Islam,” katanya dalam diskusi “Radikalisme dan Ekstrimisme: Teori dan fakta” di Gedung INSIST, Jakarta pada Sabtu (08/02/2020).

Jadi, kata dia, Islam dipecah dan digunting jadi berbagai bagian. Misalnya Islam politik, Islam miitan, modernis, fundamental, liberal, inklusif, radikal dan sebagainya.

“Tapi sampai saat ini belum ada Islam Aceh, kudus, udah kayak soto. Kita tunggu Islam Lamongan. kira-kira Rasullah melihat ini bagaimana? apakah akan bahagia? Tapi yang aneh, di kolom agama KTP itu hanya Islam. nggak ada islam inklusif atau islam tradisional,” ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa ini bukan sekedar wacana. Menurutnya, ini sudah menjadi pikiran dan mungkin sudah mengkristal jadi ideologi, karena banyak orang berusaha menyuarakan ini semua.

Syamsuddin menilai, jika yang mengkotak-kotakkan Islam adalah bukan orang Islam, itu masih wajar. Namun ia prihatin ketika umat Islam turut larut dalam upaya pecah-belah tersebut.

“Ini semua perkembangan yang memprihatinkan, yang hanya menunjukkan kejahilan kita. Kalau kita ikut-ikutan saya pikir itu merugikan diri sendiri, makin tidak mengerti tentang Islam itu apa,” ucapnya.

BACA JUGA  Sinergi Foundation Siap Salurkan 80.000 Masker dan Mob Cap untuk Tenaga Medis

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Wabah Virus Corona, Kepala WHO: Dunia Kekurangan Masker

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat (07/02/2020), mengatakan bahwa dunia kehabisan topeng dan peralatan pelindung lainnya terhadap virus corona baru.

Sabtu, 08/02/2020 10:54 0

Palestina

Lagi, Jamaah Palestina Dicegah Shalat Jumat di Masjid Al-Aqsa

Ratusan jamaah Palestina yang melakukan perjalanan ke Masjid Al-Aqsa untuk shalat Jumat dicegah memasuki situs suci.

Sabtu, 08/02/2020 10:36 0

Suriah

150 Kendaraan Militer Turki Bergerak ke Idlib

Turki mengatakan sembilan pos terdepan yang didirikan berdasarkan kesepakatan 2018 dengan Rusia - di bagian tenggara wilayah itu - kini telah dikepung oleh tentara Suriah.

Sabtu, 08/02/2020 10:29 0

Video News

Delapan Materi Kongres Umat Islam Indonesia Sedang Diuji Sahih

Wakil Sekretaris Steering Commitee Kongres Umat Islam Indonesia, Rofiqul Umam Ahmad menyebut, dari kedelapan materi yang disusun SC untuk pembahasan KUII saat ini sedang diuji sahih.

Sabtu, 08/02/2020 09:15 0

Video News

Komisi VIII DPR: Jika Kembali ke Indonesia, Eks ISIS Harus Dipastikan Tak Buat Masalah

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily mengkritisi pernyataan Menteri Agama soal rencana pemulangan 660 eks ISIS ke Indonesia. Menurutnya, hal itu bukanlah ranah Kementerian Agama.

Sabtu, 08/02/2020 08:00 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Waspada Akan Virus Wahn – Ust. Abdul Khalid, MA.

Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah menjawab,”Cinta dunia dan takut mati. HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278, shahih kata Syaikh Al Albani.

Jum'at, 07/02/2020 21:58 0

Video News

Komisi VIII: Pembahasan RUU PKS Diulang Dari Awal

Hasan menjelaskan, keputusan Baleg menyebutkan bahwa RUU P-KS bukanlah RUU yang carryover. Sehingga tidak melanjutkan yang ada di periode sebelumnya dan harus mengulang pembahasan dari awal jika ingin disahkan.

Jum'at, 07/02/2020 16:33 0

Artikel

Gus Sholah di Antara Islam dan Negara

Gus Sholah juga melihat relasi agama dan negara di Indonesia diberikan jalan tengah berupa, meminjam istilah Gus Sholah, ‘negara berketuhanan,’ yang bukan sekular bukan pula negara berdasarkan agama.

Jum'at, 07/02/2020 15:18 0

Amerika

Tak Sudi Diminta Mata-matai Saudara Muslimnya, Empat Pria Gugat FBI

Mereka mendesak Mahkamah Agung AS untuk menegaskan putusan terhadap para agen FBI.

Jum'at, 07/02/2020 12:52 0

Asia

Begini Penampakan “Masjid Berjalan” di Jepang

Bagian belakang truk yang dimodifikasi dapat diperlebar dalam hitungan detik. Terdapat papan tanda Arab dan keran air untuk berwudhu.

Jum'at, 07/02/2020 10:56 0

Close