... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

150 Kendaraan Militer Turki Bergerak ke Idlib

Foto: Konvoi militer Turki

KIBLAT.NET, Idlib – Turki telah mengirim hampir 150 kendaraan dengan pasukan komando dan amunisi di dalamnya untuk memperkuat 12 pos pengamatannya di Idlib. Demikian laporan kantor berita negara Turki Anadolu.

Masuknya konvoi Turki, setidaknya yang kedua dalam sepekan, pada hari Jumat (07/02/2020), menyusul peningkatan pertempuran di provinsi Idlib barat laut dan bentrokan mematikan antara pasukan pemerintah Turki dan Suriah.

Perkembangan itu juga terjadi sehari sebelum para pejabat Rusia tiba di Turki untuk melakukan pembicaraan mengenai situasi di Idlib.

Turki mengatakan sembilan pos terdepan yang didirikan berdasarkan kesepakatan 2018 dengan Rusia – di bagian tenggara wilayah itu – kini telah dikepung oleh tentara Suriah.

Wartawan Al-Jazeera, Koseoglu, melaporkan bahwa Ankara bertekad untuk mempertahankan posisi itu. “Turki mengatakan akan terus memperkuat pos-pos militer itu,” ujarnya.

“Setelah pemerintah Suriah berhasil mendapatkan kembali kendali atas wilayah-wilayah di bawah jalan raya M4 dan M5 serta Saraqib [kota], sembilan pos militer Turki sekarang berada di daerah-daerah yang berada di bawah kendali dari pemerintah Suriah,” katanya.

“Untuk saat ini, mereka aman tetapi hanya beberapa hari yang lalu pada malam hari konvoi Turki ditabrak oleh pemerintah Suriah. Jadi keselamatan dan keamanan pos militer Turki dipertanyakan.”

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam akan mengusir pasukan Suriah di Idlib kecuali mereka menarik diri pada akhir bulan.

BACA JUGA  Halau Pasukan Rusia, Turki Diprediksi Tutup Selat Bosphorus

Pada tahun 2017, Turki, Rusia dan Iran mengadakan pertemuan di kota Nursultan (sebelumnya dikenal sebagai Astana) di Kazakhstan dan mengumumkan bahwa Idlib dan kota-kota tetangga di wilayah Ghouta Timur di luar Damaskus dan kota selatan Deraa dan Quneitra akan menjadi zona de-eskalasi.

Pada bulan September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi, di mana tindakan agresi secara tegas dilarang, dan Ankara mendirikan 12 pos pengamatan di sana.

Kampanye militer telah menyebabkan tiga pos Turki jatuh di daerah di bawah kendali pemerintah Suriah. Pos-pos tersebut dilengkapi dengan personel dan peralatan yang cukup untuk mempertahankan diri.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Delapan Materi Kongres Umat Islam Indonesia Sedang Diuji Sahih

Wakil Sekretaris Steering Commitee Kongres Umat Islam Indonesia, Rofiqul Umam Ahmad menyebut, dari kedelapan materi yang disusun SC untuk pembahasan KUII saat ini sedang diuji sahih.

Sabtu, 08/02/2020 09:15 0

Video News

Komisi VIII DPR: Jika Kembali ke Indonesia, Eks ISIS Harus Dipastikan Tak Buat Masalah

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily mengkritisi pernyataan Menteri Agama soal rencana pemulangan 660 eks ISIS ke Indonesia. Menurutnya, hal itu bukanlah ranah Kementerian Agama.

Sabtu, 08/02/2020 08:00 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Waspada Akan Virus Wahn – Ust. Abdul Khalid, MA.

Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah menjawab,”Cinta dunia dan takut mati. HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278, shahih kata Syaikh Al Albani.

Jum'at, 07/02/2020 21:58 0

Indonesia

Delapan Materi Kongres Umat Islam Indonesia Sedang Diuji Sahih

Rofiqul Umam Ahmad menyebut, dari kedelapan materi yang disusun SC untuk pembahasan KUII saat ini sedang diuji sahih

Jum'at, 07/02/2020 20:57 0

Indonesia

MUI Akan Rapat Khusus Bahas Wacana Pemulangan Eks ISIS

Ustadz Zaitun Rasmin menyebut MUI akan mengadakan rapat pimpinan untuk membahas rencana pemulangan WNI eks ISIS.

Jum'at, 07/02/2020 20:48 0

Video News

Komisi VIII: Pembahasan RUU PKS Diulang Dari Awal

Hasan menjelaskan, keputusan Baleg menyebutkan bahwa RUU P-KS bukanlah RUU yang carryover. Sehingga tidak melanjutkan yang ada di periode sebelumnya dan harus mengulang pembahasan dari awal jika ingin disahkan.

Jum'at, 07/02/2020 16:33 0

Artikel

Gus Sholah di Antara Islam dan Negara

Gus Sholah juga melihat relasi agama dan negara di Indonesia diberikan jalan tengah berupa, meminjam istilah Gus Sholah, ‘negara berketuhanan,’ yang bukan sekular bukan pula negara berdasarkan agama.

Jum'at, 07/02/2020 15:18 0

Indonesia

ACT Targetkan Kirim 10.000 Box Masker ke Hongkong dan Macau

Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menargetkan akan mengirim 10.000 box masker ke ke Macau dan Hongkong.

Jum'at, 07/02/2020 14:46 0

Editorial

Editorial: Setelah Gus Sholah Tiada

Gus Sholah, semasa hidupnya dikenal sebagai pribadi yang santun namun tegas, beliau tak segan melakukan amar ma’ruf nahi mungkar terhadap siapapun. Termasuk kepada organisasi tempatnya bernaung, Nahdhatul Ulama. Sebagai ulama sekaligus cucu pendiri NU, beliau sangat gigih menolak NU menjadi alat politik. Beliau ingin NU lebih konsen pada pembelaan terhadap wong cilik secara umum dan umat Islam secara khusus.

Kamis, 06/02/2020 19:19 0

Indonesia

WNI Eks ISIS Tidak Boleh Dilarang Pulang ke Indonesia

Pengamat Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia, Dr. Suparji Ahmad menegaskan bahwa WNI eks ISIS harus mendapat perlindungan.

Kamis, 06/02/2020 19:19 0

Close