Palestina Tolak Rencana Perdamaian Timur Tengah Buatan Trump

KIBLAT.NET, Jakarta – Palestina kembali menegaskan bahwa pihaknya menolak rencana perdamaian Timur Tengah ala Amerika Serikat (AS) atau lebih dikenal dengan Deal of The Century (Kesepakatan Abad Ini) atau Middle East Peace Plan (Rencana Perdamaian Timur Tengah).

Hal ini disampaikan melalui Wakil Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Taher Ibrahim Abdallah Hamad. Ia mengatakan bahwa kesepakatan ini hanyalah alat untuk melegitimasi proyek kolonial Israel di tanah Palestina.

“’Kesepakatan Abad Ini’ hanyalah sebuah proposal untuk rezim apartheid yang melegitimasi proyek kolonial Israel di Tepi Barat. Muslim, Kristen dan para pemimpin Palestina menolak kesepakatan itu karena sepenuhnya memberikan Yerusalem kepada Israel. Masyarakat Palestina, baik umat Muslim maupun Kristen, serta kepemimpinan kami menolak perjanjian tersebut” kata Taher di kantor Kedutaan Besar Palestina di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada Rabu (05/02/2020).

Taher manambahkan bahwa perjanjian tersebut hanya akan membiarkan permukiman Yahudi berdiri diatas tanah Palestina, di mana saat ini terdapat 720.000 pemukim ilegal di tanah Palestina.

Lebih dari 136 permukiman ada di tepi barat,” sambungnya.

Pihaknya tetap menginginkan adanya solusi dua negara (two state solution) serta menginginkan penetapan Yerussalem Timur sebagai ibu kota resmi Palestina dan memiliki solusi yang adil bagi para pengungsi.

“Target kami adalah perlawan yang damai tanpa melibatkan kekerasan” kata dia.

Taher menuturkan bahwa komitmen tersebut akan menjadi salah satu agenda Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang dijadwalkan akan berbicara di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dalam sepekan kedepan.

BACA JUGA  Pakar: Penegakan Hukum Pelanggar PSBB Terkesan Diskriminatif

Taher mengaku bahwa Palestina mengucapkan banyak terima kasih kepada negara-negara sahabat di Asia, Amerika Latin, Eropa dan Afrika yang menolak kesepakatan yang diusulkan oleh AS ini.

“Secara khusus saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia atas dukunganya terhadap Palestina dan solusi dua negara berdasarkan perjanjian 1967,” pungkasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat