... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komisi VIII: Pembahasan RUU PKS Diulang Dari Awal

Foto: Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily. (Foto: Qoid/Kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – November 2019 lalu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmavati mengungkapkan adanya pembahasan ulang Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) untuk menyamakan persepsi dengan anggota dewan Komisi VIII. Hal ini dibenarkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily.

Hasan menjelaskan, keputusan Baleg menyebutkan bahwa RUU P-KS bukanlah RUU yang carryover. Sehingga tidak melanjutkan yang ada di periode sebelumnya dan harus mengulang pembahasan dari awal jika ingin disahkan.

“Sehingga konsekuensinya harus dibahas dari awal. Kalau Baleg merekomendasikan kepada Komisi VIII bahwa RUU PKS adalah carryover, tentu kita akan melanjutkan pembahasan dari periode sebelumnya,”ujar Hasan saat ditemui di Hotel Contury Park Senayan, Jakarta pada Rabu sore (05/02/2020).

Selain itu, politisi partai Golkar itu juga mengatakan bahwa pihaknya perlu melakukan sinkronisasi terlebih dahulu antara RUU P-KS dengan RUU KUHP jika ingin melanjutkan pembahasan RUU P-KS.

Hal itu karena ada beberapa jenis kekerasan seksual yang juga diatur dalam RUU KUHP. Dikarenakan posisi KUHP lebih tinggi, maka perlu ada harmosasi pasal terlebih dahulu.

“Ketiga, juga ada aspirasi bahwa pembahasan RUU PKS itu dilakukan bukan hanya Komisi VIII, tapi juga dengan komisi III. Jadinya bukan lagi panja tapi pansus,”tutur Hasan

“Karena aspek pemidanaan dari undang-undang itu, sebenarnya adalah domain komisi III. Sementara kita di Komisi VII lebih pada aspek pencegahan, rehabilitasi korban dan perlindungan terhadap korban kekerasan,”imbuhnya.

BACA JUGA  HNW: Kasus Lolosnya 49 TKA Asal Tiongkok Harus Diusut Tuntas

 

Reporter: Qoid

Editor: Guntur Aji

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

MUI: Pengelolaan Filantropi Islam Kurang Maksimal

Wakil Ketua Steering Commitee KUII VII, Nur Ahmad menyebut selama ini kedermawanan (filantropi) Umat Islam belum dikelola, disalurkan dan dikembangkan dengan baik.

Kamis, 06/02/2020 03:32 0

Artikel

Raja Gila dan Kita Yang Gila Raja

Fenomena raja palsu mengakar di masyarakat Indonesia yang pernah lama menganut sistem feodal. Bahkan, para pemimpin tingkat nasional dan tingkat daerah kerap menggunakan atribut feodalisme

Rabu, 05/02/2020 22:57 0

Video News

HNW: Menag Tak Berani Sebut Perusakan Mushalla di Minahasa Sebagai Radikalisme

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Hidayat Nur Wahid menyebut pengerusakan Masjid Al Hidayah Agape, Minahasa adalah tindakan radikal.

Rabu, 05/02/2020 15:07 0

Myanmar

ICC Kumpulkan Bukti-bukti Kejahatan Myanmar terhadap Rohingya

Penyelidik dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), telah mulai mengumpulkan bukti-bukti tentang dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh Myanmar terhadap Muslim Rohingya.

Rabu, 05/02/2020 14:54 0

India

“Pemerintah India Berusaha Menghapus Sejarah Kashmir”

"Saya ingin memberi tahu India bahwa mereka tidak dapat menghapus warisan ayah saya dari Kashmir karena semua orang mengingatnya di sini," kata Kant. "Sejarah tidak pernah bisa dihapus."

Rabu, 05/02/2020 11:49 0

Turki

Tak Rela Idlib Diambil Alih Rezim Assad, Ini Alasan Turki

Turki akan memberi tanggapan sekuat tenaga untuk setiap serangan baru dari rezim Suriah pimpinan Bashar Assad.

Rabu, 05/02/2020 11:33 0

Afghanistan

Taliban: Pihak AS Halangi Proses Perdamaian di Afghanistan

"Pak Pompeo tidak seharusnya menyalahkan kami. Posisi kami berprinsip dan bersatu, dan kebijakan kami tidak segoyah pihak lain. ”

Rabu, 05/02/2020 07:25 0

Suriah

Dua Bulan, 500 Ribu Orang Mengungsi dari Idlib

Gelombang pengungsi terbaru ini merupakan yang terbesar sejak konflik meletus pada 2011, menurut Swanson.

Rabu, 05/02/2020 07:05 0

News

Gerakan Protes Irak Terpecah Usai Sikap Politik Moqtada Sadr Berubah

Sadr mendesak para pengikutnya untuk tetap berada di jalanan, untuk menciptakan keretakan di dalam aksi protes.

Selasa, 04/02/2020 14:41 0

Thailand

Dokter Thailand Mengaku Berhasil Obati Pasien Virus Corona

"Hasil lab positif pada coronavirus berubah negatif dalam 48 jam," kata Kriengsak. "Dari kelelahan sebelumnya, dia bisa duduk di tempat tidur 12 jam kemudian."

Selasa, 04/02/2020 14:22 0

Close