Erdogan Ancam Rezim Assad untuk Mundur dari Idlib

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Rabu (05/02/2020), meminta Damaskus menarik pasukannya dari sekitar pos-pos pengamatan yang didirikan oleh Ankara di provinsi Idlib di Suriah.

Dalam pidatonya di Ankara, Erdogan mengancam untuk menggunakan kekerasan jika hal itu tidak dilakukan, seperti yang dilansir Sky News Arabia dari AFP.

“Dua dari 12 titik pos pengamatan kami berada di belakang garis rezim. Kami berharap tentara Suriah mundur di luar pos pengamatan kami sebelum akhir Februari,” katanya.

“Jika rezim tidak mundur, Turki akan berkewajiban untuk memastikan itu,” lanjutnya.

Pernyataan Erdogan muncul dua hari setelah tewasnya 8 tentara akibat serangan bom militer Suriah di wilayah oposisi pro Turki di Idlib.

Belakangan, Ankara mengumumkan bahwa mereka telah membom 54 sasaran pasukan pemerintah Suriah, menewaskan puluhan tentara Suriah.

Turki, yang mendukung beberapa faksi oposisi Suriah, telah menandatangani beberapa perjanjian dengan Rusia dengan tujuan gencatan senjata di Idlib, wilayah oposisi terakhir di Suriah barat laut.

Dalam kerangka perjanjian ini, Ankara telah menetapkan 12 titik pengamatan di Idlib.

Terlepas dari kesepakatan ini, tentara Suriah telah mengintensifkan serangannya di provinsi perbatasan ini dengan Turki dalam beberapa pekan terakhir, yang mengarah ke pengepungan beberapa titik pengamatan Turki sebagai bagian dari kemajuannya di Idlib.

Pasukan pemerintah berhasil mengendalikan kota Maarat Al-Numan, kota Idlib terbesar kedua, pekan lalu, yang ditinggal penghuninya. Pertempuran sengit saat ini terjadi di dekat kota Saraqib, yang juga telah kosong dari penduduk.

Sumber: Sky News Arabia
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat