Amerika Tak Punya Legitimasi Jadi Juru Damai Israel-Palestina

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI, Muhyidin Junaidi menegaskan bahwa rencana perdamaian israel-Palestina yang diinisiasi Donald Trump harus ditolak. Sebab, hal itu hanya menguntungkan Israel.

“Inisiatif damai yang diinisiasi Donald Trump sangat tidak masuk akal dan hanya menguntungkan pihak israel. Oleh karena itu, inisiatif Trump ini perlu ditolak,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Kamis (06/02/2020).

Menurutnya, keinginan Trump sama saja menjual tanah Palestina kepada israel. Muhyidin menegaskan, tindakan tersebut jelas melukai rakyat Palestina.

“Nanti rakyat Palestina perlahan pasti akan kehilangan wilayah mereka sedikit demi sedikit. Dan nanti jadilah wilayah Palestina di tepi barat milik israel,” paparnya.

“Anda bisa bayangkan orang Palestina yang tinggal di Tepi Barat mau pergi ke Yerusalem harus minta izin dulu. Kita tahu bahwa Yerusalem seluruhnya itu tidak bisa dipisahkan dari Palestina karena kota bersejarah,” tuturnya.

Maka, ia menegaskan bahwa Trump tidak boleh memutuskan nasib bangsa Palestina hanya bicara dengan israel saja. Bahkan, ia menekankan bahwa Amerika tidak elok menjadi juru damai antara israel dan Palestina.

“Amerika tidak lagi berhak menjadi juru damai karena dia sudah menunjukkan ke berpihak kanya kepada israel. Jadi dia tidak punya legitimasi untuk menjadi juru damai,” tegasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat