ICC Kumpulkan Bukti-bukti Kejahatan Myanmar terhadap Rohingya

KIBLAT.NET, Naypydaw – Penyelidik dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), telah mulai mengumpulkan bukti-bukti tentang dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh Myanmar terhadap Muslim Rohingya. Banyak dari Rohingya telah melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh akibat kekerasan.

Phakiso Mochochoko, direktur Divisi Yurisdiksi, Pelengkap dan Kerjasama dari kantor kejaksaan ICC pada Selasa (04/01/2020), mengatakan bahwa tim penyelidik sedang mengunjungi kamp-kamp pengungsi untuk mengumpulkan bukti. Dia mengatakan keadilan akan diberikan, baik Myanmar mau bekerja sama atau tidak.

Mochochoko mengatakan kepada wartawan di ibukota Bangladesh, Dhaka, bahwa pengadilan yang bermarkas di Den Haag itu akan meneruskan kasus tersebut meskipun Myanmar bukan merupakan pihak dalam Statuta Roma, perjanjian yang membentuk pengadilan.

Myanmar membantah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan atau genosida. Dia mengatakan pengadilan memiliki mandat untuk melanjutkan kasus ini karena Bangladesh adalah pihak dalam undang-undang dan Rohingya melintasi perbatasan ke negara itu.

Penganiayaan terhadap Muslim Rohingya di Myanmar adalah salah satu tragedi kemanusiaan terburuk, kendati menjadi yang paling diabaikan. Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai salah satu komunitas yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi penganiayaan negara yang sistematis di negara bagian Rakhine utara Myanmar sejak awal 1970-an.

Pemerintah Myanmar telah lama dituduh melakukan genosida terhadap komunitas Muslim minoritas. Eksodus Rohingya dimulai pada Agustus 2017 setelah pasukan keamanan Myanmar melancarkan penumpasan brutal menyusul serangan oleh kelompok pemberontak di pos jaga.

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat