... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Gus Sholah Wafat, HNW: Semua Kalangan Merasa Kehilangan

Foto: Hidayat Nur Wahid.

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Hidayat Nur Wahid mengungkapkan Indonesia berduka dan kehilangan atas meninggalnya Gus Sholahudim Wahid. Pasalnya, pimpinan Pesantren Tebuireng ini meninggal ketika Indonesia butuh sosok ulama yang sejuk namun berprinsip.

“Semuanya sangat berduka atas meninggalnya Gus Sholah di saat bangsa sedang penuh dengan tantangan semacam ini, ada tantangan terkait dengan masalah idealisme, hubungan antar pihak, kemudian ada narasi yang menghadirkan kekerasan,” ujarnya ditemui di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (04/02/2020).

“Diperlukan tokoh yang sejuk, tapi berprinsip, yang diterima oleh semua kelompok yang ada di Indonesia, dan beliau aktif melakukan kegiatan untuk menyatukan Indonesia, dalam kondisi semacam ini, beliau wafat,” lanjutnya.

Alasan itulah yang membuat HNW menyebut Indonesia merasa sangat kehilangan, terutama umat Islam. Gus Sholah dinilai mampu menyatukan kekuatan sains dan agama untuk memajukan bangsa Indonesia.

“Keunggulan ITB ia gunakan untuk memajukan Pesantren Tebuireng, dan kesalehan beliau digunakan untuk aktif di Komnas HAM dan berbagai komunitas untuk kemudian menyegarkan kembali tautan ke-Islaman kita dan ke-Indonesiaan kita,” ujarnya.

Bukti lain adalah dengan ramainya dan beragamnya pelayat di rumah duka dan saat mengantarkan jenazah ke pemakaman.

Bukan hanya umat Islam dari kalangan NU, namun lintas ormas, latar belakang politik, agama, ada juga dari pihak pemerintah, rakyat, ulama, dan habaib.

BACA JUGA  Ekonomi Syariat Tak Hanya Bermanfaat untuk Umat Islam

“Kita semua sangat kehilangan tokoh yang sangat dihormati yang visi besarnya belum sepenuhnya terealisir sampai hari ini, dan itu menjadi amanah bagi pesantren, maupun generasi penerus beliau untuk memperjuangkan dan merealisasikannya,” tukasnya.

Visi Gus Sholah yang Belum Terealisasi

Hidayat Nur Wahid juga menyebut satu visi besar Gus Sholah yang belum terealisasi hingga saat ini, yaitu persatuan umat Islam.

“Salah satu diantaranya adalah bagaimana umat Islam yang mutlak mayoritas di Indonesia, betul-betul bisa mengokohkan ukhuwah antara mereka, dan ukhuwah umat itu kemudian disumbangkan menjadi ukhuwah watoniyah, berbangsa dan bernegara yang kokoh dan kuat,” ujarnya.

Menurut HNW, Gus Sholah memulai persatuan umat karena faktanya umat islam adalah mayoritas, dan mayoritas ada di NU. Gus Sholah pun sangat konsen membersamai NU sampai menjadi apa yang Gus Sholah bayangkan sebagaimana didikan kakek beliau, KH Hasyim Asy’ari.

“Kalau kemudian ini mewujud, pastilah ini akan jadi agenda yang sangat besar yg menantang untuk direalisasikan tapi sekaligus pasti amat sangat maksimal menjadi sumbangsih dan kontribusi yg berkeunggulan,” ujarnya.

Selain itu, HNW menyebut salah satu prestasi almarhum dan layak untuk dilanjutkan adalah bagaimana pedulinya Gus Sholah pada pendidikan khususnya pendidikan islam melalui pesantren.

“Beliau menghadirkan pesantren Tebuireng yang mengalami lonjakan kualitas yang sangat luar biasa, ini penting untuk terus dijaga. Sehingga dng demikian maka bergabung nya antara yang umum dan agama maka menghadirkan keunggulan dan itu pasti yang diharapkan,” tutupnya.

BACA JUGA  Mahfud MD: Penularan Covid-19 Tak Ditentukan Pilkada

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

HNW: Menag Tak Berani Sebut Perusakan Mushalla di Minahasa Sebagai Radikalisme

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Hidayat Nur Wahid menyebut pengerusakan Masjid Al Hidayah Agape, Minahasa adalah tindakan radikal.

Rabu, 05/02/2020 15:07 0

Myanmar

ICC Kumpulkan Bukti-bukti Kejahatan Myanmar terhadap Rohingya

Penyelidik dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), telah mulai mengumpulkan bukti-bukti tentang dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh Myanmar terhadap Muslim Rohingya.

Rabu, 05/02/2020 14:54 0

India

“Pemerintah India Berusaha Menghapus Sejarah Kashmir”

"Saya ingin memberi tahu India bahwa mereka tidak dapat menghapus warisan ayah saya dari Kashmir karena semua orang mengingatnya di sini," kata Kant. "Sejarah tidak pernah bisa dihapus."

Rabu, 05/02/2020 11:49 0

Turki

Tak Rela Idlib Diambil Alih Rezim Assad, Ini Alasan Turki

Turki akan memberi tanggapan sekuat tenaga untuk setiap serangan baru dari rezim Suriah pimpinan Bashar Assad.

Rabu, 05/02/2020 11:33 0

Afghanistan

Taliban: Pihak AS Halangi Proses Perdamaian di Afghanistan

"Pak Pompeo tidak seharusnya menyalahkan kami. Posisi kami berprinsip dan bersatu, dan kebijakan kami tidak segoyah pihak lain. ”

Rabu, 05/02/2020 07:25 0

Suriah

Dua Bulan, 500 Ribu Orang Mengungsi dari Idlib

Gelombang pengungsi terbaru ini merupakan yang terbesar sejak konflik meletus pada 2011, menurut Swanson.

Rabu, 05/02/2020 07:05 0

News

Gerakan Protes Irak Terpecah Usai Sikap Politik Moqtada Sadr Berubah

Sadr mendesak para pengikutnya untuk tetap berada di jalanan, untuk menciptakan keretakan di dalam aksi protes.

Selasa, 04/02/2020 14:41 0

Thailand

Dokter Thailand Mengaku Berhasil Obati Pasien Virus Corona

"Hasil lab positif pada coronavirus berubah negatif dalam 48 jam," kata Kriengsak. "Dari kelelahan sebelumnya, dia bisa duduk di tempat tidur 12 jam kemudian."

Selasa, 04/02/2020 14:22 0

Eropa

Virus Corona Menjadi Darurat Global, Namun WHO Tidak Rekomendasikan Travel Ban

Organisasi kesehatan dunia WHO pada akhir bulan lalu akhirnya  menetapkan status penyebaran virus corona sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau Darurat Kesehatan Masyarakat Internasional.

Selasa, 04/02/2020 12:14 0

Eropa

Modal 99 Smartphone, Weckert Buat Ilusi Kemacetan di Google Maps

Sebuah gerobak penuh 99 smartphone yang diangkut oleh seniman Simon Weckert "membuat macet lalu lintas" di ibukota Jerman, Berlin. Setidaknya di Google Maps.

Selasa, 04/02/2020 11:48 0

Close
CLOSE
CLOSE