Turki Ancam Kerahkan Kekuatan untuk Hadapi Risiko Eskalasi di Idlib

KIBLAT.NET, Ankara – Turki mengancam, Jumat (31/01/2020), menggunakan “kekuatan militer” untuk melawan apa yang digambarkannya sebagai “risiko” yang diakibatkan oleh pertempuran di provinsi Idlib, Suriah.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh Rusia mendukung pemerintah Suriah dalam melakukan “kekejaman” terhadap rakyatnya, sementara tentara Suriah terus menggulirkan operasi militer untuk memulihkan beberapa daerah yang dikendalikan oleh oposisi.

Ratusan ribu warga sipil melarikan diri dari kemajuan pemerintah. Erdogan takut mereka mencoba melintasi perbatasan ke wilayah Turki.

Dia mengatakan bahwa negaranya tidak dapat menolerir gelombang baru pengungsi. Ia menekankan bahwa negaranya berdiri diam di depan ancaman ini.

Pasukan pemerintah Suriah mengumumkan pemulihan kendali atas kota strategis Maarat al-Numan di pedesaan Idlib.

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris, pertempuran sengit meletus antara pejuang oposisi dan pasukan pemerintah di Ma’rat al-Numan, dan tentara Suriah memberlakukan kontrol penuh atas kota.

Marat al-Numan, kota terbesar kedua di provinsi Idlib, terletak di jalan raya utama yang menghubungkan ibukota, Damaskus, dengan kota Aleppo di Suriah utara.

Kampanye pasukan pemerintah untuk memulihkan Idlib, benteng terakhir para pejuang oposisi, telah menyebabkan gelombang pemindahan ribuan warga sipil, kebanyakan dari mereka perempuan dan anak-anak, ke perbatasan dengan Turki, yang mendukung beberapa faksi oposisi yang bertempur.

Sumber: BBC Arabic
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat