... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Prancis Tangkap Mantan Jubir Faksi Oposisi Suriah Jaisyul Islam

Foto: Jaisyul Islam

KIBLAT.NET, Paris – Prancis menangkap mantan juru bicara faksi oposisi Suriah Jaisyul Islam, Islam Alloush. Dia dituduh melakukan kejahatan perang, menurut laporan “Kantor Media dan Kebebasan Berekspresi Suriah”.

Kantor Media itu mengatakan, seperti dilansir Enabbaladi.net pada Jumat (31/01/2020), bahwa pihak berwenang Prancis menangkap Alloush pada Rabu 29 Januari, karena menuduhnya melakukan kejahatan perang, penyiksaan dan penghilangan paksa ketika faksi itu mengontrol Ghouta timur, pedesaan Damaskus.

Jaisyul Islam dituduh melakukan kejahatan internasional yang sistematis terhadap warga sipil antara 2013 dan 2018 di Ghouta Timur.

Tuduhan tersebut termasuk penculikan, penahanan, dan penyiksaan seorang pengacara hak asasi manusia, Razan Zaitouneh dan Wael Hamadeh, salah satu pendiri LCC, dan dua rekan mereka.

Tuduhan lainnya, penculikan aktivis politik Samira Al-Khalil dan pengacara HAM Nazem Al-Hammadi, dari kantor gabungan Pusat Dokumentasi Pelanggaran (VDC) dan kantor pengembangan dan dukungan lokal untuk proyek-proyek kecil di Douma.

Kantor Media tersebut mengkonfirmasi bahwa Unit Kejahatan Perang Pengadilan Paris menuduh Alloush melakukan kejahatan perang, di samping keterlibatannya dalam “perekrutan paksa anak-anak ke dalam kelompok-kelompok bersenjata.” Lembaga mencatat bahwa “banyak korban mengkriminalkan dia dan secara langsung menuduhnya menculik dan menyiksa.”

Pada bagiannya, juru bicara Jaisyul Islam Hamza Bayrakdar membenarkan penangkapan Islam Alloush oleh polisi Prancis.

Bayrakdar, dalam sebuah wawancara dengan Enabbaladi.net, menggambarkan tuduhan itu sebagai “hasutan palsu oleh mereka yang menyebut diri mereka pusat dokumentasi, dengan klaim palsu dan tidak berdasar, seperti menuduh Jaisyul Islam melakukan kejahatan perang dan lain-lain.”

BACA JUGA  Penyerang Marah Charlie Hebdo Terbitkan Ulang Karikatur Nabi Muhammad

Dia menganggap bahwa tuduhan itu bukti upaya tiada henti dari orang-orang yang mengklaim sebagai pejuang revolusi untuk menutupi kejahatan rezim Assad dan sekutu Iran dan Rusia. Mereka menuduh pejuang revolusi dengan tuduhan palsu dan bohong serta memalingkan pelaku kejahatan sebearnya, rezim Assad dan sekutunya.

Bayrakdar menambahkan bahwa sebuah bab baru dalam bab-bab tentang memadamkan revolusi dan kaum revolusioner dimulai, dengan bekerja untuk menjelek-jelekkan dan menantang mereka. Ia menegaskan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan upaya-upaya untuk membantah tuduhan ini.

Islam Alloush telah memegang posisi juru bicara Jaisyul Islam sejak awal pembentukannya di Ghouta Timur oleh Zahran Alloush. Pada 2015, ia pindah dari Suriah dan tinggal di Turki untuk mengelola kantor perwakilan “juru bicara Jaisyul Islam”.

Pada Juni 2017, ia mengumumkan pengunduran dirinya dari semua tugas di Jaisyul Islam dan lembaga-lembaga afiliasinya. Ia juga mengumumkan penghentian berurusan dengan nama Islam Alloush dan kembali ke nama aslinya, Magdi Mustafa Nehme.

Penangkapan seorang pemimpin di jajaran faksi oposisi Suriah bukan yang pertama dari jenisnya di Eropa, karena mereka dituduh melakukan pelanggaran selama ikut melakukan perlawanan di Suriah.

Negara-negara Eropa sebelumnya telah menangkap unsur dan petugas yang telah membunuh atau bekerja di barisan pasukan rezim dengan tuduhan kejahatan perang.

Sumber: Enabbaladi.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Perusakan Musholla Al-Hidayah Minahasa Ternyata Bukan Pertama Kali

Yusuf juga menyebut pengerusakan Masjid Al Hidayah ini bukan terjadi pertama kali, melainkan kali kedua.

Jum'at, 31/01/2020 22:44 0

Video News

MER-C Siap Diperbantukan untuk Evakuasi WNI di Wuhan

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) mengaku siap diperbantukan bahkan siap diberangkatkan ke Wuhan, Cina dalam rangka menanggulangi wabah Corona.

Jum'at, 31/01/2020 22:15 0

Indonesia

KAHMI Tegaskan Perusak Mushalla Minahasa Utara Intoleran

Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulawesi Utara mengecam perusakan Mushalla Al-Hidayah di Minahasa Utara

Jum'at, 31/01/2020 15:27 0

Indonesia

MER-C Sebut Kekhawatiran Masyarakat Soal Virus Corona Berlebihan

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) menilai kekhawatiran masyarakat terhadap virus Corona sudah berlebihan.

Jum'at, 31/01/2020 15:18 0

Indonesia

Perusakan Mushalla Minahasa Utara Langgar Kebebasan Beragama

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menegaskan bawha pengrusakan Mushalla Al-Hidayah di Minahasa adalah pelanggaran hak beragama.

Jum'at, 31/01/2020 14:48 0

Indonesia

Tujuh PLBN Terpadu Antisipasi Masuknya Virus Corona Lewat Perbatasan Negara

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) melalui tujuh Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu melakukan beberapa langkah antisipasi di perbatasan negara.

Jum'at, 31/01/2020 14:32 0

Indonesia

LUIS: Perusakan Mushalla Minahasa Utara Ganggu Kenyamanan Beragama

Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) memberikan peryataan sikap soal pengrusakan Mushalla Al-Hidayah di Minahasa Utara.

Jum'at, 31/01/2020 14:17 0

Indonesia

Ormas Islam Se-Sulawesi Utara Desak Polisi Tangkap Aktor Intelektual Perusakan Mushalla

Ormas Islam se Minahasa Utara memberiksan sikap tegas soal pengrusakan mushalla Al-Hidayah.

Jum'at, 31/01/2020 14:07 0

Indonesia

MER-C Rekomendasikan WNI di Wuhan Dikarantina di Indonesia

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyarankan pemerintah Indonesia mengevakuasi WNI yang terjebak di Wuhan, China.

Jum'at, 31/01/2020 13:37 0

Indonesia

Kesaksian WNI Saat di Xinjiang: Mencari Masjid Susah, Warga Diawasi Ketat

Umaier Khaz pada akhir tahun 2019 mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Cina tepatnya di Xinjiang.

Kamis, 30/01/2020 22:20 0

Close
CLOSE
CLOSE