Perusakan Musholla Al-Hidayah Minahasa Ternyata Bukan Pertama Kali

KIBLAT.NET, Sulawesi Utara – Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Utara meminta pemerintah daerah segera menerbitkan surat izin rumah ibadah kepada Masjid Al Hidayah, Minahasa yang beberapa waktu lalu dirusak oleh sekelompok orang.

“Pemerintah diharapkan dapat memperbaiki tempat ibadah itu, dan mempercepat izin tempat ibadah itu untuk menjadi Masjid,” ujar Sekretaris Umum MUI Sulut, Nasrudin Yusuf melalui sambungan telepon, Jum’at (31/1/2020).

MUI juga meminta para pelaku pengerusakan dapat diusut secara tuntas dan mendapatkan hukuman sebagaimana mestinya.

Selain itu, Yusuf juga menyebut pengerusakan Masjid Al Hidayah ini bukan terjadi pertama kali, melainkan kali kedua. Pengerusakan ini dinilai lantaran terlambatnya FKUB Minahasa yang tak kunjung menerbitkan surat izin rumah ibadah.

“Terdapat keterlambatan penandatanganan administrasi itu. Seharusnya penandatanganan itu kan sudah 9 tahun sudah ada proses, tapi belum ditandatangani,” jelasnya.

Masjid Al Hidayah di Perum Agape Griya Jaga menurut Yusuf sudah pernah diurus perizinan oleh masyarakat muslim perum tersebut dan surat perizinannya sudah ada. Namun belum ditandatangani oleh pihak yang berwenang.

“Semenjak adanya itu sudah memproses perizinan FKUB tapi belum ditandatangani. Kita sangat mengharapkan percepatan itu,” ujarnya.

Ia pun berharap pemerintah dan pihak terkait bisa segera menyelesaikan masalah ini, dan juga ia menghimbau kepada seluruh pihak untuk tetap menjaga stabilitas keamanan dan juga kenyamanan umat beragama.

BACA JUGA  Kiblatorial: Menakar Revolusi Akhlak HRS

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat