... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ribuan Warga India Kembali Turun ke Jalan Protes UU Anti-Muslim

KIBLAT.NET, New Deli – Demontrasi menentang Undang-undang Kewarganegaraan anti-Muslim di India terus bergulir. Aksi protes terhadap UU kontroversial itu dimulai sejak Desember tahun lalu, setelah pengesahannnya.

Menurut media setempat, yang dilansir Anadolu Agency (AA) pada Rabu (29/01/2020), ribuan pelajar dan anggota organisasi non-pemerintah mengorganisir demonstrasi mengecam UU Kewarganegaraan yang kontroversial di ibukota, New Delhi, dan di berbagai daerah di negara bagian Uttar Pradesh, Rajasthan dan Punjab.

Media lokal menambahkan bahwa ibu kota India menyaksikan dua demonstrasi terpisah di pinggiran Shaheen Bagh (selatan) dan Jantar Mantar Square (tengah).

Naim Rabbani, salah satu demonstran di Jantar Mantar, mengatakan bahwa UU kewarganegaraan telah “diskriminasi rasial” terhadap umat Islam, dan itu harus diubah.

Dalam sebuah pernyataan kepada media lokal, Rabbani menekankan bahwa warga India akan berusaha melindungi konstitusi, terutama dari undang-undang yang diorganisir berdasarkan ras.

Pada gilirannya, Muhammad Javed, seorang mantan prajurit tentara India, mengatakan ia mengajukan pengunduran diri dari tentara untuk dapat berpartisipasi dalam demonstrasi menentang UU Kewarganegaraan.

“Kita semua adalah warga negara yang setara di India. Kami menentang semua hukum rasis yang dikenakan pada rakyat,” katanya.

Menurut media setempat, para demonstran di berbagai daerah di India membawa spanduk yang menyerukan keadilan, non-rasisme dan penghapusan undang-undang kewarganegaraan baru, meneriakkan slogan-slogan yang mengutuk UU tersebut.

BACA JUGA  Aksi Protes terhadap UU Anti-Muslim di India Terus Berlanjut

India menyaksikan protes anti Undang-Undang Kewarganegaraan, yang memungkinkan pemberian kewarganegaraan India kepada imigran gelap yang memegang kebangsaan Bangladesh, Pakistan dan Afghanistan, asalkan mereka bukan Muslim dan menghadapi penganiayaan karena agama mereka.

Politisi oposisi di Parlemen dan demonstran di beberapa kota di India percaya bahwa “UU itu dianggap diskriminasi terhadap Muslim dan melanggar konstitusi India sekuler.”

Sumber: AA
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pakar Pidana: Densus 88 Penjual Senpi Bisa Dijerat Pasal Berlapis

Suparji Ahmad menegaskan bahwa penjualan senjata oleh Anggota Densus 88 berinisial HH adalah masalah serius.

Rabu, 29/01/2020 18:46 0

Indonesia

Jual Senpi dan Gelapkan Mobil, Anggota Densus 88 Ini Jadi DPO

Seorang anggota Banit Opsnal Subbid Surveillance Ditintelijen Densus 88 Antiteror Polri berinisial HH dimasukkan daftar pencarian orang (DPO).

Rabu, 29/01/2020 18:11 0

Indonesia

Pasca Meninggalnya Rifaat, TPM dan Mer-C Akan Cek Kesehatan Napi Gunung Sindur

Ahmad Michdan mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya bersama Mer-C akan melakukan pengobatan dan cek kesehatan Napi di Lapas Gunung Sindur.

Rabu, 29/01/2020 16:54 0

Indonesia

Menkominfo Klaim Ada Penyebaran Hoaks Soal Virus Corona

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menghimbau kepada masyarakat Indonesia untuk secara cerdas menggunakan intrumen-instrumen digitalnya, s

Rabu, 29/01/2020 16:44 0

Indonesia

TPM: Penyebab Kematian Napiter Rifaat Belum Terungkap

Ahmad Michdan mengungkapkan hingga saat ini, penyebab kematian Napiter Rifaat Al Barki masih belum terungkap.

Rabu, 29/01/2020 16:34 0

Indonesia

Tiga Pesawat TNI AU Disiagakan untuk Evakuasi WNI di Wuhan

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menyiapkan pesawat untuk menjemput WNI yang ada di Wuhan.

Rabu, 29/01/2020 15:18 0

Indonesia

Sinergi Foundation Bangun Jembatan Gantung, 2.400 Orang Rasakan Manfaat

Sinergi Foundation bersama 2 lembaga lain, YBM PLN dan Nurul Hayat bersinergi membangun kembali jembatan yang rusak.

Rabu, 29/01/2020 13:33 0

Video News

Virus Corona Muncul di China, Sejauh Apa Dampaknya?

Jelang pergantian tahun, dataran China dikejutkan dengan munculnya virus asing. Awal virus terdeteksi di Kota Wuhan, tepatnya di pasar tradisional yang menjual aneka satwa untuk dikonsumsi.

Rabu, 29/01/2020 13:11 0

Indonesia

Pakar Pidana: Lebih Parah Deklarator Kerajaan Dibanding Pengusung Khilafah

Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menilai bahwa raja-raja yang muncul beberapa waktu terakhir bisa dipidana

Rabu, 29/01/2020 02:36 0

Indonesia

Hambat Kinerja KPK, Jokowi Diminta Copot Menteri Yasonna

Direktur Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN Institute), Muhammad Mualimin menilai, perilaku Yasonna Hamonangan Laoly dalam menyikapi kasus Harun Masiku

Rabu, 29/01/2020 01:32 0

Close