... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pertempuran antara Taliban dan Rezim Kabul Meningkat

Foto: Sebuah markas militer pasukan pemerintah hancur akibat serangan Taliban/Ilustrasi

KIBLAT.NET, Kabul – Setidaknya 29 personil keamanan Afghanistan tewas dalam serangkaian operasi pejuang Taliban selama beberapa hari terakhir. Taliban meningkatkan serangan setelah pemerintah mengumumkan operasi udara yang menewaskan puluhan anggota Taliban, akhir pekan ini.

Meningkatnya permusuhan mencerminkan kebuntuan dalam perundingan perdamaian yang melibatkan perunding AS dan Taliban di ibukota Qatar, Doha.

Pada Ahad lalu, Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa pasukan pemerintah membunuh 51 pejuang Taliban selama serangan akhir pekan.

Taliban menanggapi dengan melancarkan serangan di pos pemeriksaan keamanan di provinsi utara Kunduz pada Selasa malam (28/01/2020). Sumber pejabat keamanan, yang meminta tidak disebutkan namanya, mengonfirmasi serangan itu menyebabkan 15 personil militer pemerintah tewas.

Safdar Mohseni, kepala dewan regional, mengatakan bahwa Taliban menyerang sebuah kantor polisi padaa Senin malam (27/01/2020) di Puli Khumri, ibukota provinsi Baghlan. Ia menunjukkan, 14 polisi tewas dalam serangan itu.

Taliban mengaku bertanggung jawab atas dua serangan itu. Juru bicara gerakan itu, Zabihullah Mujahid, mengatakan bahwa 35 personel keamanan tewas dalam serangan Kunduz dan 17 di Baghlan.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pakar Pidana: Densus 88 Penjual Senpi Bisa Dijerat Pasal Berlapis

Suparji Ahmad menegaskan bahwa penjualan senjata oleh Anggota Densus 88 berinisial HH adalah masalah serius.

Rabu, 29/01/2020 18:46 0

Indonesia

Jual Senpi dan Gelapkan Mobil, Anggota Densus 88 Ini Jadi DPO

Seorang anggota Banit Opsnal Subbid Surveillance Ditintelijen Densus 88 Antiteror Polri berinisial HH dimasukkan daftar pencarian orang (DPO).

Rabu, 29/01/2020 18:11 0

Indonesia

Pasca Meninggalnya Rifaat, TPM dan Mer-C Akan Cek Kesehatan Napi Gunung Sindur

Ahmad Michdan mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya bersama Mer-C akan melakukan pengobatan dan cek kesehatan Napi di Lapas Gunung Sindur.

Rabu, 29/01/2020 16:54 0

Indonesia

Menkominfo Klaim Ada Penyebaran Hoaks Soal Virus Corona

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menghimbau kepada masyarakat Indonesia untuk secara cerdas menggunakan intrumen-instrumen digitalnya, s

Rabu, 29/01/2020 16:44 0

Indonesia

TPM: Penyebab Kematian Napiter Rifaat Belum Terungkap

Ahmad Michdan mengungkapkan hingga saat ini, penyebab kematian Napiter Rifaat Al Barki masih belum terungkap.

Rabu, 29/01/2020 16:34 0

Indonesia

Tiga Pesawat TNI AU Disiagakan untuk Evakuasi WNI di Wuhan

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menyiapkan pesawat untuk menjemput WNI yang ada di Wuhan.

Rabu, 29/01/2020 15:18 0

Indonesia

Sinergi Foundation Bangun Jembatan Gantung, 2.400 Orang Rasakan Manfaat

Sinergi Foundation bersama 2 lembaga lain, YBM PLN dan Nurul Hayat bersinergi membangun kembali jembatan yang rusak.

Rabu, 29/01/2020 13:33 0

Video News

Virus Corona Muncul di China, Sejauh Apa Dampaknya?

Jelang pergantian tahun, dataran China dikejutkan dengan munculnya virus asing. Awal virus terdeteksi di Kota Wuhan, tepatnya di pasar tradisional yang menjual aneka satwa untuk dikonsumsi.

Rabu, 29/01/2020 13:11 0

Indonesia

Pakar Pidana: Lebih Parah Deklarator Kerajaan Dibanding Pengusung Khilafah

Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menilai bahwa raja-raja yang muncul beberapa waktu terakhir bisa dipidana

Rabu, 29/01/2020 02:36 0

Indonesia

Hambat Kinerja KPK, Jokowi Diminta Copot Menteri Yasonna

Direktur Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN Institute), Muhammad Mualimin menilai, perilaku Yasonna Hamonangan Laoly dalam menyikapi kasus Harun Masiku

Rabu, 29/01/2020 01:32 0

Close