Tajikistan Tangkap 113 Anggota Ikhwanul Muslimin

KIBLAT.NET, Dushanbe – Jaksa Tajikistan Yusuf Rahmoun mengatakan pada Selasa (28/01/2020) bahwa pihak berwenang menangkap sebanyak 113 orang yang dituduh anggota Ikhwanul Muslimin (IM) yang dilarang di negara itu.

Dia menambahkan dalam sebuah pernyataan pers bahwa di antara yang ditahan dalam bulan ini, warga negara asing, pejabat lokal, dan lebih dari 20 profesor universitas.

Pemerintah di negara sempalan Uni Soviet menindak oposisi Islam dalam beberapa tahun terakhir dan melarang Partai Renaissance Islam dan menuduh kepemimpinannya merencanakan kudeta.

Tajikistan juga menyalahkan gerilyawan Islam, khususnya ISIS, karena meluncurkan serangkaian serangan berdarah terhadap turis asing dan pekerja di penjara lokal dan penjaga perbatasan.

Pihak-pihak yang menentang Ikhwanul Muslimin, termasuk rezim Arab, mengatakan itu adalah kelompok teroris berbahaya yang harus dihilangkan, sementara kelompok itu mengatakan mereka mengumumkan pengunduran diri dari kekerasan puluhan tahun lalu dan mengejar visi Islam yang mengadopsi cara damai.

IM merupakan pergerakan Islam tertua. Gerakan ini aktif dalam dunia politik membawa nafas Islam. Meskipun berupaya menunjukkan anti kekerasan, para pemerintah yang merasa terancam dengan keberadaan mereka memasukkan IM ke dalam daftar kelompok teroris terlarang.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat