Puluhan Ribu Warga Palestina dan Yordania Demo Tolak Rencana Perdamaian Trump

KIBALT.NET, Gaza/Tepi Barat/Amman – Puluhan ribu warga Palestina dan Yordania menggelar demonstrasi pada Selasa malam (28/01/2020) untuk menentang rencana perdamaian yang diusung oleh Amerika Serikat.

Para pengunjuk rasa di Gaza, Ramallah dan Amman berdemo sembari mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan penolakan terhadap rencana Amerika yang secara luas ditentang oleh semua masyarakat Palestina.

Di Gaza, para pengunjuk rasa mengekspresikan kemarahan mereka terhadap rencana perdamaian yang disebut Amerika sebagai “kesepakatan abad ini” dengan membakar bendera Israel dan foto-foto Presiden Amerika, Donald Trump. Mereka juga membakar ban di jalan-jalan untuk menyatakan keberatan atas rencana perdamaian tersebut.

Di wilayah Tepi Barat, demonstrasi penolakan terhadap rencana Amerika meletus di beberapa tempat. Sebagian besar digelar di kota Ramallah, Qalqilya dan Al-Khalil. Demonstrasi di Tepi Barat dilaporkan berubah menjadi bentrokan dengan pasukan Israel, namun tak ada korban luka yang dilaprokan.

Sementara itu di Amman, ibukota Yordania ratusan warga turut berpartisipasi dalam aksi solidaritas di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Demonstran meneriakkan penolakan terhadap rencana Amerika dan menyebut Washington mendukung ‘teror Israel’ terhadap rakyat Palestina.

Demonstran di Amman menyuarakan penolakan dalam pengamanan ketat. Banyak anggota parlemen Yordania dari gerakan Islam di Yordania terlihat di antara para peserta aksi solidaritas itu.

Di antara perincian rencana yang digagas oleh Presiden Trump, Yerusalem akan tetap menjadi ibu kota Israel. Diketahui, rencana itu tampaknya tidak memenuhi bahkan tuntutan paling dasar Palestina untuk perdamaian komprehensif dengan Israel, termasuk hak untuk kembali bagi pengungsi Palestina yang dipaksa keluar dari rumah mereka sebagai akibat dari konflik berkepanjangan.

 

Reporter: Qoid

Sumber: Anadolu

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat