... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kota Terbesar Kedua di Idlib Jatuh ke Tangan Rezim Assad

Foto: Kondisi Kota Maarat Al-Numan

KIBLAT.NET, Idlib – Kota terbesar kedua di Provinsi Idlib, Selasa (28/01/2020), dilaporkan jatuh ke tangan rezim Bashar Assad setelah pertempuran dan gempuran sengit. Kota tersebut hampir kosong dari penduduk setelah ditinggalkan warganya mengungsi menyusul eskalasi militer.

Observatorium untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) melaporkan bahwa pasukan rezim memasuki kota Maarat Al-Numan, kota terbesar kedua di provinsi Idlib, pada Selasa. Pergerakan militer rezim itu diiringi pertempuran sengit dan gempuran udara bertubi-tubi ke posisi pasukan oposisi.

Kemajuan militer Suriah ini diraih beberapa hari setelah rezim berhasil mengendalikan 23 desa dan kota di sekitar Maarat Al-Numan. Secara bertahap posisi pejuang oposisi terblokade.

“Kota itu telah sepenuhnya terkepung dan pasukan rezim memulai operasinya untuk menyerbunya dari sisi barat,” jelas direktur SOHR, Rami Abdel Rahman.

Ia menambahkan bahwa bentrokan yang disertai dengan serangan udara Rusia dan Suriah sedang terjadi di bagian barat Maarat Al-Numan, yang hampir kosong dari keberadaan penduduknya.

Kantor berita Rusia Sputnik melansir dari seorang komandan militer rezim mengatakan bahwa Maarat Al-Numan saat ini berhasil dikendalikan oleh militer pemerintah. Unit militer tengah melakukan penyisiran di dalam kota.

Pada bagiannya, juru bicara sayap militer HTS Abu Khalid Al-Syami mengungkapkan bahwa taktik serangan militer Suriah dan Rusia di Maarat Al-Numan belum pernah terjadi sebelumnya. Meskipun militer musuh masih menggandalkan serangan udara dan gempuran sangat sengit.

BACA JUGA  Iran Perkuat Sistem Pertahanan Udara Suriah

Maarat Al-Numan, kota terbesar kedua di provinsi Idlib dan kota paling besar di pedesaan Idlib, dikendalikan oleh oposisi Suriah sejak Oktober 2012. Sekitar tiga ratus ribu warga sipil yang tinggal di kota itu terpaksa pergi setelah rezim mulai membomnya sejak November tahun lalu.

Kota ini berjarak 40 km dari pusat provinsi Idlib. Terdapat tempat-tempat bersejarah dari era Ottoman, seperti masjid, khan, dan sekolah, di kota ini.

Maarat Al-Numan terletak sangat strategis karena dilalu jalan internasional. Jalan itu menghubungkan menghubungkan Aleppo dan Idlib dengan gubernur Hama, Homs dan Damaskus, dari tengahnya.

Pada bulan Mei 2017, Turki, Rusia dan Iran mencapai kesepakatan “zona de-eskalasi” di Idlib, dalam kerangka pertemuan Astana tentang urusan-urusan Suriah.

Terlepas dari pemahaman selanjutnya yang dibuat untuk menstabilkan gencatan senjata di Idlib, yang terakhir adalah pada bulan Januari, pasukan dan pendukung rezim terus melancarkan serangan di daerah itu, menewaskan lebih dari 1.500 warga sipil, dan memindahkan lebih dari satu juta lainnya ke daerah-daerah yang relatif tenang atau dekat. Dari perbatasan Turki, sejak 17 September 2018.

Sumber: AFP, Enabbaladi.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Kota Terbesar Kedua di Idlib Jatuh ke Tangan Rezim Assad”

  1. Rajulun makits

    Yaa Rabb

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pakar Pidana: Lebih Parah Deklarator Kerajaan Dibanding Pengusung Khilafah

Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menilai bahwa raja-raja yang muncul beberapa waktu terakhir bisa dipidana

Rabu, 29/01/2020 02:36 0

Indonesia

Hambat Kinerja KPK, Jokowi Diminta Copot Menteri Yasonna

Direktur Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN Institute), Muhammad Mualimin menilai, perilaku Yasonna Hamonangan Laoly dalam menyikapi kasus Harun Masiku

Rabu, 29/01/2020 01:32 0

Indonesia

Muhammadiyah Minta Pemerintah Pulangkan Mahasiswa Indonesia di Wuhan

Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendesak pemerintah Indonesia untuk segera melakukan langkah-langkah preventif dan perlindungan bagi masyarakat

Rabu, 29/01/2020 01:08 0

Indonesia

Virus Corona Merebak, Puan: Masyarakat Jangan Panik

Puan Maharani mengimbau masyarakat agar tidak panik dan mengikuti prosedur medis dalam menyikapi penyebaran virus Corona.

Rabu, 29/01/2020 00:56 0

Editorial

Editorial: China Diguncang Corona

Hantaman virus Corona ke negeri China di tengah perayaan hari raya imlek karuan membuat etnis Han dan etnis Uighur bernasib sama. Mereka sama-sama terisolasi dari dunia. Hanya bedanya, etnis Uighur tak pernah bangun kamp konsentrasi di sana.     

Selasa, 28/01/2020 23:00 0

Indonesia

Komisi VI: Sertifikasi Halal Tidak Boleh Hilang Dari Omnibus Law

Perkiraan jumlah penduduk Indonesia akan mencapai 269,6 juta jiwa tahun ini dengan 85,17 persen beragama Islam.

Senin, 27/01/2020 17:27 0

Artikel

Sunda Empire dan Gerakan Global: Ada Apa?

Jika di Indonesia, ketidakpuasan situasi masih ditanggapi sebagian masyarakat dengan fenomena-fenomena gerakan yang tidak rasional, maka di luar negeri, fenomena ini telah menjelma menjadi gerakan-gerakan protes sosial yang mendunia.

Senin, 27/01/2020 12:36 0

Indonesia

Heboh Virus Corona, Muhammadiyah Minta Indonesia Lindungi WNI di Cina

Pimpinan Pusat Muhammadiyah meminta pemerintah Indonesia mengambil langkah preventif menyikapi penyebaran virus corona.

Senin, 27/01/2020 12:11 0

Indonesia

GNPF Ulama: Halangi Penuntasan Korupsi, Dewas KPK Harus Dibubarkan

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) turut berkomentar terkait maraknya kasus korupsi

Sabtu, 25/01/2020 16:40 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Tinggalkan Segala yang Haram – Ust. Muizz Abu Turob

Diantara yang perlu diperhatikan oleh seorang muslim dan mukmin adalah hendaknya dia selalu memakan makanan yang halal.

Jum'at, 24/01/2020 19:34 0

Close