... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Editorial: China Diguncang Corona

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET – “Tidak ada kekuatan yang bisa mengguncang fondasi dari negara yang hebat ini. Tidak ada kekuatan yang bisa menghentikan rakyat China dan negara China untuk terus maju,” ujar pemimpin China Xi Jinping. Ungkapan itu disampaikan Jinping pada Oktober 2019 silam. Bertepatan dengan perayaan 70 tahun berdirinya negara berhaluan komunis itu.

Ungkapan Jinping dalam perspektif politik bisa dipahami sebagai kekuatan motivasi seorang pemimpin kepada rakyatnya. Namun, tak bisa dipungkiri juga, China saat ini tengah diperhitungkan sebagai kekuatan global yang baru. Laju pertumbuhan ekonomi China yang bergerak cepat membuat sejumlah negara adidaya pikir ulang berurusan langsung dengan Si Tirai Bambu.

Senjata ekonomi China di tengah tatanan global menjadi efek deteren kepada sejumlah kekuatan dunia. Sehingga, pada akhirnya hal itu membuat China jumawa. Maka kita tak perlu heran jika mendengar sesumbar Jinping di tengah parade militernya setahun silam.

Sesumbar yang sama juga pernah terjadi di masa lalu. Ketika manusia berhasil membuat kapal uap berukuran raksasa dengan teknologi paling canggih dan dilengkapi fasislitas serba mewah di masanya. Usai kapal bernama Titanic itu dibuat, salah seorang pegawai White Star Line yang membuat kapal tersebut bertepuk dada, ”Bahkan Tuhan sendiri tak akan mampu menenggelamkan kapal ini.”

Titanic akhirnya karam di samudra Atlantik Utara. Sementara China diguncang virus Corona. Hingga tulisan ini dibuat, sudah ada 106 orang di China meninggal akibat Corona, warga China yang terjangkit jumlahnya sudah berlipat hingga 4.000 orang menurut laporan media. Virus tersebut terus meluas dan menyebar keluar kota Wuhan, dan tiba di Benua Amerika, Eropa, Australia hingga ke Indonesia.

BACA JUGA  Ibadah Haji Pernah Ditiadakan, Ini Riwayat dan Alasannya

Pun sebenarnya Corona bukan yang pertama di China. Pada tahun 2003, wabah bernama Severe Acute Respiratory Syndrome (Sars) menginfeksi lebih dari 8.000 orang dan menewaskan hampir 800 orang. Wabah ini mulai muncul di Provinsi Guangdong sejak November 2002 dan telah menginfeksi ke 26 negara. Hanya saja saat itu media dan pejabat China menutup mata sembari membungkam media.

Akibat kejadian itu, China diisolasi warga dunia. Sejumlah negara sahabat, seperti Korea Utara bahkan menutup pintu rapat-rapat bagi para pelancong asal China. Tak ada yang mau datang ke China dan tak ada tempat yang mau menerima warga China. Semua takut tertular wabah bernama Corona. Entitas berukuran mikroskopis inilah yang pada akhirnya “mengguncang fondasi negara hebat” itu.

Corona pada akhirnya membelalakkan mata warga dunia. Kekuatan apapun di dunia tak ada yang baka. Semuanya sementara. Hantaman virus Corona ke negeri China di tengah perayaan hari raya imlek karuan membuat etnis Han dan etnis Uighur bernasib sama. Mereka sama-sama terisolasi dari dunia. Hanya bedanya, etnis Uighur tak pernah bangun kamp konsentrasi di sana.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

China

Jumlah Korban Meninggal Virus Corona Meningkat Menjadi 106 Orang

Kini terdapat 976 pasien yang sedang dalam kondisi kritis, dan 6.973 lainnya dicurigai terinfersi oleh virus novel Corona

Selasa, 28/01/2020 15:40 0

Rusia

Jurnalis Terkemuka Rusia Kampanyekan Solidaritas untuk Gadzhiyev

Para jurnalis terkemuka telah membuat video banding untuk mendukung rekan mereka yang dituduh membiayai terorisme di republik Dagestan Rusia.

Selasa, 28/01/2020 15:17 0

Philipina

Wabah Virus Wuhan, Filipina Batasi Masuknya WN China

Biro Imigrasi Filipina untuk sementara waktu akan berhenti mengeluarkan visa turis untuk mengantisipasi kedatangan ke warga negara China

Selasa, 28/01/2020 10:55 0

Palestina

Menhan Bennet: Kami Takkan Sedikitpun Lepaskan Tanah Israel

Kami tidak akan menyerahkan satu sentimeter pun tanah Israel kepada orang Arab. Demikian Menteri Pertahanan Israel Naftali Bennet dengan nada menantang.

Selasa, 28/01/2020 10:35 0

Arab Saudi

Menlu Saudi: Pemegang Paspor Israel Dilarang Masuk Kerajaan

Menteri luar negeri Arab Saudi mengatakan bahwa orang Israel tidak boleh mengunjungi kerajaan. Pernyataan ini untuk menunjukkan Arab Saudi tidak memiliki hubungan dengan Israel.

Selasa, 28/01/2020 10:21 0

Rusia

Rusia Usir Jurnalis Jepang yang Dituduh Gali Informasi Militer Rahasia

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa wartawan itu sudah meninggalkan Rusia setelah ditangkap oleh polisi bulan lalu di kota Vladivostok, sebuah pelabuhan di Samudra Pasifik.

Selasa, 28/01/2020 09:45 0

Prancis

Prancis Kelimpungan Ditinggal Sendirian Hadapi Islamis di Sahel Afrika

Jenderal Francois Le Quantre, kepala staf angkatan bersenjata Prancis, mengatakan kepada Reuters bahwa hilangnya dukungan intelijen AS yang mengumpulkan informasi dari penyadapan akan menjadi "kemunduran terbesar".

Selasa, 28/01/2020 09:23 0

Afghanistan

Pesawat Militer AS Jatuh di Wilayah Kontrol Taliban

Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengkonfirmasi bahwa pesawat tersebut milik militer AS.

Selasa, 28/01/2020 07:24 0

Indonesia

Komisi VI: Sertifikasi Halal Tidak Boleh Hilang Dari Omnibus Law

Perkiraan jumlah penduduk Indonesia akan mencapai 269,6 juta jiwa tahun ini dengan 85,17 persen beragama Islam.

Senin, 27/01/2020 17:27 0

Suriah

Faktor-Faktor Penghalang Persatuan Oposisi Suriah

Sayjari mengatakan bahwa HTS tidak dapat menjadi bagian dari masa depan Idlib, dan tentu saja bukan bagian dari badan nasional oposisi.

Senin, 27/01/2020 16:46 0

Close