... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pemerintah India Cabut Pembatasan Internet di Jammu dan Kashmir

KIBLAT.NET, Jammu & Kashmir – Pemerintah India mengklaim telah memulihkan internet seluler di wilayah Jammu dan Kashmir sejak Sabtu (25/01/2020) usai penduduknya mengeluhkan kecepatan internet yang sangat rendah.

Meski begitu, masyarakat kembali kecewa usai mengetahui bahwa mereka tetap tidak bisa mengakses media sosial. Padahal pemerintah india telah lebih dari lima bulan mengunci Internet di wilayah tersebut.

Dikutip dari kanor berita Anadolu, masyarakat setempat juga banyak yang tidak menyadari bahwa penyedia layanan internet mereka hanya diizinkan memberi mereka akses ke 301 situs web yang sudah di setujui oleh Pemerintah.

“Butuh waktu lama untuk membuka email. Bagaimana anda bisa memuat formulir atau mengisi aplikasi paspor online dengan kecepatan seperti ini? Kami masih harus mengunjungi warnet berkecepatan tinggi di kantor-kantor pemerintah untuk tugas-tugas semacam itu,”kata Peerzada Manzoor, salah seorang penduduk distrik Kupwara.

Sementara itu Mohammad Tahir, seorang akademisi Kashmir yang berbasis di Dublin, berkicau di laman Twitternya pada hari Sabtu dengan menyebut bahwa pembatasan Internet yang terjadi mirip seperti yang ada di Korea Utara.

“Gaya Internet ala Korea Utara. Hanya situs web yang diperiksa pemerintah yang dapat diakses. Saya masih tidak bisa melihat wajah anggota keluarga saya bahkan setelah berbulan-bulan. Saya tidak bisa mengumpulkan data untuk penelitian saya melalui wawancara online. ”

Yang lebih mengecewakan, adalah lusinan jurnalis yang tidak dapat lagi mengakses situs jejaring sosial di Media Facilitation Center, fasilitas yang dikelola pemerintah yang telah menjadi satu-satunya sumber internet selama berbulan-bulan.

Menurut pejabat fasilitas tersebut mengatakan, pihak penyedia layanan diperintahkan oleh Pemerintah agar mencegah masyarakat mengakses media sosial.

Penguncian Internet di wilayah tersebut dimulai pada Agustus lalu, beberapa saat sebelum pemerintah menghapus status otonom daerah mayoritas muslim tersebut. Larangan Internet itu akhrnya dicabut setelah Mahkamah Agung mengeluarkan putusan pada awal bulan ini, menyebut pembatasan internet itu melanggar hukum.

 

 

Reporter: Qoid

Sumber: Anadolu


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Sunda Empire dan Gerakan Global: Ada Apa?

Jika di Indonesia, ketidakpuasan situasi masih ditanggapi sebagian masyarakat dengan fenomena-fenomena gerakan yang tidak rasional, maka di luar negeri, fenomena ini telah menjelma menjadi gerakan-gerakan protes sosial yang mendunia.

Senin, 27/01/2020 12:36 0

Indonesia

Heboh Virus Corona, Muhammadiyah Minta Indonesia Lindungi WNI di Cina

Pimpinan Pusat Muhammadiyah meminta pemerintah Indonesia mengambil langkah preventif menyikapi penyebaran virus corona.

Senin, 27/01/2020 12:11 0

Indonesia

GNPF Ulama: Halangi Penuntasan Korupsi, Dewas KPK Harus Dibubarkan

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) turut berkomentar terkait maraknya kasus korupsi

Sabtu, 25/01/2020 16:40 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Tinggalkan Segala yang Haram – Ust. Muizz Abu Turob

Diantara yang perlu diperhatikan oleh seorang muslim dan mukmin adalah hendaknya dia selalu memakan makanan yang halal.

Jum'at, 24/01/2020 19:34 0

Feature

Kisah Inspiratif: Tukang Becak Pendiri Rumah Sakit

Kematian ayah tercinta membuat Zainal Abidin mengambil keputusan yang mengubah hidupnya. Keputusan yang akan bermanfaat bagi ribuan sesama.

Jum'at, 24/01/2020 14:29 0

Indonesia

Syaikh Ali Jaber Resmi Jadi WNI

Penceramah Syaikh Ali Jaber resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Jum'at, 24/01/2020 02:48 0

Indonesia

Gelar Program Penceramah Bersertifikat, Kemenag Gandeng BNPT Hingga BPIP

ementerian Agama akan melaksanakan program penceramah bersertifikat.

Jum'at, 24/01/2020 02:36 0

Indonesia

Amnesty International Indonesia: Pengakuan Luthfi Dianiaya Polisi Harus Diusut

mnesti Internasional Indonesia memberikan respon terhadap kesaksian Luthfi Alfiandi, yang mengaku bahwa dirinya telah disiksa oleh aparat saat pemeriksaan di kepolisian.

Jum'at, 24/01/2020 02:25 0

Indonesia

Pemerintah Diminta Perhatikan Kondisi Kesehatan Narapidana

Pemerintah Diminta Perhatikan Kondisi Kesehatan Narapidana

Jum'at, 24/01/2020 02:18 0

Video News

Lagi, Napi Kasus Terorisme di LP Gunung Sindur Meninggal Dunia

Salah seorang narapidana teroris di Lapas Maximum Security Gunung Sindur kembali meninggal dunia. Rifaat Al-Barki, seorang tahanan asal Padang dikabarkan meninggal pada Rabu (22/1/2020) pagi.

Kamis, 23/01/2020 17:03 0

Close